Catatan Perjalanan DR Mukhaer Pakkanna Menyusuri Teheran, Ziarah ke Makam Ayatollah Khomeni
Tim langit 7
Senin, 26 Agustus 2024 - 09:25 WIB
Catatan Perjalanan DR Mukhaer Pakkanna Menyusuri Teheran, Ziarah ke Makam Ayatollah Khomeni
LANGIT7.ID-Teheran; Alhamdulillah sejak pagi buta, 16 Agustus,saya berada di Teheren & kota suci Qom. Ada satu titik penasaran saya terkait ketidakpastian geopolitik global yang salah satu episentrumnya adalah Iran. Tatkala tiba di Iran, sama sekali tidak ada suasana yang mencekam sepertiyang diberitakan pers.
Aktivitas sosial & ekonomi berjalan normal. Bahkan saya beranjangsana ke beberapa tempat ziarah, termasuk ke makam Imam Ayatollah Khomeini, sebagai "the godfather" revolusi Islam Iran, alhamdulillah, suasana aman-aman saja.
Baca juga: Catatan Perjalanan Mukhaer Pakkanna, Rektor ITB Ahmad Dahlan Menyusuri Iran-Iraq
Begitujuga tatkala bersua ke masjid-masjid besar di kedua kota itu. Bahkan, saya tidak menyangka, kalau Teheran, kotayang sangat padat penduduk. Populasinya 9.500.000 jiwa. Bahkan dibebrapa sudut sudah tampak macet.
Teheran adalah rumah bagi banyak situs bersejarah, termasuk kompleks kerajaan Golestan, Sa'dabad, dan Niavaran, tempat dua dinasti terakhir bekas negara kekaisaran Iran .
Secara kekuatan ekonomi Iran adalah negara yg memiliki kemandirianyang kuat. Selain ditopang kekuatan produksi minyak 2,5jutabarrel per hari atau nomor 4 terkuat di dunia. Iranjuga mandiridalam produksi hidrokarbon, produksi pertanian, jasa. Dan, negara sangat kuat intervensidalam kebijakan teknologi dan industri manufaktur. PDB nya US$413 milyar.
Memang kehidupan relasi sosialnya mulai longgar, terutamauntuk kaum perempuan, usai demo besar-besaran gerakan perempuan "Mahasiswa Amini" 2022-2023yang lalu. Maka pelonggaran hijab terjadi secara masif terutama di tempat-tempat komersil.
Aktivitas sosial & ekonomi berjalan normal. Bahkan saya beranjangsana ke beberapa tempat ziarah, termasuk ke makam Imam Ayatollah Khomeini, sebagai "the godfather" revolusi Islam Iran, alhamdulillah, suasana aman-aman saja.
Baca juga: Catatan Perjalanan Mukhaer Pakkanna, Rektor ITB Ahmad Dahlan Menyusuri Iran-Iraq
Begitujuga tatkala bersua ke masjid-masjid besar di kedua kota itu. Bahkan, saya tidak menyangka, kalau Teheran, kotayang sangat padat penduduk. Populasinya 9.500.000 jiwa. Bahkan dibebrapa sudut sudah tampak macet.
Teheran adalah rumah bagi banyak situs bersejarah, termasuk kompleks kerajaan Golestan, Sa'dabad, dan Niavaran, tempat dua dinasti terakhir bekas negara kekaisaran Iran .
Secara kekuatan ekonomi Iran adalah negara yg memiliki kemandirianyang kuat. Selain ditopang kekuatan produksi minyak 2,5jutabarrel per hari atau nomor 4 terkuat di dunia. Iranjuga mandiridalam produksi hidrokarbon, produksi pertanian, jasa. Dan, negara sangat kuat intervensidalam kebijakan teknologi dan industri manufaktur. PDB nya US$413 milyar.
Memang kehidupan relasi sosialnya mulai longgar, terutamauntuk kaum perempuan, usai demo besar-besaran gerakan perempuan "Mahasiswa Amini" 2022-2023yang lalu. Maka pelonggaran hijab terjadi secara masif terutama di tempat-tempat komersil.