Gencatan Senjata Lebanon Tak Mampu Selamatkan Legacy Biden, Trump Siap Ambil Alih
Nabil
Rabu, 27 November 2024 - 09:29 WIB
Gencatan Senjata Lebanon Tak Mampu Selamatkan Legacy Biden, Trump Siap Ambil Alih
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Presiden AS Joe Biden memuji gencatan senjata Lebanon sebagai kemenangan, namun legacy-nya kemungkinan akan tetap dibayangi oleh kembalinya Donald Trump dan kegagalan mencapai perdamaian di Gaza.
Dalam momen langka yang bisa dinikmati di fase akhir kepresidenannya, pria berusia 82 tahun itu berbicara di Rose Garden Gedung Putih untuk mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah.
Biden mengatakan kesepakatan tersebut adalah "kabar baik" dan "membawa kita lebih dekat untuk mewujudkan agenda afirmatif yang saya dorong selama masa kepresidenan saya, sebuah visi untuk masa depan Timur Tengah."
Baca juga: Israel Lancarkan Serangan Udara ke Perbatasan Lebanon-Suriah, 10 Orang Terluka Parah
Dia menambahkan bahwa "dalam sisa waktu jabatan kami, saya akan bekerja tanpa lelah" untuk mencapainya.
Gencatan senjata setidaknya menahan salah satu perang yang akan diwarisi pemerintahan Trump dari Gedung Putih Biden pada 20 Januari, bersama dengan Gaza dan Ukraina.
Tetapi kesepakatan Lebanon adalah "polesan kosmetik semata," kata Colin Clarke, direktur riset di Soufan Group.
Dalam momen langka yang bisa dinikmati di fase akhir kepresidenannya, pria berusia 82 tahun itu berbicara di Rose Garden Gedung Putih untuk mengumumkan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah.
Biden mengatakan kesepakatan tersebut adalah "kabar baik" dan "membawa kita lebih dekat untuk mewujudkan agenda afirmatif yang saya dorong selama masa kepresidenan saya, sebuah visi untuk masa depan Timur Tengah."
Baca juga: Israel Lancarkan Serangan Udara ke Perbatasan Lebanon-Suriah, 10 Orang Terluka Parah
Dia menambahkan bahwa "dalam sisa waktu jabatan kami, saya akan bekerja tanpa lelah" untuk mencapainya.
Gencatan senjata setidaknya menahan salah satu perang yang akan diwarisi pemerintahan Trump dari Gedung Putih Biden pada 20 Januari, bersama dengan Gaza dan Ukraina.
Tetapi kesepakatan Lebanon adalah "polesan kosmetik semata," kata Colin Clarke, direktur riset di Soufan Group.