LANGIT7.ID, Jakarta - Intelektual muslim pada masa kejayaan Islam dikenal sangat produktif. Banyak penemuan ilmiah yang mereka hasilkan. Bahkan, penemuan-penemuan tersebut masih bertahan hingga saat ini.
Mulai dari universitas pertama di dunia hingga ke hal-hal kecil seperti sikat gigi, terdapat bukti kontribusi besar umat Islam terhadap dunia modern saat ini. Sejarah mencatat penemuan-penemuan tersebut dengan tinta emas.
Mengutip laman
mvslim, berikut 10 benda yang sangat familiar dengan kehidupan sehari-hari yang ternyata ditemukan oleh ilmuwan muslim:
1. KopiLebih 200 tahun lalu, kaum buruh terus bekerja menahan kantuk tanpa mengonsumsi kopi. Biji kopi belum ditemukan kala itu. Hingga suatu ketika seorang pria Arab yang berprofesi sebagai penggembala bernama Khalid menemukan zat yang mengubah hidup banyak orang.
Suatu ketika Khalid membawa hewan ternak di salah satu lereng Ethiopia. Dia melihat masyarakat setempat bisa bersemangat untuk bekerja setelah memakan buah beri tertentu.
Baca juga: Jabir Ibn Hayyan, Bapak Kimia ModernKhalid lalu mengambil biji tersebut lalu merebusnya. Dari situ, tercipta
al-qahwa (kopi).
2. JamAdalah Al-Jazari, seorang pria muslim dari Diyarbakir, Turki. Selain cerdas, dia dikenal sebagai seorang insinyur yang mampu menciptakan konsep mesin otomatis untuk menghitung waktu.
Pada 1206 M, al-Jazari telah membuat banyak jam dari segala bentuk dan ukuran. Sama seperti manusia-manusia modern yang membutuhkan jam untuk memanajemen kegiatan sehari-hari, demikian pula umat Islam sekitar 700 tahun lalu.
Al-Jazari bereksperimen membuat jam dalam waktu yang sangat lama. Ia ingin menciptakan satu mesin otomatis yang bisa digunakan setiap muslim sebagai pengingat waktu adzan.
3. KameraKamera bukan barang asing bagi manusia modern. Hampir setiap orang memiliki kamera di kantong mereka masing-masing, minimal dari telepon genggam.
Adalah Ibn al-Haitham, seorang ilmuwan ternama yang berhasil merevolusi optik. Dia membuat eksperimen dalam ruang tertutup untuk mengetahui kinerja optik. Dia menolak gagasan Yunani bahwa cahaya tak terlihat yang memancar dari mata menyebabkan penglihatan.
Dia menegaskan, penglihatan disebabkan oleh cahaya yang dipantulkan dari suatu objek dan masuk ke mata.
Baca juga: Islam Selaras dengan Perkembangan Sains dan TeknologiDengan menggunakan ruangan gelap dengan lubang jarum di satu sisi dan kain putih di sisi lain, dia memberikan bukti untuk teorinya. Cahaya masuk melalui lubang dan memproyeksikan bayangan terbalik dari benda-benda di luar ruangan pada lembaran di seberangnya. Dia menyebut ini qamara. Itu adalah kamera obskura pertama di dunia.
4. Produk KebersihanInti iman seorang muslim adalah tauhid dan kebersihan. Buku-buku fikih selalu menempatkan pembahasan kebersihan sebagai bab pertama. Di dunia Islam pada abad ke-10, produk-produk kebersihan yang ditemukan umat Islam kala itu tak kalah saing dengan produk kebersihan saat ini.
Pada abad ke-13, al-Jazari, menulis sebuah buku yang menjelaskan perangkat mekanis, termasuk mesin "wudhu". Mesin ini mobile, dan dibawa ke depan seorang tamu. Tamu kemudian akan mengetuk kepala dan air akan terjadi dalam delapan semburan pendek, menyediakan air yang cukup untuk wudhu. Cara ini juga menghemat air.
Tak hanya itu, umat Islam juga sudah menciptakan sabun pada masa ini. Sabun itu terbuat dari campuran minyak (biasanya minyak zaitun) dengan al-qali, zat seperti garam. Bahan itu lalu direbus untuk mendapatkan campuran yang tepat. Kemudian dibiarkan mengeras dan bisa digunakan di kamar mandi.
Al-Kindi juga menulis buku tentang parfum berjudul
Book of the Chemistry of Perfume and Distillations. Dia paling dikenal sebagai seorang filsuf, tetapi juga seorang apoteker, dokter mata, fisikawan, matematikawan, ahli geografi, astronom dan ahli kimia.
Baca juga: Tiga Kitab Pokok Pondasi Keilmuan Umat IslamBukunya berisi lebih dari seratus resep minyak wangi, salep, dan air aromatik. Tradisi pembuatan parfum selama berabad-abad semuanya dimungkinkan oleh ahli kimia Muslim dan metode penyulingan mereka: mereka menyuling tanaman dan bunga dan membuat parfum dan zat untuk farmasi terapeutik.
5. UniversitasMenuntut ilmu merupakan salah satu ajaran inti Islam. Di dalam Al-Qur'an, mereka didesak untuk mencari ilmu, mengamati dan merenungkan. Ini menjadi motivasi Fatima al-Fihri untuk membangun masjid sekaligus tempat belajar.
Masjid Agung al-Qarawiyyin di Fez yang dibangun Fatimah lalu menjadi pusat intelektual, mulai dari kajian keagamaan hingga diskusi politik. Secara bertahap, masjid merambah ke berbagai bidang keilmuan, terutama ilmu alam.
Selain astronomi, ada studi tentang Quran dan teologi, hukum, retorika, penulisan prosa dan ayat, logika, aritmatika, geografi dan kedokteran. Ada juga kursus tentang tata bahasa, sejarah Islam, unsur-unsur kimia dan matematika.
Keragaman topik dan kualitas pengajarannya yang tinggi ini menarik para sarjana dan mahasiswa dari seluruh penjuru. Masih beroperasi hampir 1.200 tahun kemudian, menjadi pengingat bahwa menuntut ilmu adalah inti dari tradisi Islam.
Baca Juga: 10 Hal Sehari-hari yang Diciptakan Seorang Muslim (Bagian 2)(jqf)