LANGIT7.ID - , Jakarta - Rumah adalah tempat berkumpul semua anggota keluarga setelah seharian beraktivitas. Setiap orang tentu memimpikan hunian yang nyaman serta membawa keberkahan bagi para penghuninya.
Untuk dapat mewujudkan mimpi tersebut, ada sejumlah rekomendasi dari pakar mengenai fitur-fitur yang biasa ditemui di rumah umat Muslim. Melansir dari Islami City, Jumat (25/3/2022), berikut beberapa usulan bangunan rumah yang bisa Sahabat Langit7 terapkan.
Baca juga: Tak Dimasuki Malaikat, Ini Tanda-Tanda Jimat di Dalam Rumah1. Lahan yang luas Memiliki rumah besar dengan lahan yang luas menjadi impian setiap orang. Bangunan besar memang lebih baik daripada rumah dengan luas lahan terbatas, karena mudah untuk ditingkatkan atau diperluas. Selain itu, dengan lahan yang luas banyak ruangan fungsional yang dapat tercipta.
Sahabat Langit7 bisa membuat mushola keluarga, ruang baca, atau bahkan ruang bermain untuk anak-anak.
2. Posisi pintuSebagai titik transisi antara bagian luar rumah dengan ruang dalam, pintu rumah harus dirancang tidak memperlihatkan tempat domestik, seperti dapur atau kamar tidur. Posisikan akses pintu langsung ke ruang tamu atau foyer, sebagai gantinya.
Jika tidak memungkinkan, Sahabat Langit7 bisa mengakalinya dengan menambah dinding atau pembatas untuk memisahkan ruang privasi penghuni rumah dengan area luar.
Baca juga: Hunian Berkelanjutan Jangan Cuma Jadi Tren, Tapi Kebutuhan3. Desain jendela Selain pintu, penting diperhatikan juga desain jendela yang bisa memberi perlindungan privasi, tanpa mengorbankan fungsinya. Biasanya, semakin lingkungan rumah padat, perhatian pemilik rumah semakin fokus pada hal ini.
Agar privasi tetap terjaga, Sahabat Langit7 bisa mengurangi keberadaan di jendela yang menghadap langsung ke luar. Atau bisa juga menyiasatinya dengan memperkecil ukuran atau peletakan posisi jendela yang sedikit lebih tinggi.
4. Pemisahan kamar Dalam Islam sangat penting untuk menjaga privasi penghuni rumah. Karena itu, syarat minimal sebuah rumah yang nyaman dan berkah adalah dengan pemisahan ruang pribadi atau kamar masing-masing penghuni. Pisahkan kamar orang tua, kamar anak laki-laki dan anak perempuan.
Selain itu, rumah yang nyaman adalah rumah yang memiliki ruang tamu, toilet, dapur, dan ruang berkumpul. Tujuannya agar setiap ruang memiliki fungsi sendiri dan tetap terjaga privasi penghuni.
5. Kamar tidur tamu Selain kamar untuk masing-masing penghuni rumah, Sahabat Langit7 juga harus melindungi privasi tamu yang mungkin menginap. Jadi, harus ada ruang yang diperuntukkan bagi tamu di setiap rumah.
Ruang ini harus ditempatkan di area dekat pintu depan, jauh dari inti rumah. Sehingga kehidupan rumah tangga yang normal tidak terganggu. Jangan lupa harus ada toilet di dekatnya.
Namun, jika beberapa rumah tidak mampu menyediakan ruang terpisah untuk tamu, Anda bisa menggunakam ruang lain yang berlokasi strategis untuk dapat melayani tamu. Hal ini sangat penting karena menjamu tamu sangat esensial dalam Islam.
Baca juga: Tak Hanya Berfungsi sebagai Penyekat, Material Kaca Tambah Nilai Estetika Hunian6. Ruang tamu di dekat pintu depanTempatkan pintu masuk utama dekat dengan ruang tamu. Karena biasanya ruang tamu dianggap sebagai ruang semi-publik di sebuah rumah. Maka itu, sekat yang jelas harus dibuat antara ruang tamu dan bagian rumah yang paling dijaga, seperti dapur dan kamar tidur.
7. Kamar tidur harus menghadap kiblatKamar tidur juga harus dirancang sedemikian rupa dengan memposisikannya menghadap kiblat saat tidur miring ke kanan, seperti yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Selain itu hindari perabotab relalu mewah dan nyaman di dalam kamar tidur, tujuannya agar tidak menjadi ngantuk dan malas. Perabotan atau aksesoris kamar tidur di rumah umat Muslim, sebaiknya yang mendorong dan memfasilitasi tradisi Islam untuk tidur lebih awal dan bangun pagi dengan segar dan mengisi ulang tenaga untuk shalat Subuh. Atau bahkan lebih awal untuk shalat malam.
(est)