Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 24 April 2024
home edukasi & pesantren detail berita

Silaturahmi dan Ungkapan Syukur, Ini Tradisi Jelang Ramadhan di Indonesia

Fifiyanti Abdurahman Selasa, 29 Maret 2022 - 07:00 WIB
Silaturahmi dan Ungkapan Syukur, Ini Tradisi Jelang Ramadhan di Indonesia
Tradisi Nyadran di masyarakat Jawa Tengah dengan cara berziarah dan makan bersama kerabat. Foto: Kemenpan RB
skyscraper (Desktop - langit7.id)
LANGIT7.ID - , Jakarta - Tidak terasa empat hari lagi umat Muslim akan memasuki bulan suci Ramadhan. Tentunya dalam menyambut bulan penuh berkah ini ada banyak persiapan yang dilakukan umat Islam. Terlebih di Indonesia yang kaya budaya atau tradisi dalam menyambut bulan puasa ini.

Penasaran apa saja suku dan tradisi mereka dalam menyambut Ramadhan? Berikut beberapa tradisi setiap suku di Indonesia yang wajib dilakukan menjelang Ramadhan.

Baca juga: 7 Tradisi Sambut Ramadhan di Berbagai Negara

Nyadran

Merupakan tradisi daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Tradisi Nyadran yaitu dengan pergi berziarah dan berdoa, serta memasak, dan membagikan makanan dari hasil bumi. Tradisi ini bertujuan untuk menghormati para leluhur dan sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT.

Mengutip dari laman resmi Kementerian PAN RB, tradisi Nyadran dilakukan di bulan Sya'ban atau bulan Ruwah bagi masyarakat Jawa. Salah satu kegiatan di tradisi Nyadran ini adalah membersihkan makam, yang memiliki arti sebagai pembersihan diri menjelang Ramadhan.

Bakar Batu

Membakar batu ialah tradisi yang dilakukan masyarakat Papua dalam menyambut Ramadhan. Tradisi ini selain sebagai ungkapan syukur, juga sebagai jalan untuk memperkuat silaturahmi yang bermanfaat untuk seluruh kerabat.

Cara melakukan tradisi ini yakni dengan membakar batu dan meletakkan bahan makanan diatasnya untuk disantap bersama-sama. Selain dilakukan menjelang Ramadhan, tradisi Bakar Batu juga dilakukan masyarakat Papua ketika ada kunjungan pimpinan pemerintah daerah atau pemangku kepentingan.

Cucurak

Adat yang berasal dari Bogor, Jawa Barat ini dilakukan dengan berkumpul bersama keluarga dan kerabat, biasanya mereka melakukan makan bersama di area terbuka. Tujuannya untuk mempererat silaturahmi, saling bermanfaat dan mengucap syukur menjelang bulan Ramadhan ini.

Cucurak dilakukan dengan menggelar makanan di atas hamparan daun pisang dengan aneka sajian tradisional. Masyarakat yang menjalani tradisi ini akan membawa makanan dari rumah masing-masing untuk kemudian dijadikan satu dan dimakan bersama.

Belangira

Tradisi masyarakat Lampung yang satu ini dilakukan dengan mandi bersama-sama di sungai. Tujuan dari tradisi Belangiran atau Blangiran ini adalah untuk menyucikan jiwa dan raga agar tidak mengotori bulan yang suci, Ramadhan.

Baca juga: Tradisi Ruwahan, Mendoakan Leluhur dan Merawat Tali Silaturahmi

Mengutip dari laman Kemdikbud, Belangiran sendiri berasal dari kata langir yang artinya mandi. Mandi yang dimaksud bukanlah mandi-mandi biasa pada umumnya yang tanpa tujuan khusus.

Potang Balimau

Sama halnya dengan Belangiran, tradisi Potang Balimau juga bertujuan untuk menyucikan diri sekaligus bersilaturahmi. Akan tetapi, caranya berbeda. Tradisi asal Sumatera Barat ini dilakukan dengan menyiram tubuh dengan perasaan jeruk nipis yang dicampur dengan bunga rampai.

Tradisi Potang Balimau dilaksanakan sehari sebelum memasuki bulan puasa Ramadhan dimulai setelah shalat dzuhur hingga sebelum adzan magrib berkumandang, seperti dilansir dari Jurnal Institut Seni Indonesia, Padang Panjang.

Bakar Lembang Bambu

Ini merupakan tradisi yang berasal dari Aceh, jelang Ramadhan mereka biasanya memasak lemang bambu dan membagikannya kepada masyarakat sekitar. Tujuannya adalah untuk mempererat tali silaturahmi.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 24 April 2024
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan