LANGIT7.ID - , Jakarta - Bersilaturahmi dengan mengunjungi kerabat di Hari Raya Idul Fitri menjadi tradisi masyarakat Indonesia yang kerap dilakukan ketika lebaran tiba. Tujuannya adalah untuk saling maaf memaafkan.
Lantas, bagaimana jika orang hanya memanfaatkan momentum lebaran untuk saling mengunjungi, tetapi usai hari raya tidak dilakukan lagi?
Penceramah Dzulkarnain bin Muhammad Sunusi Al-Makassari mengatakan jika usai shalat Ied di hari lebaran, orang berkunjung dengan tujuan memberikan selamat dan menyampaikan kegembiraannya, maka hal tersebut sah-sah saja dilakukan.
Baca juga: Tradisi Ruwahan, Mendoakan Leluhur dan Merawat Tali Silaturahmi"Di hari raya itu, disyariatkan untuk seseorang memberikan selamat, dan menyampaikan kegembiraan," kata Ustadz Dzulkarnain di kanal DzulkarnainMS, dikutip Senin (18/4/2022).
Kenapa? Karena itu juga yang berjalan di tengah para sahabat, para tabi'in ketika mereka selesai menunaikan shalat ied.
Menurut Ustadz Dzulkarnain, dalam pertemuan tersebut mereka saling mengucapkan, "Semoga Allah SWT menerima amalan kami atau amalan kalian."
"Di Indonesia selalu bilang Minal Aidin Wal Faizin yang berarti, termasuk dari orang-orang yang kembali sebagai orang-orang yang menang.” jelasnya.
Jika orang yang kunjung-mengunjungi dengan alasan tersebut, ujar Ustadz Dzulkarnain, maka tidak menjadi persoalan.
"Ia masuk di tradisi dan dibolehkan," ucapnya.
Baca juga: Silaturahmi dan Ungkapan Syukur, Ini Tradisi Jelang Ramadhan di IndonesiaAkan tetapi, Anda harus paham betul hal-hal yang membuat orang lain suka dan tidak suka, agar kedatangan Anda dapat mempererat silaturahmi bukan sebaliknya.
"Tetapi, kita kalau hidup bermasyarakat ada hal-hal yang harus di jaga untuk kebaikan agama. Kita tetap menjaga dengan menyambung silaturahmi, menjaga perasaan orang-orang di sekitar kita dengan cara yang paling baik yang bisa kita lakukan," pungkas Ustadz Dzulkarnain.
(est)