LANGIT7.ID - , Jakarta - Cireng atau aci goreng merupakan makanan khas daerah Jawa Barat yang berbahan dasar tepung tapioka.
Camilan yang diolah dengan proses digoreng ini ternyata memiliki beragam jenis.
Beberapa jenis cireng, bahkan ada yang berkuah, bisa jadi ide camilan Sahabat Langit7 di sore hari. Penasaran? Yuk, diintip!
Baca juga: Mantan Guru TK Alih Profesi Jadi Pengusaha Cireng, Produksi 2 Ton per Hari
1. Cireng Isi
Olahan cireng yang satu ini memiliki isian yang beragam, mulai dari ayam suwir pedas, keju mozarella, sosis, kornet, bakso,
daging sapi, dan sebagainya.
Tidak hanya itu, cireng isi juga memiliki beragam bentuk yang unik, seperti bentuk bunga, cinta, pastel, hingga persegi panjang. Banyaknya rasa dan bentuk ini membuat orang yang memakan cireng isi ini tidak akan bosan dengan rasa cireng yang biasanya cenderung hanya renyah dan gurih saja. Selain itu, cireng isi juga lebih terasa mengenyangkan karena isian yang cukup.
2. Cireng Banyur
Jika biasanya cireng identik dengan makanan renyah dan goreng-gorengan, maka akan berbeda dengan yang satu ini. Cireng banyur memiliki cara penyajian dan rasa yang berbeda. Penyajiannya menggunakan kuah, sehingga menghasilkan tekstur yang kenyal dan basah. Selain itu, cireng banyur pun lebih kaya rasa dari kencur dan bawang putih.
3. Cibay
Cibay adalah singkatan dari aci ngambay, yang artinya dalam bahasa Sunda adalah berjuntai. Kata cibay sendiri mendeskripsikan makanan cireng yang isinya meleleh dan berjuntai-juntai setelah digoreng.
Cireng jenis ini menggunakan kulit lumpia dalam pembuatannya. Rasanya pun sama dengan jenis lainnya yang gurih dan pedas. Namun, tekstur dari cibay terasa berbeda karena kulit luar renyah dengan isian yang lembut dan meleleh di mulut.
4. Cirambay
Cirambay merupakan singkatan dari aci rambay. Memiliki bentuk yang berbeda dari jenis cireng umumnya karena dibentuk seperti mie. Tidak hanya memiliki bentuk yang unik saja, tetapi ada filosofi unik di balik nama cirambay.
Baca juga: Kaya Nutrisi, Jenama Makanan Sehat Luncurkan Camilan KacangDalam bahasa Sunda, kata “cirambay” memiliki arti air mata yang berlinang. Memiliki rasa pedas manis, kudapan ini cocok bagi penyuka mie dengan cita rasa pedas.
5. Cipak Koceak
Sama seperti cibay dan cirambay, cipak koceak juga memiliki arti nama yang unik. Cipak merupakan singkatan dari cimol dempak (gepeng). Sedangkan, untuk koceak memiliki arti “teriak”. Sehingga, cipak koceak berarti cimol gepeng yang membuat siapa saja yang memakannya berteriak karena makanan ini memiliki rasa pedas luar biasa.
Selain sensasi pedas, cipak koceak juga memiliki rasa asam karena menggunakan limau sebagai bahan pembuatannya.
6. Cireng Bumbu Rujak
Tidak kalah dengan jenis lainnya, cireng bumbu rujak juga cocok dimakan di segala suasana. Memiliki cita rasa yang gurih dan renyah ditambah cocolan pedas asam manisnya bumbu rujak makin memperkaya rasa.
Salah satu cireng bumbu rujak yang enak adalah produk UMKM Mama Nathan. Cireng ini dibuat secara homemade oleh sebuah UMKM di Jakarta Selatan.
Menurut pemilik Mama Nathan, Veronika, berjualan cireng bumbu rujak memiliki tantangan tersendiri. Pasalnya, banyak kompetitor menjual produk yang sama.
"Tapi saya selalu berkomitmen untuk membuat produk dengan bahan yang berkualitas dan tetap mengutamakan rasa produk yang tetap enak dengan bahan-bahan pilihan,” ujar Veronika.
Baca juga: Muslimah Asal Tuban Ini Sulap Limbah Bonggol Pisang jadi Aneka CamilanKomitmen tersebut pun diamini oleh pelanggan cireng bumbu rujak Mama Natham. Melalui testimoni di Instagram @mamanathan.id, pujian akan rasa membanjiri kolom komentarnya.
“Banyaknya testimoni dari pelanggan saya yang bilang kalau cireng saya memiliki rasa yang berbeda dari penjual cireng lainnya. Teksturnya yang krispi di luar dan lembut di dalam, disandingkam dengan pedas manis dari cocolan bumbu rujak, sehingga membuat ketagihan untuk dimakan,” tambah Veronika.
(est)