Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 22 September 2026
home global news detail berita

Makna Gelar Haji, Bukan untuk Gaya-gayaan dan Riya

mahmuda attar Ahad, 17 Juli 2022 - 12:35 WIB
Makna Gelar Haji, Bukan untuk Gaya-gayaan dan Riya
Makna Gelar Haji, Bukan untuk Gaya-gayaan dan Riya. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Gelar haji di Indonesia disematkan kepada seseorang yang baru pulang menunaikan ibadah di Tanah Suci Makkah. Namun bagaimana makna dari title tersebut.

Haji, sebutan untuk pria dan hajjah untuk wanita memang seperti gelar akademik. Padahal ibadah tidak melahirkan gelar seperti dalam dunia pendidikan.

Ustadz Adi Hidayat menyebut, gelar gaji ini melekat di masyarakat Indonesia berasal dari ungkapan orang-orang Arab.

Tujuannya adalah doa menjadi haji yang mabrur. Doa tersebut yakni 'Yal Haj-Yal Haj'. Makna dari doa ini adalah pengingat.

Baca Juga: Hukum Memakai Gelar Haji dan Hajjah Setelah Pulang Berhaji

"Antum ini Pak Haji jangan sampai setelah haji dilunturkan kembali dengan keburukan-keburukan yang menghilangkan pahala haji," kata UAH dalam keterangannya dikutip Ahad (17/7/2022).

Dalam laman resmi Muhammadiyah, gelar gaji atau hajjah bertujuan untuk mempopulerkan Islam dan sekaligus menunjukkan identitas seseorang yang telah naik haji.

Karena itulah, orang yang sudah berhaji harus menjaga kedudukannya sebagai orang yang sudah menunaikan rukun Islam kelima.

Umat Islam yang baru pulang berhaji diharap tidak menjadikan gelar haji sebagai kebanggaan, apalagi sekadar gaya dan riya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 22 September 2026
Imsak
04:18
Shubuh
04:28
Dhuhur
11:49
Ashar
14:59
Maghrib
17:52
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan