alexametrics
Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 07 Februari 2023
home global news detail berita

Makna Gelar Haji, Bukan untuk Gaya-gayaan dan Riya

mahmuda attar Ahad, 17 Juli 2022 - 12:35 WIB
Makna Gelar Haji, Bukan untuk Gaya-gayaan dan Riya
Makna Gelar Haji, Bukan untuk Gaya-gayaan dan Riya. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Gelar haji di Indonesia disematkan kepada seseorang yang baru pulang menunaikan ibadah di Tanah Suci Makkah. Namun bagaimana makna dari title tersebut.

Haji, sebutan untuk pria dan hajjah untuk wanita memang seperti gelar akademik. Padahal ibadah tidak melahirkan gelar seperti dalam dunia pendidikan.

Ustadz Adi Hidayat menyebut, gelar gaji ini melekat di masyarakat Indonesia berasal dari ungkapan orang-orang Arab.

Tujuannya adalah doa menjadi haji yang mabrur. Doa tersebut yakni 'Yal Haj-Yal Haj'. Makna dari doa ini adalah pengingat.

Baca Juga: Hukum Memakai Gelar Haji dan Hajjah Setelah Pulang Berhaji

"Antum ini Pak Haji jangan sampai setelah haji dilunturkan kembali dengan keburukan-keburukan yang menghilangkan pahala haji," kata UAH dalam keterangannya dikutip Ahad (17/7/2022).

Dalam laman resmi Muhammadiyah, gelar gaji atau hajjah bertujuan untuk mempopulerkan Islam dan sekaligus menunjukkan identitas seseorang yang telah naik haji.

Karena itulah, orang yang sudah berhaji harus menjaga kedudukannya sebagai orang yang sudah menunaikan rukun Islam kelima.

Umat Islam yang baru pulang berhaji diharap tidak menjadikan gelar haji sebagai kebanggaan, apalagi sekadar gaya dan riya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
right-1 (Desktop - langit7.id)
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 07 Februari 2023
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
12:10
Ashar
15:27
Maghrib
18:20
Isya
19:32
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan