LANGIT7.ID - , Jakarta - Tim Promosi Kesehatan (Promkes) PPIH Arab Saudi memberikan edukasi kepada
jamaah haji Kloter SOC 24, Kamis (28/7/2022) kemarin. Dalam kegiatan tersebut tim Promkes mengingatkan jamaah pentingnya menjaga kesehatan sebelum pulang ke Tanah Air.
Ketua Promkes sektor tiga Fauzuddin meminta jamaah untuk minum jangan menunggu haus dan menggunakan
alat pelindung diri (APD) terutama masker.
“Tetap minum jangan tunggu haus, penggunaan alat pelindung diri (APD) terutama masker,” kata Faizuddin.
Baca juga: Delay 12 Jam, PPIH Minta Garuda Tanggung Akomodasi Jamaah HajiFaizuddin memberi alasan pentingnya penggunaan APD mengingat ada penyakit menular baru yang diumumkan oleh
Badan Kesehatan Dunia (WHO). Penyakit ini sudah menjadi perhatian dunia, sehingga menjadi penting untuk tetap memakai
masker.
“Jangan sampai ada yang ditolak atau dianggap tidak laik untuk melakukan penerbangan,” katanya seperti dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, Jumat (29/7/2022).
Fauzuddin, bersama dr. Ira Cyndira Tresna, Lilyk, dan Endah bertemu dengan TKH SOC 24 untuk membahas monitoring 30
jamaah risiko tinggi (Risti), jamaah haji potensi Risti dan jamaah yang mempunyai riwayat penyakit bawaan.
“Kami menekankan agar TKH melaksanakan
screening Pre Flight Chek minimal dua hari sebelum jadwal kepulangan jamaah kepada 30 jamaah risti dan potensi risti,” katanya.
Pada setiap kesempatan edukasi, tim promkes juga membagikan sandal kepada jamaah haji. Pembagian diberikan untuk jamaah yang terlihat memakai sandal tak layak pakai.
“Jamaah kami minta untuk mengganti sandal yang kami bawa agar nyaman di kaki dan tidak licin.” kata Cyndira Tresna.
Baca juga: Tinjau Pelayanan Jamaah Haji, Ketua PPIH: Ahlan wa MarhabanIra, sapaan akrabnya, menyebut secara kesehatan sandal jepit tidak direkomendasikan untuk dipakai oleh jamaah haji. Karena mudah putus dan licin ketika dipakai di pelataran
Masjid Nabawi.
Menurut Ira, kerap ditemui jamaah yang tak memakai alas kaki lantaran
sandal jepit yang dipakai hilang atau putus. Kondisi ini mengakibatkan banyak ditemui kasus kaki melepuh di Masjid Nabawi.
Ira memastikan, sandal yang dibawa tim promosi kesehatan layak dipakai oleh jamaah haji, karena kualitas bahan dan modelnya.
“Sehingga sandal yang kami bawa akan nyaman di kaki jamaah,” katanya.
Baca juga: 60 Persen Jamaah Haji Gelombang Pertama Pulang ke Tanah Air(est)