Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 13 April 2024
home edukasi & pesantren detail berita

Misteri Basmalah dalam Disertasi Doktoral Immanuel Kant

Muhajirin Senin, 19 September 2022 - 11:03 WIB
Misteri Basmalah dalam Disertasi Doktoral Immanuel Kant
Lafadz basmalah dalam sebuah naskah milik Immanuel Kant (foto: istimewa)
skyscraper (Desktop - langit7.id)
LANGIT7.ID - Filsuf asal Jerman (1724-1804) Immanuel Kant memiliki karya yang sampai saat ini masih menjadi misteri, yakni Prinicipiorum Primorum Cognitionis Metaphysicae Nova Dilucidatio.

Dalam naskah yang diterbitkan Universitas Königsberg di Prusia itu, di bagian paling atas halaman judul karya penelitian tertera lafadz basmalah “Bismillahirrahmanirahiim” yang ditulis dalam bahasa Arab.

Misteri Basmalah dalam Disertasi Doktoral Immanuel Kant

Dokumen itu ditemukan oleh Abdoljavad Falaturi pada 1985, yang bekerja di Universitas Cologne. Banyak akademisi mengklaim karya itu merupakan disertasi doktoral Kant tertanggal 17 April 1755. Namun, Gerald Drissner di laman Arabic for Nerds membantah jika lembaran tersebut adalah disertasi.

Baca Juga: Charles III, Raja Paling Pro Muslim dalam Sejarah Inggris

Prof Hartmut Bobzin mengatakan, lembaran tersebut ‘hanya’ undangan untuk penghargaan (gradum et insignia) gelar doktor filsafat pada 12 Juni 1755.

Kendati begitu, lembaran tersebut masih menjadi misteri sampai saat ini. Lalu, apakah Kant memiliki hubungan dengan Islam? Kemungkinan besar tidak.

Beberapa peneliti menyebut, tulisan basmalah itu bukan ditulis oleh Kant, tapi seorang profesor yang dekat dengan Kant, yakni Johann Bernhard Hahn. Hahn menguasai bahasa Arab, bisa jadi dia yang menulis basmalah di dokumen tersebut.

Abdoljavad Falaturi, yang menemukan dokumen tentang Immanuel Kant, melihat konteks yang lebih luas. Dia mengatakan, kredibilitas Prusia dan "karakter resmi dari dokumen akademis dan negara" membuat basmalah bukan kebetulan. Penulisan kalimat itu memiliki makna mendalam.

“Pengantar dokumen ini, terbukti menjadi saksi atas keterbukaan pikiran dari semangat Barat dari periode Pencerahan, yang membebaskan diri dari hambatan yang menghambat pembangunan, dan yang pendukung pahitnya termasuk Friedrich der Große (Frederick Agung) yang disebutkan dalam dokumen,” tulis Abdoljavad Falaturi, melansir Arabic for Nerds, Senin (19/9/2022).

Abad pencerahan di Barat juga ditandai dengan penerimaan nilai-nilai asing, termasuk nilai-nilai Islam. Namun, beberapa akademisi tidak melihat makna tersembunyi dan mendalam dalam dokumen tersebut.

Baca Juga: Alasan Kebangkitan Islam Tak Kunjung Terwujud Menurut Azyumardi Azra

Mereka mengatakan, dalam dokumen-dokumen abad pertengahan dan zaman modern awal, tak jarang ilmuwan menyebut Tuhan dalam dokumen Penting, yang disebut invocatio.

Dalam bahasa Latin, misalnya, orang sering membaca: in nomine Jesu (I.N.J.C.): dalam nama Yesus. Charlemagne (Karl der Große) memilih bentuk: In nomine patris et filii et spiritus sancti (Atas nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus) setelah penobatan kekaisaran pada Natal tahun 800.

Menariknya, berbicara tentang bahasa asing, frasa Ibrani mungkin paling banyak digunakan setelah bahasa Latin, diikuti oleh bahasa Yunani. Orang Arab adalah tamu yang langka. Namun, lafadz الله (Allah) sudah ditemukan dalam disertasi yang muncul di Wittenberg, Jerman, pada tahun 1650.

Immanuel Kant adalah filsuf Jerman yang memiliki gagasan bahwa segala sesuatu yang berbau metafisika seperti agama, tidak mungkin mencapai kebenaran karena tidak disandarkan kepada panca indera. Menurut Kant di dalam metafisika tidak terdapat pernyataan-pernyataan sintetik-a priori seperti yang ada dalam matematika, fisika dan ilmu-ilmu yang berasar fakta empiris.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 13 April 2024
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:57
Ashar
15:14
Maghrib
17:56
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan