LANGIT7.ID, Jakarta - Salah satu daya tarik yang ada di Desa Wisata Campaga ialah Hutan Lindung Campaga. Hutan lindung ini berada di Kelurahan Campaga, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan.
Anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Campaga, Rahmat Hidayat menerangkan
hutan lindung ini memiliki luas sekitar 23 hektar dengan beragam tumbuhan dan keunikan di dalamnya.
"Hutan lindung ini salah satu hutan yang dilindungi juga memiliki daya tarik tersendiri, karena hutan ini dikelilingi desa-desa. Yaitu berada tepat di tengah-tengah desa yang mengelilinginya," ujar Rahmat kepada Langit7 Kamis (22/9/2022).
Baca juga: Pesona Pantai Grigak, Objek Wisata Pantai Tak BerpasirHutan ini hingga kini masih terjaga kelestariannya karena belum terjamah oleh masyarakat. Sehingga wisatawan yang hendak menjelajahi hutan tersebut, harus didampingi salah satu warga yang dituakan.
"Akses menuju hutan lindung ini harus ditemani oleh orang tua di sana, merekalah yang tahu segala hal yang bersangkutan karena hutan lindung ini disakralkan," terangnya.
Rahmat menjelaskan, ada beberapa daya tarik yang ada di dalam hutan lindung ini pertama, keberadaan Pohon Erasa Lego lego atau pohon beringin tertua di Hitan Lindung Campaga.
"Pohon ini memiliki batang yang begitu besar, mungkin kalau ada 10 orang yang memeluk pohon ini belum bisa mengelilinginya," katanya.
Selanjutnya, ada Situs Babangtanggaya atau Batu Kramat yang dulunya sempat digunakan untuk melakukan ritual masyarakat Campaga dan kota-kota lain.
"Jadi Situs Babangtanggaya itu ada batu di tengah hutan, dan itu menjadi titik atau pusat dari Hutan Lindung Campaga ini," ujarnya.
Baca juga: Desa Wisata Campaga, Kembangkan Potensi Wisata Berbasis AlamKetiga, Mata Air Tombolo yang juga disakralkan sehingga jika wisatawan ingin masuk ke mata air ini, harus ditemani oleh orang yang dituakan di sana.
"Karena mata air ini tidak bisa dikotori, karena dilindungi masyarakat setempat, dan mempunyai cerita sejarah yang begitu berarti bagi warga sekitar sehingga mata air ini disakralkan," lanjut Rahmat.
Tak hanya itu, hutan ini juga kerap kali dijadikan sebagai tempat edukasi bagi pelajar, untuk mengenal berbagai macam tumbuhan, dan spesies hewan yang ada di Hutan Lindung Campaga.
(sof)