LANGIT7.ID - Habib Achmad Al-Habsyi mengungkapkan, mempelajari sirah nabawiyah merupakan keharusan bagi setiap umat Islam. Sirah nabawiyah merupakan jembatan untuk mengenal Rasulullah SAW. Saat sudah mengenal Baginda Nabi Muhammad SAW, maka akan tumbuh rasa cinta kepada manusia paling mulia itu.
Nabi Muhammad SAW adalah manusia paling istimewa dan mulia yang Allah ciptakan di muka bumi. Salah satu bentuk keistimewaan itu adalah nikmat Isra’ dan Mi’raj. Selang beberapa saat usai peristiwa besar itu, beliau diberi hadiah hijrah dari Makkah ke Madinah.
Makkah merupakan sebuah kota yang mayoritas kafir. Hanya sedikit orang yang Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Lalu, Allah beri hadiah hijrah ke sebuah kota yang berpenduduk mayoritas beriman kepada beliau.
“Itu semua buah dari daripada sabarnya Nabi,” kata Habib Achmad dalam tausiahnya di Masjid Raya Bintaro, dikutip Rabu (5/10/2022).
Baca Juga: Mencintai Rasulullah SAW Bagian dari Akidah Seorang Muslim
Hadiah besar itu bukan tanpa alasan. Ujian demi Ujian datang kepada baginda nabi. Tapi, beliau menghadapi semua ujian itu dengan kesabaran. Hatinya selalu lapang dan tidak mematahkan semangat dalam berdakwah di jalan Allah.
Habib Achmad menceritakan tentang sebuah kejadian pada masa Rasulullah. Ada seorang sahabat yang meminta Rasulullah berdoa karena telah diperlakukan keji oleh kafir Quraisy.
“Apa jawab Nabi Muhammad? Sabar. Masa sebelum kalian itu ada yang disisir sampai kulitnya mengelupas tapi tidak menjadikan dia putus asa. Bahkan para nabi dan rasul adalah orang yang paling besar diberi Ujian oleh Allah,” ujar Habib Achmad.
Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang dilakukan orang-orang kafir kepada Rasulullah. Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar, maka perlakuan keji orang-orang kafir itu tidak didiamkan begitu saja.
Baca Juga: Rekomendasi Sirah Nabawi untuk Mengenang Perjuangan Rasulullah SAW
Tapi, itu justru ujian bagi Rasulullah agar derajatnya semakin tinggi di sisi Allah. Ujian adalah bukti cinta Allah kepada hamba-Nya. Maka, bersabar saat mendapat ujian adalah cara yang paling tepat.
“Ini perjuangan yang luar biasa, akhirnya menjadikan Nabi Muhammad mendapatkan kemuliaan-kemuliaan yang istimewa daripada Allah SWT,” kata Habib Achmad.
Semua sifat-sifat mulia Rasulullah harus dipelajari oleh umat Islam. Sirah nabawiyah penting dipelajari agar bisa menumbuhkan rasa cinta kepada baginda nabi. Itu karena umat Islam diperintahkan untuk mencintai Allah dan Rasul-Nya melebihi cinta kepada diri sendiri hingga keluarga.
“Bagaimana kita mencintai nabi melebihi kecintaan kepada diri sendiri, ibu, dan anak kalau kita tidak kenal sama Nabi Muhammad. Kita diperintahkan untuk mengikuti jalannya Nabi Muhammad,” ujar Habib Achmad.
Baca Juga: Ar-Rahiqul Makhtum, Rekomendasi Sirah Nabawiyah Terbaik untuk Pemula
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS Ali Imran: 31)
Bahkan, di dalam Al-Qur’an umat Islam diperintahkan untuk tidak mengangkat suara melebihi suara nabi. Aturan ini dibuat langsung oleh Allah Ta’ala.
Sampai pada zaman Imam Malik bin Anas, ada seorang khalifah bertanya dengan suara keras di saat mengisi majelis di Masjid Nabawi. Imam Malik langsung menjawab:
لَا تَرْفَعُوْٓا اَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ
“Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi,” (QS Al-Hujurat: 2)
Makam Rasulullah ada di Masjid Nabawi. Maka tidak sepantasnya mengeraskan suara di dalam masjid tersebut. Maka itu, Imam Malik meminta agar Khalifah tersebut mengecilkan suara.
(jqf)