Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 13 April 2024
home edukasi & pesantren detail berita

3 Kewajiban Orang Tua kepada Anak, Beri Nama Baik hingga Benahi Akhlak

Muhajirin Senin, 10 Oktober 2022 - 09:05 WIB
3 Kewajiban Orang Tua kepada Anak, Beri Nama Baik hingga Benahi Akhlak
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
skyscraper (Desktop - langit7.id)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya, menjelaskan, orang tua memiliki kewajiban kepada anaknya. Bukan hanya anak yang memiliki kewajiban kepada orang tua. Orang tua juga harus memenuhi kewajiban terhadap anak.

Dalam Islam, anak merupakan titipan dari Allah Ta’ala. Segala perilaku anak di dunia menjadi tanggung jawab orang tua. Termasuk mendidik, mengasihi, dan menafkahi.

Berikut ini tiga kewajiban orang tua terhadap anaknya:

1. Memberikan Nama yang Baik

Buya Yahya mengatakan, memberikan nama yang baik merupakan kewajiban orang tua terhadap anak. Nama itu tak sekadar baik saja, tapi harus punya makna yang merupakan cita-cita dari orang.

“Memberi nama itu lafalnya harus baik, maknanya baik, maksudnya baik,” kata Buya Yahya di Al Bahjah TV, Senin (10/10/2022).

Baca Juga: Muslim Harus Bangga dengan Agamanya, Jangan Malu Jika Ditanya

Hal tersebut sejalan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi, “Kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah memberi nama yang baik, memberi tempat tinggal, dan mengajari sopan santun.”

Buya Yahya mencontohkan, orang tua bisa menamai anak dengan Uwais karena terinspirasi dari kisah Uwais Al-Qarni yang cinta kepada Rasulullah dan berbakti kepada orang tua.

2. Memberikan Pengasuh yang Baik

Pada zaman Rasulullah, bayi yang Baru lahir biasanya dititipkan kepada orang lain untuk disusui. Fenomena semacam itu juga bisa ditemui pada era modern saat ini. Tidak hanya menyusui, tapi juga banyak orang tua menggunakan jasa pengasuh untuk bayi mereka.

Islam mengajarkan bagi orang tua untuk mencarikan pengasuh yang baik kepada anak-anaknya. Itu karena karakter pengasuh bisa menurun kepada sang anak. Maka penting mencarikan pengasuh yang memiliki perangai yang baik.

Baca Juga: Cara Mendidik Anak Jika Orang Tua Kurang dalam Ilmu Agama

“Pilih dari orang yang sehat, watak sehat. Baginda nabi, diantarkan kepada kampung Halimah Sa’diyah. Itu kampung yang lembut perangainya, kampung yang sehat. Kalau yang menyusui wataknya keras, nanti akan menular kepada anak,” kata Buya Yahya.

3. Membenahi Akhlaknya

Kewajiban orang tua terhadap anak adalah mendidik dengan baik agar memiliki akhlak mulia. Pendidikan anak ini penting sebagai bekal mereka saat dewasa nanti. Nabi SAW bersabda, “Muliakanlah anak-anak kalian dan ajarilah mereka tata krama.” (HR Ibnu Majah).

“Membenahi akhlak dan tata krama ini penting. Ini haknya seorang anak,” kata Buya Yahya.

Buya Yahya menceritakan sebuah riwayat yang terjadi pada masa Umar bin Khattab. Ada seorang ayah yang membawa putranya menghadap kepada Amirul Mukminin.

Di depan Umar, orang tua itu mengadukan kelakuan putranya yang tak mau menghormati dan durhaka padanya. "Mohon nasehati dia, wahai Amirul mukminin!" kata orang tua itu.

Baca Juga: Berhasil Didik Anak Beriman, Ini Kewajiban Orang Tua Selanjutnya

Umar lalu menasehati anak lelaki itu. "Apa kamu tak takut kepada Tuhan-mu sebab ridha-Nya tergantung ridha orang tuamu."

Tak disangka-sangka anak itu berbalik tanya: "Wahai Khalifah! Apa di samping terdapat perintah anak berbakti kepada orang tua, terdapat juga ajaran orang tua bertanggung jawab kepada anaknya?".

Umar bin Khattab menjawab: "Ya, benar ada! Seharusnya seorang ayah menyenangkan dan mencukupi nafkah istri sekaligus ibu dari putra-putrinya, memberikan nama yang baik kepada putra-putrinya, serta mengajari putra-putrinya Al-Quran dan ajaran agama lainnya.”

Mendengar penjelasan Amirul Mukminin, anak laki-laki itu membalas: "Jika demikian, bagaimana aku berbakti kepada ayahku? Demi Allah, ayahku tak sayang kepada ibuku yang diperlakukan tak ubahnya seorang hamba sahaya.

Sekali-kalinya dia mengeluarkan uang untuk ibuku, sebanyak 400 dirham untuk menebus ibuku. Dia juga tak menamaiku dengan nama yang baik: Aku dinamai ayahku dengan nama "Juala" (Jadian). Dia juga tak mengajariku mengaji, satu ayat pun!”

Seketika itu Umar bin Khattab berpaling, matanya memandang tajam ke arah orang tua anak itu, sambil berkata: "Kalau begitu bukan anakmu yang durhaka, tetapi kamulah orang tua durhaka!"

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 13 April 2024
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:57
Ashar
15:14
Maghrib
17:56
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan