alexametrics
Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 26 November 2022
home edukasi & pesantren detail berita

Tantangan Pesantren di Era Digital, Antara Jaga Tradisi dan Adaptasi Teknologi

Muhajirin Sabtu, 22 Oktober 2022 - 10:00 WIB
Tantangan Pesantren di Era Digital, Antara Jaga Tradisi dan Adaptasi Teknologi
Membawa handphone mayoritas masih dilarang di Pesantren, jika ketahuan akan dihancurkan handphone-nya (Foto: Langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Alumnus Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM), Ilham Ibrahim, menilai, santri dan pesantren memiliki tantangan tersendiri di era disrupsi saat ini.

Ilham mengatakan, tantangan pesantren dan santri saat ini adalah adanya dilematis penyemaian modernitas atau merawat nilai-nilai tradisional. Dia mencontohkan penggunaan alat-alat teknologi modern seperti gawai yang kebanyakan masih dilarang di pesantren.

“Ini ujian paling membingungkan bagi dunia pesantren pada abad ke-21. Banyak orangtua santri sebelum memasukkan anaknya ke pesantren biasanya nanya, ‘di sini boleh bawa handphone apa tidak?’,” kata Ilham kepada Langit7.id, Sabtu (22/10/2022).

Penggunaan gawai atau handphone bagi santri menimbulkan dilematis bagi pengasuh pesantren. Jika gawai dilegalkan di pesantren, kata dia, apa bedanya antara asrama dengan kost.

Baca Juga: Mengapa Santri Haram Membawa HP ke Pesantren? Ini Penjelasannya

Kalaupun penggunaan gawai dilarang, Ilham menyebut ada orang tua handphone untuk anaknya di pesantren. Tak hanya, banyak pula santri yang menyelundupkan gawai tanpa sepengetahuan orang tua dan pengasuh pondok.

“Para santri biasanya diam-diam memiliki handphone. Sampai sekarang, persoalan handphone di asrama ini belum menemukan solusi paling memuaskan bagi kedua belah pihak (santri dan pengelola pesantren),” ujar Ilham.

Di sisi lain, pesantren juga memiliki tantangan tersendiri di era disrupsi saat ini. Menurut dia, era disrupsi bagi santri memberi peluang dan tantangan. Banyak pesantren gulung tikar karena sosok Kiai kharismatiknya meninggal dunia.

Ada pula pesantren yang tutup karena kekurangan fasilitas. Seperti tidak mampu menyediakan laboratorium komputer dan perangkat teknologi digital modern untuk membantu santri dalam proses belajar.

Baca Juga: Yenny Wahid Dirikan Pesantren Programmer di Sleman, Yogyakarta

Pesantren yang piawai memanfaatkan teknologi digital, memiliki kemungkinan besar untuk berkembang. Meski itu masih memerlukan pembuktian beberapa tahun ke depan.

“Karenanya, sangat penting bagi saya memiliki skill dalam bidang tulis menulis, sinematografi, fotografi, membuat video pendek,” ungkap Alumnus Ponpes Miftahul Ulum Muhammadiyah, Cibiuk Garut itu.

Menurut dia, konten-konten keagamaan di tangan seorang santri yang melek teknologi digital memiliki pengaruh luas di masyarakat, ketimbang ceramah dari mimbar ke mimbar.

Baca Juga: Pesantren Harus Melek Digital Atasi Otoritas Keilmuan yang Hilang di Medsos

Atas dasar itu, Ilham berpesan kepada seluruh santri di Indonesia untuk bersabar dan menyayangi diri sendiri. Santri perlu meluangkan waktu untuk mengucapkan terimakasih pada diri sendiri karena bisa bertahan di pesantren.

"Setiap malam sempatkan waktu buat ucapkan terimakasih pada tubuh kalian, kasih pujian terbaik untuk diri kalian karena telah berjuang bersama hingga bisa bertahan ditempa di pesantren. Jika telah berdamai dengan diri sendiri, insyaAllah segalanya tidak akan menjadi beban,” jelas Ilham.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
right-1 (Desktop - langit7.id)
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 26 November 2022
Imsak
03:56
Shubuh
04:06
Dhuhur
11:43
Ashar
15:07
Maghrib
17:56
Isya
19:10
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan