Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 25 Februari 2024
home sosok muslim detail berita

Sosok Al-Battani, Astronom Muslim Penemu Jumlah Hari dalam Setahun

ummu hani Senin, 24 Oktober 2022 - 11:35 WIB
Sosok Al-Battani, Astronom Muslim Penemu Jumlah Hari dalam Setahun
Al-Battani astronom muslim. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Jumlah hari dalam satu tahun mungkin dianggap sesuatu yang biasa saja. Namun siapa sangka, penghitungan astronomi ini ditemukan oleh sosok muslim pada abad pertengahan.

Ia adalah Abu Abdullah Muhammad Ibn Jabir Ibn Sinan Al-Battani Al-Harrani, atau Al-Battani yang juga dikenal sebagai Albategnius di Eropa.

Melansir About Islam, Senin (24/10/2022), Al-Battani merupakan seseorang yang lahir pada 858 M di Battan, negara bagian Harran. Ia dibesarkan dan dididik oleh ayahnya, Jabir Ibn San'an Al-Battani, yang juga seorang ilmuwan terkenal.

Baca juga: Bintang Sepak Bola Muslim Nigeria Bangun Sekolah untuk Warga Miskin

Setelah beranjak dewasa, Al-Battani kemudian pindah ke Ar-Raqqa, yang terletak di tepi sungai Efrat di Suriah. Di sana, Al-Battani menerima pendidikan lanjutan dan memulai karirnya sebagai seorang sarjana.

Al Battani tumbuh sebagai pengamat terkenal dan pemimpin di bidang geometri, astronomi teoretis dan praktis, serta ahli astrologi. Ia menyusun sebuah karya astronomi dengan tabel berisi pengamatannya tentang matahari dan bulan.

Pengamatan tersebut dideskripsikan dengan akurat terkait gerakan matahari dan bulan. Al Battani berhasil menjelaskan gerakan lima planet serta perhitungan astronomi lainnya dengan pengamatan lebih baik.

Ia memiliki karya yang sangat populer, yaitu Kitab al Jiz, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Buku tersebut banyak dikutip para astronom, termasuk Copernicus.

Buku tersebut berisi katalog 489 bintang yang menyempurnakan nilai panjang tahun matahari atau 365 hari, 5 jam, 48 menit, dan 24 detik dalam satu hari. Al-Battani menghitung 54,5 inci per tahun untuk persisi ekuinoks dan memperoleh nilai 23,35 untuk kemiringan ekliptika.

Baca juga: Prof Sardjito: Pejuang Ilmuan Bidang Pendidikan dan Kesehatan Asal Magetan

Dalam penemuan ini, alih-alih menggunakan metode geometris seperti Ptolemy, Al-Battani justru memakai metode trigonometri, yang merupakan kemajuan penting. Ia memberikan rumus trigonometri penting untuk segitiga siku-siku seperti: b sin(A) = a sin(90-A).

Sebagai informasi, Ptolemy juga merupakan ahli matematika, astronomi, dan geografi, yang tinggal kota Alexandria, sebuah wilayah di Mesir yang dikuasai kerajaan Romawi pada masa itu.

Al-Battani menunjukkan jarak terjauh matahari dari bumi yang bervariasi. Ini yang mengakibatkan berbagai fenomena gerhana matahari.

Pengaruh Ptolemy pada semua astronom abad pertengahan sangat kuat. Hal tersebut membuat para astronom ternama, termasuk Al-Battani tidak berani mengklaim nilai jarak bumi dan matahari berbeda dari yang diberikan oleh Ptolemy. Namun, Al-Battani menyimpulkan nilai dari pengamatannya sendiri sangat berbeda dari Ptolemy.

Meski demikian, penemuan-penemuan asli Al-Battani dalam astronomi dan trigonometri memiliki konsekuensi besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Al-Battani memiliki pengaruh besar pada ilmuwan seperti Tyco Brahe, Kepler, Galileo dan Copernicus. Al-Battani menghasilkan pengukuran lebih akurat gerakan matahari daripada Copernicus.

Baca juga: Sosok Jusuf Hamka, Bos Jalan Tol yang Pilih Hidup Sederhana

Pengaruh besar Al-Battani dalam matematika adalah penggunaan rasio trigonometri seperti yang kita gunakan saat ini. Ia orang pertama yang mengganti penggunaan akord Yunani dengan sinus. Al-Battani juga mengembangkan konsep kotangen.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 25 Februari 2024
Imsak
04:32
Shubuh
04:42
Dhuhur
12:09
Ashar
15:16
Maghrib
18:16
Isya
19:26
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan