alexametrics
Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 07 Februari 2023
home community detail berita

Tanah Karo, Saksi Kisah Perjuangan Dai dan Minoritas Muslim

Andi Muhammad Kamis, 27 Oktober 2022 - 22:32 WIB
Tanah Karo, Saksi Kisah Perjuangan Dai dan Minoritas Muslim
Tanah Karo, Saksi Kisah Perjuangan Dai dan Minoritas Muslim. Foto: Dok Laznas Dewan Dawah.
LANGIT7.ID, Jakarta - Berdakwah di pedalaman memang penuh dengan tantangan. Apalagi bagi para dai yang harus bersyiar Islam di wilayah minoritas muslim. Kali ini kabar itu datang dari Tanah Karo, wilayah yang mayoritas ditempati oleh masyarakat non muslim.

Ialah Ustaz Muhammad Iqbal Fathulhaq, dai muda Dewan Da'wah yang sudah satu tahun lebih mengabdi di sana, tepatnya Desa Kacinambun, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Tanah Karo, Saksi Kisah Perjuangan Dai dan Minoritas Muslim

“Ketika saya datang pun, memang jarang sekali terlihat anak anak muslim di sini, kalau ada anak anak pun itu bukan muslim. Jadi cukup berat juga,” kata dai muda Ustadz Iqbal Fathulhaq dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (27/10/2022).

Baca Juga: STID Mohammad Natsir Wisuda 91 Dai, Ini Pesan Ketum Dewan Da’wah

Kondisi di sana begitu memprihatinkan. Jangankan dengan syariat islam, anak anak harus rela menempuh pendidikan di sekolah non muslim yang membuat mereka sangat awam dengan ajaran agama sendiri.

Tanah Karo, Saksi Kisah Perjuangan Dai dan Minoritas Muslim

Rumah warga yang cukup jauh dari masjid karena berada di ladang ladang membuat ustaz Iqbal tak mudah menjangkau mereka. Belum lagi, banyaknya hewan najis yang berkeliaran di sekitar masjid membuat masyarakat bertambah enggan untuk beribadah ke sana.

Meski begitu, kehadiran ustaz Iqbal pelan tapi pasti mulai membuahkan hasil. Alhamdulillah kini binaannya terus bertambah hingga ia harus merombak jadwal belajar untuk menyesuaikan.

Setiap Sabtu sampai Kamis siang ia mengajar TPA anak anak di Masjid Al-Arif. Adapun sorenya setiap pekan sekali, ia mengajar pengajian umum mengenai fikih kepada masyarakat umum.

Ustaz Iqbal mengajarkan anak-anak banyak hal, mulai dari baca iqra’ dan Al-Qur’an, aqidah dan fikih, hafalan doa-doa dan surat-surat pendek, hingga kaderisasi pecinta masjid.

Baca Juga: Adian Husaini: Konsep Indonesia Emas 2045 Perlu Ditinjau Ulang

Kini, TPA mulai ramai kembali dengan gerak dakwah Ustaz Iqbal. Kedatangannya membawa kebaikanluas. Bahkan, dengan perkembangan anak-anak mengaji, orang tua mereka ikut melakukan syukuran yang biasa disebut kuludan, yaitu kegiatan syukuran ketika seorang anak sudah menyelesaikan tahapan belajar Iqra, tilawah sampai juz 15, dan khatam tilawah.

Tanah Karo, Saksi Kisah Perjuangan Dai dan Minoritas Muslim

“Kami sangat mendukung kegiatan pengajian ini. Walaupun masyarakat di sini masih sulit untuk beribadah, semoga yang ada sekarang bisa Istiqamah belajar dan beribadah,” ucap nadzir masjid.

Mengajari Anak-Anak yang Tak Bisa Sekolah

Selain itu, Ustaz Iqbal juga membina anak-anak yang tidak bisa sekolah formal. Ketiadaan biaya yang cukup juga membuat sebagian anak-anak binaannya tidak bisa mengenyam pendidikan di sekolah.

Ketidaksanggupan mereka terhadap biaya, membuat mereka tidak sekolah dan harus membantu orang tua di ladang. Awalnya anak-anak ini tidak pernah ke masjid, namun dengan semakin seringnya mereka melihat dakwah Ustaz Iqbal melalui kegiatan-kegiatan mengajinya di masjid, lama-lama mereka tertarik.

Tanah Karo, Saksi Kisah Perjuangan Dai dan Minoritas Muslim

Ramadhan kemarin mereka datang ke masjid untuk ikut shalat tarawih dan ikut belajar. Bahkan, setelah ramadan pun mereka meminta Ustaz Iqbal agar tetap bisa mengajari mereka lagi.

Baca Juga: 91 Tahun Syed Naquib Al-Attas, Bangun Kerangka Berpikir Islami Hadapi Modernisasi

Lelah pasti terasa setelah mereka membantu bekerja di ladang, sehingga terkadang mereka izin istirahat. Namun, meskipun masih Iqra’, mereka tetap semangat untuk belajar mengaji.

Tanah Karo, Saksi Kisah Perjuangan Dai dan Minoritas Muslim

Sedikit demi sedikit Ustaz Iqbal ajarkan mereka tahsin dasar. Mulai setelah shalat Maghrib atau Isya, mereka belajar. Dengan sabar Ustaz Iqbal perkenalkan huruf-huruf hijaiyyah satu per satu, masing-masing dieja, ditirukan, dan dibenarkan cara pengucapannya.

Nyatanya, keberadaan guru ngaji dan Al-Qur’an memiliki peran yang sangat penting dalam pembinaaan anak-anak di Tanah Karo ini, agar mereka terbentengi dari pengaruh negatif kemajuan zaman. Besar harapan, tidak ada cita-cita lain melainkan terlahirnya generasi qur’an yang kelak bisa membangun negeri dan daerahnya di Tanah Karo, Sumatera Selatan ini.

Baca Juga: Jufi-Laznas Dewan Dawah Tebar Paket Makanan di Kampung Pejuang Subuh

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
right-1 (Desktop - langit7.id)
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 07 Februari 2023
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
12:10
Ashar
15:27
Maghrib
18:20
Isya
19:32
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan