Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 25 Februari 2024
home edukasi & pesantren detail berita

Rasa Penasaran dan Haus Ilmu Antar Ilmi Raih Gelar Doktor ITB di Usia 26 Tahun

Fifiyanti Abdurahman Jum'at, 28 Oktober 2022 - 08:58 WIB
Rasa Penasaran dan Haus Ilmu Antar Ilmi Raih Gelar Doktor ITB di Usia 26 Tahun
Moh Mualliful Ilmi, wisudawan doktor termuda Institut Teknologi Bandung. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Wisudawan doktor termuda Institut Teknologi Bandung Moh. Mu'alliful Ilmi meyakini rasa keingintahuan atau curiosity merupakan ruh ilmu pengetahuan. Dalam menyelesaikan studi doktoralnya di Program Studi Kimia, di usia 26 tahun, Ilmi berpegang teguh pada prinsip tersebut.

Menurutnya rasa ingin tahu dan haus akan ilmu membuatnya terbuka dengan pengetahuan multidisiplin. Dia pun mengaku terus mengikuti dinamisasi penelitian yang sejalan dengan topik penelitiannya.

Baca juga: Misteri Basmalah dalam Disertasi Doktoral Immanuel Kant

Di samping itu, pemaknaan akan hakikat ilmu pengetahuan juga merupakan esensi dari proses belajar.

Menurut Ilmi, yang berhasil mempublikasikan paper reviewnya di Journal Archaelogical and Anthropological Sciences ini, saat menjalani proses belajar perlahan akan menemukan relevansi ilmu dalam kehidupan.

“Jangan terlalu memikirkan belajar buat apa, kenapa sih kita belajar ini. Kita jalani dulu, nanti sambil berjalan kita akan menemukan sendiri kegunaan dari ilmu yang kita pelajari,” ungkap Ilmi seperti dikutip dari laman ITB, Jumat (28/10/2022).

Dia mengakui, selama menjalani studi doktoral dirinya dituntut membagi waktu antara akademik dan keluarga. Namun, ada tips yang membuatnya berhasil menyelesaikan studi tepat waktu.

Hal pertama adalah melakukan segala sesuatu dengan terarah. Kemudian selalu berprogres seiring waktu tidak masalah sekecil apa progres tersebut.

Tips ketiga, mengatur skala prioritas untuk efisiensi waktu, tenaga, dan pikiran. Selanjutnya, fokus pada tujuan dan motivasi awal agar etos kerja tetap terjaga. Sedangkan langkah terakhir adalah mengenali cara belajar agar mempermudah penyerapan pengetahuan dan implementasinya.

Baca juga: Hebat, Muslimah Alumnus Unhas Raih Gelar Doktor di Irlandia pada Usia 25 Tahun

Prinsip dan tips tersebut dijalani Ilmi hingga akhirnya berhasil menyelesaikan studi doktoral lebih cepat dan menjadi wisudawan S3 termuda Wisuda Pertama ITB Tahun Akademik 2022/2023.

Sebagai informasi, disertasi Ilmi berjudul "Aspek Kimia pada Diskolorasi Gambar Cadas Maros-Pangkep dan Lembata” berangkat dari hasil penelitiannya tentang aspek kimiawi yang berperan dalam perubahan warna pada lukisan prasejarah.

Tujuan penelitian tersebut adalah untuk mengetahui komposisi pigmen warna yang digunakan dan menentukan strategi konservasi untuk lukisan purba.

“Pembimbing ke-2 saya, Dr. Pindi Setiawan, M.Si., meninggal dunia satu bulan setelah ujian disertasi saya, dan itu menjadi pengalaman menyedihkan selama studi S3. Semoga saya dapat meneruskan cita-cita beliau untuk melanjutkan penelitian terkait lukisan prasejarah di Indonesia.”

Fokus penelitiannya tersebut juga berhasil mengantarkan Ilmi untuk menjadi pembicara pada European Synchrotron Radiation Facility (ESRF) di Grenoble tahun 2020 lalu. Dalam acara tersebut Ilmi mempresentasikan hasil penelitiannya terkait analisis sifat fisikokimia pigmen gambar cadas di Situs Karim, Sangkulirang, Kalimantan Timur.

Baca juga: Berkontribusi pada Perdamaian Dunia, Alumnus Gontor Raih Doktor Honoris Causa

Perannya di ESRF 2020 membuahkan kerja sama sehingga ia diberikan kesempatan untuk mengirimkan sampel ke ESRF untuk dianalisis lebih lanjut. Hal ini tentu saja merupakan pengalaman yang sangat berharga mengingat ESRF merupakan fasilitas penelitian ternama di Eropa.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 25 Februari 2024
Imsak
04:32
Shubuh
04:42
Dhuhur
12:09
Ashar
15:16
Maghrib
18:16
Isya
19:26
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan