LANGIT7.ID, Jakarta -
Sepak bola seharusnya menjadi olahraga universal yang bisa dinikmati berbagai kalangan, termasuk bagi mereka yang disabilitas netra. Semangat inilah yang senantiasa diusung Blind Semeton Dewata, komunitas
tunanetra pendukung Bali United dalam setiap pertandingan.
Meski tidak bisa melihat, kecintaan mereka selalu berada di samping skuad Serdadu Tridatu dalam setiap laga, baik di depan layar televisi maupun hadir ke stadion Dipta. Semuanya dilakukan hanya dengan mendengar dan merasakan perjuangan Spasojevic dan kawan-kawan di atas lapangan.
Pande Putu Rifan adalah ketua dari komunitas tunanetra yang mendukung perjuangan
Bali United. Komunitas ini dibentuk pada 2019 lalu dibantu oleh salah seorang guru di sekolah berkebutuhan khusus di Denpasar, Nyoman Sudarma Putra.
Nyoman Sudarma menjadi pembina
komunitas dari Rifan dan kawan-kawan tersebut. Dia membantu kawan tunanetra agar bisa menikmati jalannya pertandingan.
Baca Juga: Komunitas Wartawan Sepakbola Galang Donasi untuk Korban KanjuruhanKetika mereka mengikuti pertandingan, biasanya ada pendamping atau kerabat keluarga disampingnya yang menjelaskan jalannya pertandingan. Mereka dengan semangat antusias juga merasakan apa yang terjadi secara nyata di lapangan.
Terakhir kali Blind Semeton Dewata hadir secara langsung ke Stadion Dipta adalah saat Bali United sukses mengalahkan RANS Nusantara FC (4/8) dengan skor 3-2 di kandang. Sepanjang 90 menit dari atas tribun, Rifan dan Komunitas Blind Semeton Dewata sangat antusias merasakan dan melihat dengan hati perjuangan Spasojevic cs mengalahkan The Phoenix.
"Saya sebagai pendamping Rifan dan teman-teman dari komunitas Blind Semeton Dewata sudah tiga kali mengajak mereka untuk hadir mendukung langsung tim Bali United di stadion Dipta. Meski mereka tidak bisa melihat namun mereka bisa merasakan atmosfer pertandingan stadion Dipta," kata Nyoman Sudarma.
Meski tidak bisa melihat seperti apa penampilan Spaso, aksi Nadeo menjaga gawang atau pun instruksi
Coach Teco dari pinggir lapangan, jika mata hati yang melihat dipastikan bisa merasakan. Nyoman dengan sabar menuntun langkah demi langkah kaum tunanetra ini memasuki Stadion Dipta atau pun menjalani kegiatan yang berkaitan dengan Bali United.
"Kalau biasanya kami menikmati pertandingan langsung dari TV dengan mendengarkan komentator. Namun, di dalam stadion, kami mengikuti euforia suporter lain yang ada di stadion," ujar Rifan.
Baca Juga: Hayrat Foundation Siapkan Fasilitas Khusus untuk Kelompok Difabel"Ada juga pendamping yang masih bisa melihat, jadi dia akan mendeskripsikan apa yang terjadi di atas lapangan. Jadi, berdasarkan itu kami akan terbawa suasananya," tambah Rifan menerangkan.
Cinta mampu membentuk kesetiaan terhadap hal yang dicintai mereka, yaitu Bali United. Nyoman pun mendoakan perjalanan Bali United di berbagai kompetisi agar tim asal pulau dewata ini semakin sukses dan berkembang menjadi salah satu tim berkualitas dari Indonesia.
Harapan juga diberikan oleh Rifan. Pemuda yang mengidolakan Eber Bessa sejak kedatangannya untuk Bali United di musim lalu ini memiliki keinginan agar Serdadu Tridatu bisa menjadi pelopor tim sepak bola disabiltas di Indonesia. Tim ini nantinya bisa memiliki bersaing di kompetisi lokal dan internasional untuk kaum berkebutuhan khusus.
"Semoga Bali United bisa menjadi pelopor untuk membuat tim sepak bola tuna netra. Saya sering mendengar ada olimpiade untuk disabilitas. Semoga Bali United menjadi tim pertama yang membentuk tim sepak bola tunanetra di Indonesia," harap Rifan.
Dukungan Komunitas Blind Semeton Dewata bukan hanya dari bangku tribun atau depan layar televisi. Kecintaan mereka terhadap Serdadu Tridatu dituangkan juga melalui
chants ciptaan mereka yang berjudul 'Untukmu Serdadu Tridatu'.
Baca Juga:
Stafsus Presiden: Negara Jamin Hak Difabel Belajar Agama
Mimbar Langit7: Kesetaraan Hak Difabel Harus Diperjuangkan(gar)