alexametrics
Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 07 Februari 2023
home global news detail berita

Melirik 7 Karya Seni Jelang KTT G20 di Bandara Ngurah Rai Bali

hasanah syakim Ahad, 13 November 2022 - 07:05 WIB
Melirik 7 Karya Seni Jelang KTT G20 di Bandara Ngurah Rai Bali
Melirik 7 Karya Seni Jelang KTT G20 di Bandara Ngurah Rai Bali. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Tujuh karya seni Bali terpajang di terminal kedatangan internasional untuk menyambut para delegasi KTT G20. Karya-karya ini merupakan hasil dari karya seni buatan pengrajin lokal di Bali.

PT Angkasa Pura 1 menyajikan instalasi seni di beberapa titik di Bandara Internasional Ngurah Rai agar para delegasi bisa mengenal keanekaragaman budaya dan kehidupan masyarakat. Serta diharapkan dapat membangkitkan ekonomi dan membuka peluang lapangan kerja, bagi para pelaku ekonomi kreatif di Bali.

"First impression menjadi satu hal yang penting. Presidensi G20 Indonesia akan menjadi etalase bagi ragam budaya yang dimiliki Indonesia," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno dikutip Ahad (13/11/2022).

Baca Juga: FBI Sita Domain Situs E-Book Z-library

Adapun ketujuh karya seni Bali ini meliputi:

1. Paradise Scape (I Wayan Upadana)

Paradise Scape menjadi sebuah seni instalasi 3D yang menggabungkan berbagai media, mulai dari resin, video, layar LED, dan kaca. Kesenian ini merepresentasikan kehidupan sehari-hari, di mana manusia merupakan perpaduan antara kepribadian dalam diri sendiri dan lingkungan sekitar.

2. Palemahan (Raka Bernat)

Palemahan tersebar di tiga titik area kedatangan internasional bandara, kesenian ini dibangun dengan bahan kayu, rotan, bambu, dan daun lontar.

Setiap segmen menceritakan kisah mitologis terkait Barong Mina (mencerminkan keajaiban abadi hutan), Bedawang Nala (melambangkan elemen dasar bumi), dan Garuda (memberikan bimbingan dan perlindungan di langit).

Setiap cerita adalah pengingat akan sifat dunia yang tangguh dan kekuatannya untuk menopang kehidupan serta makhluk yang hidup di dalamnya.

3. Tree of Life (Gus Ari)

Karya ini merupakan metafora umum yang melambangkan keterkaitan semua makhluk hidup di alam semesta ini. Sehingga karya seni ini merupakan bentuk apresiasi terhadap Tanah Air yang membentuk ekosistem meliputi manusia, sekaligus sebagai paradigma provokatif untuk mengontemplasikan kreativitas, menghadirkan ilmu, kearifan leluhur, serta wawasan dalam diri seseorang.

4. Mataya Gate (Yoka Sara)

Mataya Gate ini ditempatkan di terminal keberangkatan internasional bandara, karya seni khusus ini menggambarkan gerbang persembahan yang membawa pengunjung pulang dengan selamat.

5. Wana Rupa Segara Gunung (Kadek Dwi Armika)

Karya seni ini merupakan sketsa tradisi Bali yang menggambarkan hubungan baik, harmonis, dan seimbang antara manusia, lingkungan, dan Tuhan. Segara Gunung adalah konsep dunia modern yang melekat dan dimodifikasi, menggambarkan siklus kehidupan dari lahir, hidup, sampai mati di antara orang Bali yang memertahankan di antara riak pariwisata.

6. Kontruksi Semesta (Made Wiguna Valasara)

7. Nawa Dewata (Atelier Seni)

Baca Juga:
Muslim Amerika Serikat Catat Kemenangan Politik Terbesar di Pemilu Sela 2022


(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
right-1 (Desktop - langit7.id)
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 07 Februari 2023
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
12:10
Ashar
15:27
Maghrib
18:20
Isya
19:32
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan