Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 13 April 2024
home masjid detail berita

Sejarah Masjid Katangka, Tertua di Sulsel Berusia 4 Abad Lebih

Andi Muhammad Selasa, 15 November 2022 - 10:41 WIB
Sejarah Masjid Katangka, Tertua di Sulsel Berusia 4 Abad Lebih
Sejarah Masjid Katangka, Tertua di Sulsel Berusia 4 Abad Lebih. Foto: Kabar Makassar.
skyscraper (Desktop - langit7.id)
LANGIT7.ID, Jakarta - Masjid Al-Hilal atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Katangka merupakan salah satu bangunan tertua di Indonesia dengan segudang sejarah. Rumah ibadah yang satu ini berdiri sejak tahun 1603.

Melansir laman Kabar Makassar, masjid ini didirikan oleh Raja Gowa yang ke 14 bernama I Mangngerangi Daeng Manrabbia Sultan Alauddin Tumenanga Ri Gaukanna. Sesuai dengan namanya 'Katangka', masjid ini awalnya berbahan dasar kayu yang berasal dari pohon Katangka.

Rumah ibadah umat Islam yang berlokasi di Jalan Syech Yusuf Nomor 57, Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa ini mengalami renovasi sebanyak tujuh kali. Renovasi pertama dilakukan Raja Gowa ke-30 maulana Sultan Abdul Rauf, pada tahun 1800 dan terakhir di renovasi pada tahun 1980 oleh Gubernur Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo Simbol Persahabatan UEA-Indonesia

Selain itu, Masjid Tua Katangka memiliki tembok tebal yang sengaja dibangun sebagai benteng pertahanan melawan penjajah Belanda. Kala itu, Belanda menyerang Kerajaan Gowa dan masjid inilah yang menjadi tempat berlindung mereka dari serangan penjajah.

Sayangnya, saat ini sejumlah peninggalan kerajaan yang ada di masjid tersebut sudah lama hilang. Ini dikarenakan pada masa pemberontakan banyak masyarakat yang masuk dan mengambil sejumlah barang termasuk hiasan dan lampu antik zaman kerajaan Gowa.

Masjid Katangka berdiri di atas tanah sekitar 150 meter persegi dengan ciri khas atap dua lapis menyerupai Joglo. Kedua atap tersebut memiliki makna sebagai dua kalimat syahadat.

Adapun perpaduan budaya yakni Tionghoa, hal ini terlihat pada atap mimbar yang mirip bentuk atap klenteng. Keramik yang terpasang pun konon katanya dibawa langsung dari Tionghoa karena salah satu arsiteknya berasal dari sana.

Baca Juga: Intip Keindahan Masjid Apung Makassar, Sejuk dan Mempesona

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 13 April 2024
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:57
Ashar
15:14
Maghrib
17:56
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan