LANGIT7.ID, Jakarta - Aksi
bom bunuh diri yang dilakukan seorang residivis kasus
terorisme berinisial AM (35) bukan lah jihad di jalan Allah SWT, melainkan tindakan kriminalitas.
Pengertian jihad saat ini dipandang negatif karena ulah para pelaku terorisme. Istilah ini harus diluruskan, bahwa berjuang mendapatkan
mati syahid bukan dengan cara tersebut.
Pendakwah
Ustadz Adi Hidayat (UAH) menegaskan bahwa jihad itu bukan menyerang orang yang tidak bersalah. Namun membela ketika diserang dengan niat karena Allah SWT.
"Jihad itu bukan melukai orang, bahkan dalam konteks peperangan pun bukan memerangi orang tapi membela ketika diserang. Negara diserang kita bela niatkan karena Allah," kata UAH dikutip di kanal Youtubenya, Kamis (7/12/2022).
Baca Juga: Bom Bandung, MUI: Tak Ada Ajaran Agama Benarkan Aksi Bunuh DiriKonsep jihad yang dilakukan para teroris itu sangat menyimpang dari ajaran Allah SWT. Karenanya tindak pengeboman tidak boleh dikategorikan dalam konteks jihad.
Mengutip buku Damai Bersama Alqur’an karya Muchlis M, Al-Raghib al-Asfahani memaparkan terdapat tiga jenis jihad yakni Mujahadh al-aduw az-zahir (jihad menghadapi musuh yang nyata). Kedua, mujahadah asy-syaitan (jihad menghadapi syetan). Ketiga, Mujahadah an-nafs (jihad memerangi hawa nafsu).
Menurut Muchlis, jihad memang merupakan salah salah satu istilah yang sering salah dipahami artinya. Saat ini konteks jihad identik dengan senjata, bom, dan tumpah darah orang-orang yang tidak bersalah.
Jihad dipandang negatif oleh kebanyakan orang sebab ulah para teroris yang salah mengartikan jihad. Bagi mereka, kewajiban berjihad dimaknai sebagai kewajiban memerangi orang-orang kafir dan munafik sampai mereka masuk Islam.
Oleh karena itu, aksi jihad ala-ala teroris adalah sebuah tindak kriminal dan tidak bisa dikategorikan dalam konteks jihad yang sesungguhnya. Menurut Muchlis, perang hanyalah salah satu bentuk jihad yang dilakukan dalam kondisi tertentu.
(bal)