Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home masjid detail berita

Hukum Salat dengan Pakaian Kotor, tapi Belum Terkena Najis

mahmuda attar hussein Jum'at, 09 Desember 2022 - 06:00 WIB
Hukum Salat dengan Pakaian Kotor, tapi Belum Terkena Najis
Ilustrasi salat dengan pakaian kotor tapi belum terkena najis. (Foto: Istimewa).
LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam diminta mengenakan pakaian terbaik dan wewangian ketika salat, apalagi di hari Jumat. Namun bagaimana bila salat dengan pakaian kotor?

Pendakwah Buya Yahya mengatakan, memang tidak semua orang bisa memenuhi kesempurnaan berbusana ketika salat, di antaranya mereka yang bekerja kasar.

"Mereka bertani di tengah sawah, mau pulang jauh, sementara bajunya kotor, maka orang ini boleh salat bahkan di tanah yang berlumpur," kata Buya Yahya dikanal YouTubenya, Kamis (8/12/2022).

Baca Juga: Boleh Dipakai Saat Salat, Begini Cara Kenali Kuteks Halal

Ada sejumlah profesi lainnya yang memaksa seseorang beribadah dengan pakaian kotor seperti mekanik, kuli bangunan dan lainnya. Tapi syaratnya pakaian tersebut belum terkena najis.

"Memang salat yang utama adalah dengan mengenakan pakaian terbaik, jadi bisa dengan bawa baju ganti ketika kerja. Tapi sekalipun tak memungkinkan, maka salat lah dan tetap sah salatnya," ujar dia.

Pengasuh LPD dan Pondok Pesantren Al Bahjah ini mengingatkan agar para pendakwah tidak mempersulit urusan salat bagi jemaahnya. Khususnya dalam perkara salat dengan pakaian yang kotor.

"Sebab orang yang meninggalkan salat hukumannya sangat besar, neraka tempatnya. Sementara di sisi lain ada hamba Allah yang meninggalkan salat karena dia tidak tahu bahwa salat itu mudah," katanya.

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)