Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 25 April 2024
home edukasi & pesantren detail berita

Geliat Surau Kabah Madani Jadi Pusat Belajar Qur'an di Pedalaman Kalimantan

Muhajirin Sabtu, 17 Desember 2022 - 19:04 WIB
Geliat Surau Kabah Madani Jadi Pusat Belajar Qur'an di Pedalaman Kalimantan
Para santri Rumah Quran Nuri belajar Al-Quran di Surau Kabah Madani (foto: istimewa)
skyscraper (Desktop - langit7.id)
LANGIT7.ID, Lamandau - Salah satu upaya dakwah terberat adalah berdakwah di pedalaman. Tugas dakwah itu diambil oleh para da'i yang mendirikan Surau Ka’bah Madani. Surau ini menjadi pusat pendidikan Islam dan Al-Qur'an di pedalaman Kalimantan, yakni terletak di ujung desa transmigrasi di desa Bukit Indah E3 RT 01/ RW 01, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.

Surau yang diasuh seorang da'i muda bernama Ahmad Zailani itu dibangun dengan bangunan sementara di atas tanah wakaf dari warga. Meski kecil dan bangunan belum permanen, tapi punya kontribusi dan manfaat yang permanen.

"Itulah mengapa, spirit Surau ini ‘menebar sejuta manfaat’,” kata Zailani kepada Langit7.id, Sabtu (17/12/2022).

Letak surau ini berjarak 15 km dari pusat Kabupaten Lamandau. Akses jalan ke desa itu belum bagus, masih tanah bebatuan, kalau hujan becek dan berlumpur. Bahkan lubang jalan bisa sampai menenggelamkan ban truk.

Baca Juga: Adian Husaini: Pengiriman Dai ke Pedalaman Merupakan Langkah Strategis

"Kalau musim panas debunya sangat tebal. Sehingga akses kota ke desa kami cukup menantang,” ujar Zailani.

Geliat Surau Ka’bah Madani Jadi Pusat Belajar Qur'an di Pedalaman Kalimantan

Sekeliling surau dikelilingi pohon sawit. Itu karena di sekitar rumah warga ditanami sawit secara mandiri, sebab dirasa cukup potensi menjadi sumber penghasilan. Sehingga, yang dulu pekarangan dan sawah sekitar rumah, sekarang jadi pohon sawit.

Jadi Pusat Pendidikan Islam dan Al-Qur’an

Zailani menceritakan, kehadiran Surau Ka’bah Madani ingin menjadi tempat yang nyaman buat masyarakat mengakses pendidikan berbasis Al-Qur’an. Surau ini memiliki lembaga pendidikan formal dan nonformal.

“Kalau formal, ada mulai dari TK Islam Madani sudah jalan dua tahun. Nonformal Rumah Qur’an Nuri yang sudah masuk sekitar tiga tahun,” ujar Zailani.

Rumah Qur’an tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat setempat. Lembaga itu dikelola secara profesional menggunakan semua potensi yang ada. Di sisi lain, orang tua tidak dibebani biaya pendidikan alias gratis.

Baca Juga: Prof. Sutrisno: Pendidikan Islam Miliki Peran dalam Proses Perbaikan Indonesia

Zailani tahu masyarakat setempat bukan dari kalangan mampu. Maka, Surau Ka’bah Madani hadir untuk memenuhi kebutuhan pendidikan Islam anak-anak di sana. Hal itu rupanya mendapat dukungan penuh dari masyarakat, bahkan dari pemerintah setempat.

Geliat Surau Ka’bah Madani Jadi Pusat Belajar Qur'an di Pedalaman Kalimantan

“Bahkan, yang mewakafkan tanah ke surau ini berharap ke depan tanah wakaf ini menjadi pondok pesantren. Hanya saja kita masih berproses, sehingga kita menikmati yang ada dulu dengan pola yang ada,” ujar Zailani.

Usung Konsep Belajar Sambil Beramal

Zailani menjelaskan, konsep Surau Ka’bah Madani adalah menebar manfaat sebanyak-banyaknya. Maka itu, surau ini hadir bukan hanya sebagai lembaga pendidikan Islam saja. Ada pula program sosial yang menjadi ladang amal para santri.

“Kenapa? Karena memang kita ingin masyarakat itu merasakan dampak atau manfaat kehadiran dari Surau Ka'bah Madani ini,” kata Zailani.

Program sosial ini diampu oleh tim Baitul Maal Madani yang menghimpun zakat, infaq dan wakaf (ziswaf). Dana ziswaf yang dikumpulkan dikelola secara profesional lalu didistribusikan kepada masyarakat dan santri.

Baca Juga: Cetak Generasi Quran, Ini 5 Rumah Tahfiz Punya Artis Indonesia

Ada banyak program dari baitul maal tersebut. Mulai dari bantuan untuk masyarakat yang sakit, hadiah untuk pejuang Qur’an, hadiah untuk santri, hadiah untuk guru ngaji, sedekah Jumat, hingga bagi-bagi takjil saat Ramadhan.

“Hari ini, kita coba salurkan untuk fasilitas pembangunan asrama santri penghafal Alquran, karena masyarakat di sini sudah menginginkan kalau bisa santri itu sudah bisa menginap. Beberapa kali memang santri itu menginap, karena dulu pernah camping saat Ramadhan, dan sebagainya. Mereka senang banget,” ungkap Zailani.

Baitul Maal Madani dilengkapi dengan Dapur Umum yang dikelola wali santri. Mereka bertugas menyediakan makanan dan minuman tiap kali ada program sosial ataupun agenda besar. Mereka bekerja dengan solid, sehingga manfaatnya sangat terasa.

Geliat Surau Ka’bah Madani Jadi Pusat Belajar Qur'an di Pedalaman Kalimantan

“Tim dapur umum juga sudah satu tahun terbentuk, dan sangat solid. Tim ini juga yang mensupport program camping, dan lain-lain. Tim ini kumpulan dari wali santri, ada enam orang. Kadang dibantu warga lain,” ujar Zailani.

Zailani juga membentuk Komunitas Pemuda Keren (KPK) sebagai eksekutor program Baitul Maal Madani. Santri-santri ini yang terjun ke lapangan membagi-bagikan bantuan ke tengah masyarakat. Bahkan, mereka terjun membantu korban terdampak bencana alam yang ada di Kalimantan.

Baca Juga: Pesantren Lansia, Tempat Warga Belajar Al Quran di Usia Senja

“Mereka ini yang menjadi tenaga lapangan yang siap mendistribusikan (bantuan) ke manapun, bahkan ke daerah-daerah bencana. Jadi selain belajar, mereka diikutsertakan dalam melakukan amal sosial. Belajar ngaji, ya belajar beramal shalih,” ujar Zailani.

Berdayakan Santri dengan Wirausaha

Tak hanya program sosial, Surau Ka’bah Madani juga mendidik para santri untuk berwirausaha. Usaha yang dijalankan sederhana saja, seperti jual jajanan untuk anak-anak yang belajar Qur’an di tempat tersebut.

“Kita jual jajanan, makanan ringan, air mineral, gitu-gitu. Untuk kebutuhan anak anak, karena anak anak ngaji kadang perlu jajan, sehingga kita sediakan. Bahkan, pernah ada produksi sendiri,” ujar Zailani.

Zailani mengungkapkan, wirausaha itu bertujuan mendidik santri hidup mandiri dan punya skill berdagang. Mereka tidak terfokus pada keuntungan materi, tapi lebih kepada pembelajaran melalui proses wirausaha tersebut.

“Kita fasilitas agar mereka ini punya pengalaman berwirausaha, mandiri, mengelolah uang, dll. Sehingga harapannya bukan sekadar untung materi, tapi ada pembelajaran di sini. Ini yang ingin kita terapkan di sini. Konsepnya, belajar dan beramal. Mereka belajar teori, tapi mereka juga praktik,” ujar Zailani.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 25 April 2024
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:51
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan