Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 25 April 2024
home lifestyle muslim detail berita

Makna Dibalik Pemberian Bisht pada Messi, Tanda Kehormatan

Fifiyanti Abdurahman Sabtu, 24 Desember 2022 - 08:03 WIB
Makna Dibalik Pemberian Bisht pada Messi, Tanda Kehormatan
Lionel Messi mengenakan jubah tradisional Arab Saudi, bihst yang melambangkan kekayaan dan prestise. Foto: Istimewa.
skyscraper (Desktop - langit7.id)
LANGIT7.ID, - Pernahkah Anda terpikir, pakaian wisuda atau toga mengingatkan pada pakaian tradisional Arab? Kemudian saat pesepak bola Argentina, Lionel Messi dipakaikan jubah bernama 'Bisht' oleh Emir Qatar, Syekh Tamim bin Hamad al Tsani.

Saat melihat baju ala syekh itu dikenakan ke Messi, pernahkan Anda bertanya-tanya mengapa jubah tradisional Arab disematkan padanya?

Baca juga: Mengenal Bisht, Jubah Dipakai Messi saat Angkat Trofi Piala Dunia 2022

Mengutip About Islam, semua ini berkaitan dengan pakaian klasik Muslim Arab dan Timur Tengah, serta tradisi Islam dalam mengungkapkan kemurahan hati dan kehormatan melalui hadiah.

Pada era Al-Andalus, mahasiswa dari seluruh Eropa melakukan perjalanan ke Spanyol, pusat perkembangan intelektual dan ilmu pengetahuan saat itu.

Saat kembali ke rumah para siswa ini mengenakan thawb, pakaian tradisional Islam. Baju tersebut sebagai penanda dari mana mereka lulus.

Thawb sendiri adalah jubah yang panjangnya sampai mata kaki, biasanya berlengan panjang. Meskipun putih adalah warna yang mungkin paling sering dilihat, namun ada juga thwab dengan warna yang lebih gelap.

Baca juga: Kala Messi Kenakan Jubah ala Syekh Saat Terima Trofi Piala Dunia

Pakaian tradisional Islam ini tersebar luas di dunia Muslim, namun menampilkan keunikan dan kekhasan setiap daerahnya sendiri. Djellaba Maroko, Emirati Kandura, Saudi Dishdasha, atau Boubou Afrika Barat hanyalah beberapa contoh.

Lambang Prestise


Pada acara-acara khusus, pria mengenakan bisht, jubah yang dikenakan di atas thawb mereka. Secara tradisional, bisht menjadi perlambang prestise dan status yang mengungkapkan kerajaan, kekayaan dan posisi keagamaan.

Bisht terbuat dari kain katun transparan yang sangat ringan, biasanya berwarna hitam, putih, krem, atau krem dengan sulaman jahitan emas, perak, atau sutra.

Menjahit bisht buatan tangan dianggap sebagai seni dan sering diwariskan dalam keluarga dari generasi ke generasi.


Memberi Hadiah Pakaian Menyimpan Pesan


Pakaian ini terkadang lebih dari sekedar baju biasa untuk menutupi tubuh seseorang, karena memakainya menyampaikan pesan tentang pemiliknya.

Baca juga: Arab Saudi Larang Siswi Kenakan Abaya saat Ujian

Itulah mengapa memberikan pakaian atau kain sebagai hadiah merupakan cara resmi untuk mengungkapkan pengakuan atas pengabdian yang setia hingga abad ke-19.

Memberi hadiah dalam Islam adalah cara tradisional untuk meningkatkan cinta satu sama lain. Nabi bersabda, “Berilah hadiah satu sama lain karena ini akan meningkatkan cinta timbal balik kalian.” (Sahih Muslim, buku 12)

Mempraktikkan sunnah tukar menukar ini dapat melembutkan hati dan meredakan permusuhan. Memberi hadiah seperti mengungkapkan rasa terima kasih dan kehormatan, menciptakan kedamaian, dan menjalin hubungan yang baik.

Saat memberi seseorang pakaian yang melambangkan royalti, prestise, atau status, sama saja dengan menghormati orang tersebut. Layaknya lulusan universitas yang diakui dan dihormati atas upaya dan pencapaian ilmiah mereka dengan mengenakan thawb.

Baca juga: Berburu Gamis Murah di Taiba Commercial Center, Tanah Abangnya Madinah

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 25 April 2024
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:51
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan