LANGIT7.ID, Jakarta -
Liburan tahun baru bisa bernilai ibadah bila diniatkan karena Allah SWT. Umat Islam bisa berwisata untuk menikmati wisata sambil tadabbur dan tafakkur.
Tujuan untuk mengagungkan Allah Ta'ala sambil
berwisata bisa membuat hubungan seorang muslim semakin dekat dengan Rabb-Nya.
Tafakkur adalah salah satu aktivitas manusia dalam berpikir dan merenungi kebesaran Allah, hal ini bisa dilakukan
Sahabat Langit7 dengan merenungi tanda-tanda kebesaran Allah Ta'ala yang ada di alam semesta.
Di saat menikmati keindahan alam, coba lah merenungi setiap nikmat keindahan yang dberikan, sehingga seseorang yang senantiasa bertafakkur akan selalu mengingat Allah Ta'ala.
Baca Juga: 3 Masjid di Tempat Wisata, Berlibur Tanpa Tinggalkan KewajibanSelain itu, keutamaan dari bertafakkur sendiri bisa menjadikan seseorang mengetahui betapa besarnya kekuasan Allah, sehingga menimbulkan rasa cinta dan mampu mendorong seseorang menjadi lebih bertakwa kepada Allah Swt. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 190-191:
اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ - ١٩٠ الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ - ١٩١Artinya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), Wahai Tuhan kami, tidalah engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka periharalah kami dari siksa neraka. (QS Ali Imran:190-191).
Ayat tersebut menerangkan bahwa tafakkur yang dikehendaki oleh Allah Taala yakni tafakkur yang dibarengi dengan zikir kepada Allah. Dengan bertafakkur juga membuat seseorang bisa mengetahui dan mengenali mana yang benar dan yang batil.
Selain tafakkur, ada tadabbur, yaitu salah satu aktivitas untuk merenungkan dan memerhatikan suatu perkara secara berulang-ulang dengan melihat berbagai sisi. Berbeda dengan tafakkur, tadabur dilakukan dengan memerhatikan suatu perkara secara detail.
Dengan bertadabbur,
Sahabat Langit7 menjadi terasa lebih dekat dengan Allah. Aktivitas tersebut bisa mengambil pelajaran untuk lebih mengenal Allah yang telah menciptakan langit dan bumi beserta isinya.
Allah memerintahkan hambaNya untuk bertadabbur dalam surat al-Ghasiyah ayat 17-21 yang berbunyi:
اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ اِلَى الْاِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْۗ - ١٧ وَاِلَى السَّمَاۤءِ كَيْفَ رُفِعَتْۗ - ١٨ وَاِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْۗ - ١٩ وَاِلَى الْاَرْضِ كَيْفَفَذَكِّرْۗ اِنَّمَآ اَنْتَ مُذَكِّرٌۙ - ٢١ سُطِحَتْۗ - ٢٠Artinya: Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan? Dan angit bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.
Dari penggalan ayat Al-Qur’an ini diartikan bagaimana manusia sebagai makhluk yang diciptakan Allah Taala dengan diberi akal, mampu merenungi setiap ciptaan Allah.
Saat Allah menciptakan gunung, manusia bisa merenungi bagaimana pohon-pohon bisa tumbuh dengan lebat, juga sungai yang mengalir dari hulu ke hilir dan memberi manfaat dalam kehidupan manusia itu sendiri.
Selain itu, momen liburan bisa dijadikan untuk bertasyakkur atas nikmat yang Allah beri. Makna tasyakkur sendiri berarti mensyukuri nikmat-nikmat yang Allah Ta'ala berikan untuk manusia di muka bumi.
Dengan begitu travelling yang dijalani tidak sia-sia, liburan bukan sekadar untuk bersenang-senang. Namun memiliki kesenangan saat travelling tak pernah dilarang, hal tersebut boleh dilakukan tanpa melupakan nikmat yang Allah Ta'ala berikan untuk selalu disyukuri.
(bal)