LANGIT7.ID, Jakarta -
Bisnis sudah semestinya punya manfaat untuk banyak orang, bukan cuma mengejar materi duniawi. Niatkan usaha untuk kemaslahatan dan karena Allah SWT.
Pendakwah,
Buya Yahya menjelaskan, bisnis maupun usaha mesti memiliki manfaat untuk orang banyak. Artinya berbisnis tidak hanya sekadar cari untung untuk kebutuhan diri sendiri.
"Bisnis yang tidak dilandasi dengan niat berbagi kemaslahatan, itu pertanda kesombongan. Padahal kesombongan adalah sifat milik iblis," tegas dia dalam penggalan kajiannya, Kamis (5/1/2023).
Dia mengingatkan agar umat Islam tidak hanya memikirkan urusan duniawi selama hidupnya. Yaitu orang-orang yang mengerjakan bisnis demi kekayaan pribadi.
Baca Juga: 5 Tips Berbisnis dengan Terapkan Sistem Ekonomi Syariah"Ini perlu kita renungi, untuk apa mengejar kekayaan sampai siang dan malam dihabiskan untuk bekerja," ungkapnya.
Umat Islam mesti bisa mengimbangi urusan bisnisnya sambil mengerjakan proyek akhirat. Tujuannya agar tetap mendapatkan rida, keselamatan, dan kebahagiaan ketika mendapat anugerah kekayaan yang berlimpah di dunia.
Pengasuh LPD dan Pondok Pesantren Al Bahjah ini mengingatkan agar kaum muslimin tidak mengabdi pada dunia. Sehingga beban kesulitannya pun akan terasa semakin ringan.
"Besarnya angan sehingga memiliki keterikatan dunia, akan berimbas pada besarnya kesulitan yang bakal dia hadapi," katanya.
Menurutnya, orang yang tidak menjadikan dunia di hatinya, maka tidak akan sulit bagi mereka untuk melepas hartanya dalam urusan sedekah. Tidak ada rasa sedih dan berat hati bagi orang-orang yang mengejar proyek akhirat.
"Dunia di tangan kita bukan di hati kita. Sehingga perginya dunia tidak akan membuat orang menjadi gelisah," katanya.
Sama seperti petuah dari ulama besar Ibnu Qayyim Al Jauziyyah yang mengatakan, "Dunia ini ibarat bayangan. Kalau kau berusaha menangkapnya, ia akan lari. Tapi kalau kau membelakanginya, ia tak punya pilihan selain mengikutimu."
"Orang yang mengejar proyek akhirat, mustahil bagi dia mengurangi timbangan dan takaran, serta melakukan kecurangan. Sebab dia menjadikan dunia ini sebagai jembatan untuk menuju kemuliaan," tambah Buya Yahya.
(bal)