LANGIT.ID, Jakarta - Ada deretan hal penting yang bakal jadi
tren di tahun 2023 kaitannya dalam bisnis dan perusahaan. Sebab sepertiga dunia mengalami
resesi ekonomi di tahun ini.
Lembaga Keuangan Dunia, seperti IMF memprediksi, Indonesia akan lebih tahan terhadap resesi dibandingkan negara-negara Eropa atau Amerika Serikat. Bahkan,
ekonomi nasional diperkirakan tumbuh di kisaran 4,7 - 5,1 persen.
CEO of Corporate Innovation Asia (CIAS), Indrawan Nugroho mengungkapkan, ada beberapa alasan terkait prediksi
ekonomi Indonesia yang disebut lebih tahan resesi.
Di antaranya seperti keberhasilan penanganan Covid-19 19, dukungan fungsi APBN fiskal sebagai shock absorber, hingga harga-harga komoditas yang relatif tinggi.
"Juga kredibilitas Indonesia di pasar internasional meningkat pasca suksesnya Presidensi G20," ungkap dia dikanal YouTubenya, dikutip Ahad (7/1/2023).
Berikut deretan hal penting yang bakal jadi tren di tahun ancaman resesi ekonomi 2023:
1. TeknologiTeknologi dapat menjadi enabler bagi perusahaan. Terutama untuk meningkatkan produktivitas, memangkas proses, dan meningkatkan kinerja karyawan.
"Tren teknologi dapat menambah keunggulan kompetitif bisnis kita. Adapun tren teknologi di tahun ini di antaranya seperti automasi dan virtualisasi yang akan semakin intens," katanya.
2. KonektivitasSemakin tinggi konektivitas akan berimplikasi luas bagi perusahaan. Tren ini mendorong lahirnya layanan dan lahirnya model bisnis baru yang terkait dengan produk.
Dengan konektivitas, perusahaan dapat melakukan personalisasi penawaran di seluruh channelnya, sekaligus menciptakan pengalaman menarik bagi pelanggan.
"Konektivitas tinggi paling banyak berdampak pada sektor telekomunikasi, olahraga, dan transportasi," ujarnya.
3. Artificial Intelligence (AI)AI atau kecerdasan buatan dapat membantu perusahaan mengenali pola, menganalisis, dan menindaklanjutinya. Juga dapat meningkatkan kepuasan dari pelanggan.
"Selain itu, AI akan mendisrupsi proses RnD melalui model generatif dan simulasi terukur," katanya.
Implementasi AI dapat memudahkan tugas manusia. Bahkan AI sudah bisa melakukan penulisan, membuat lukisan dan foto, hingga menjawab pertanyaan dengan akurat.
"Tidak heran jika nanti implementasi AI akan semakin intensif," katanya.
4. BiologiTren selanjutnya adalah kemajuan dalam ilmu Biologi. Di mana sekarang telah muncul inovasi baru yang disebut Bio Revolution.
Teknologi ini merupakan kombinasi antara ilmu biologi dengan komputasi automasi dan AI.
"Tren ini akan berdampak signifikan terhadap kegiatan ekonomi dan kehidupan. Juga akan memengaruhi beberapa jenis industri seperti kesehatan, pertanian, barang konsumsi, energi, dan material," ungkapnya.
5. Teknologi BersihTeknologi ini termasuk untuk sistem distribusi energi pintar pada jaringan, sistem penyimpanan energi, pembangkit energi netral karbon, dan energi fusi.
Teknologi bersih akan semakin mendisrupsi model bisnis tradisional, karena dinilai mampu menurunkan dari segi biaya.
"Tren ini penting dicermati karena bisa menunjang proses transformasi digital di perusahaan," katanya.
6. SustainabilityTren yang juga menguat di tahun 2023, lanjut Indrawan, adalah kesadaran menjaga lingkungan.
Hasil riset di PricewaterhouseCoopers (PwC) menyatakan, konsumen Indonesia sudah lebih sadar lingkungan ketika berbelanja barang. Sebesar 86 persen konsumen Indonesia secara sadar membeli barang yang kemasannya ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan kemasan.
Persentase itu lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain. Seperti Vietnam dan Filipina yang hanya 74 persen, serta Mesir 68 persen.
Dalam laporan Kantar, hal itu menunjukkan bahwa ketika berbelanja, 72 persen orang Indonesia mempertimbangkan aspek keberlanjutan.
"Juga semakin banyak konsumen berinvestasi di perusahaan yang telah menerapkan praktik Implemental Social and Governance (ISG)," katanya.
Untuk itu, dia menganjurkan agar perusahaan dapat melakukan transformasi bisnis, supaya bisa lebih berkelanjutan.
7. KonsumenIsu dan kemungkinan adanya resesi tahun 2023 membuat para konsumen lebih berhati-hati membelanjakan uangnya. Sehingga mereka membuat perencanaan belanja yang lebih ketat.
Menghadapi tren yang terjadi di kalangan konsumen, maka perusahaan harus mengeluarkan usaha yang lebih besar untuk merayu pelanggan.
"Para pengusaha harus memperhatikan semakin dominannya proporsi generasi Z, karena mereka memiliki karakter unik," katanya.
Generasi Z tidak mudah termakan iklan dan memiliki karakter narsistik. Dalam hal ini perusahaan mesti memberikan mereka ruang untuk berekspresi dan menunjukkan kepribadian mereka.
"Gen Z amat terbuka dengan teknologi baru, mereka juga memiliki tingkat adaptasi teknologi yang tinggi," katanya.
Pengusaha yang cerdik akan menangkap peluang tersebut dengan melakukan transformasi digital secara menyeluruh. Termasuk menghadirkan pengalaman konsumen terhadap brand.
"Tanpa narasi dan story telling yang kuat, produk Anda tidak akan diingat konsumen dan hanya akan jadi komoditss biasa," tambahnya.
(bal)