LANGIT7.ID - , Jakarta - Rasulullah
shalallahu alaihi wasallam adalah nabi akhir zaman, penutup para utusan Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW dihadirkan untuk mengajak dan membimbing manusia ke jalan yang diridhai Allah Ta'ala.
Segala kebaikan dan kemuliaan dilimpahkan Allah SWT ke dalam pribadi Rasulullah SAW, sehingga
akhlaknya menjadi panutan manusia hingga akhir zaman.
Baca juga: Kisah Nabi Musa Terdiam Tujuh Hari saat Diperintah Menghadap FiraunCEO Founder Santri Motivator School,
Ustaz Asroni Al Paroya mengatakan Rasulullah SAW juga mengalami banyak ujian saat menyampaikan dakwah Islam. Namun, kesabaran Rasulullah tidak pernah pupus.
"Perjuangan Rasulullah SAW, mendakwah Islam tentunya banyak sekali ujian yang Allah perjalankan. Mulai dari dianggap gila oleh keluarga sendiri, dianggap tukang sihir, bahkan pernah dilempari batu hingga gigi depan beliau patah. Namun kesabaran beliau dalam mendakwahkan Islam tidaklah pudar," ujar Ustaz Asroni kepada Langit7, dikutip Jumat (27/1/2022).
Ustaz Asroni lalu menceritakan kisah Rasulullah SAW ketika melakukan perjalanan dakwah di
Kota Thaif.
"Diriwayatkan dalam sebuah hadis, Rasul SAW pergi ke
Kota Thaif, setelah meninggalnya paman beliau, Abu Thalib. Dengan meninggalnya Abu Thalib, maka kekejaman dan caci maki semakin kencang disuarakan orang-orang Quraisy kepada Rasulullah SAW," katanya.
"Ketika itu, Rasul berencana melakukan dakwah kepada penduduk Thaif, yakni keturunan Bani Tsaqif. Dengan jumlah penduduk yang banyak, Rasul SAW berharap, kedudukan umat Islam semakin kuat di Mekkah dan bisa menghilangkan gangguan dari kafir Quraisy. Namun sebaliknya, sambutan yang diterima malah menyakiti hati beliau," lanjut dia.
Awalnya Nabi SAW berbicara dengan tiga orang pimpinan Kabilah Tsaqif dan mengajak mereka untuk memeluk Islam. Tetapi, ajakan itu dibalas dengan cacian dan makian. Bahkan, di antara mereka tak percaya bila Muhammad SAW adalah utusan Allah SWT.
Baca juga: Nabi Khidir Diklaim Masih Hidup, Benarkah Demikian?Orang pertama berkata, "Oh kamukah yang dipilih oleh Tuhan untuk menjadi nabi-Nya?"
Orang kedua mengatakan, "Apakah tidak ada lagikah orang yang lebih pantas dipilih untuk menjadi nabi selain dirimu?"
Kemudian yang ketiga berkata, "Saya tidak mau berbicara dengan kamu. Karena jika memang kamu benar-benar nabi seperti yang kamu akui dan kemudian aku menolakmu, tentu akan bisa mendatangkan bencana. Dan jika kamu berbohong, maka tiada gunanya berbicara dengan-Mu".
Rasulullah SAW pun pergi meninggalkan mereka dan mengajak penduduk lainnya untuk beriman. Namun, tak ada satu pun dari mereka yang menerima ajaran yang disampaikan Nabi Muhammad SAW.
Bahkan, mereka malah mengejek dan melempari Rasululullah dengan batu hingga berdarah.
Rasulullah SAW kemudian meninggalkan Thaif dan mencari tempat yang aman. Di lokasi itu, Rasul SAW berdoa.
"Ya Allah, aku mengadukan kepadamu lemahnya kekuatanku, dan sedikitnya daya upayaku pada pandangan manusia. Wahai yang Maha Pengasih, Engkaulah Tuhan orang-orang yang merasa lemah, dan Engkaulah Tuhanku. Kepada siapakah Engkau serahkan diriku, kepada musuh yang akan menguasaiku atau kepada keluargaku yang Engkau berikan segala urusanku.
Baca juga: 5 Kunci Sukses Dakwah Nabi SAW kepada Masyarakat JahiliyahTiada suatu keberatan asal tetap dalam ridla-Mu. Afiatmu lebih berharga bagiku. Aku berlindung kepada-Mu dengan nur wajah-Mu, yang menyinari segala kegelapan, dan yang memperbaiki urusan dunia dan akhirat, dari turunnya murka-Mu atasku atau turunnya azab-Mu atasku. Kepada Engkaulah kuadukan, hingga Engkau ridla. Tiada daya dan upaya melainkan dengan-Mu."
Ketika mendengar doa itu, Allah SWT kemudian mengutus Jibril untuk menyampaikan bahwa doa Rasulullah diterima-Nya.
Jibril berkata, "Allah SWT telah mendengar perbincanganmu dengan kaummu dan Allah SWT pun mendengar jawaban mereka, dan Allah telah mengutus kepada-Mu malaikat penjaga gunung agar siap melakukan apa yang kamu perintahkan."
Malaikat itu pun datang dan memberi salam kepada Rasulullah SAW seraya berkata, "Apa pun yang engkau perintahkan, akan kulaksanakan, kalau kamu mau, saya akan benturkan kedua gunung di samping kota ini, sehingga siapa pun yang tinggal di antara keduanya akan mati terhimpit. Jika tidak apa pun hukuman yang engkau perintahkan, saya siap melaksanakannya."
Rasulullah SAW menjawab, "Saya hanya berharap kepada Allah SWT, andaikan pada saat ini, mereka tidak menerima Islam, mudah-mudahan kelak mereka akan menjadi orang-orang yang beribadah kepada Allah SWT."
Baca juga: 5 Mukjizat Para Nabi yang Terwujud di Era ModernDiriwayatkan dalam hadis lain, ketika Rasulullah SAW banyak mendapat gangguan dari para kafir Quraisy, beliau berdoa,
Allahumma ihdi qawmiy, fa innahum laa ya'lamun."(Ya Allah, tunjukilah kaumku, karena mereka tidak mengetahui (bahwa yang aku bawa ini benar)."
"Dan do’a Rasulullah terbukti bahwa hari ini kota Thaif tersebut menjadi daerah yang dihuni oleh orang-orang mukmin yang taat," ucap Ustaz Asroni.
"Semoga kisah ini dapat menjadi bahan renungan dan menjadi pelajaran dalam hidup kita. Ahklak Nabi adalah sebaik-baik akhlak manusia dan akan menjadi contoh kepada sekalian manusia mulai dari dahulu sampai akhir zaman kelak. Semoga Allah SWT membimbing kita ke akhlak yang mulia yaitu akhlak kekasih-Nya Muhammad SAW," cetusnya.
(est)