LANGIT7.ID - -
Doa iftitah dan cara membacanya merupakan bagian penting dalam salat. Terdapat berbagai ragam doa iftitah dalam hadits.
Doa iftitah sunnah dibaca setelah
takbiratul ihram dan sebelum membaca ta’awudz di dalam setiap salat baik wajib maupun salat sunnah, sendiri maupun berjamaah. Doa iftitah tidak dibaca pada pelaksanaan
salat jenazah.
Baca juga: Bagaimana Hukum Baca Doa Iftitah dalam Shalat? Ini Kata UlamaBerikut 5 ragam bacaan doa iftitah bacaan Arab, latin, dan artinya dikutip buku Ragam Doa Iftitah karya Saiyid Mahadir, LC, MA.
Doa iftitah pertama:
Dari Aisyah ra berkata: Rasulullah saw ketika memulai shalat beliau membaca:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ
Subhanakalla humma wabihamdika watabarokasmuka wata’ala jadduka wala ilaha ghoiruka. Artinya: Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ad-Daru Quthni).
Doa iftitah kedua:
Dari Abu Said Al-Khudri ra berkata: Rasulullah saw ketika shalat malam beliau bertakbir kemudian membaca doa:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ
Subhanakalla humma wabihamdika watabarokasmuka wata’ala jadduka wala ilaha ghoiruka.Baca juga: 7 Jenis Doa Iftitah yang Dianjurkan NabiArtinya: Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau
Kemudian dilanjutkan dengan membaca:
اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا
Allahu akbar kabiiro Terjemah: Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya
Kemudian dilanjutkan dengan membaca:
أَعُوذُ بِاَللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ
A’udzubillahis sami’il alimi minas syaithonir rojim min hamzihi wanafkhihi wanaftsihi.Artinya: Aku berlindung kepada Allah swt dari syaitan yang terkutuk, dari gurisannya, dari tiupannya dan dari hembusannya. (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i).
Doa iftitah ketiga:
Dari Jabir ra, bahwa Rasulullah saw ketika memulai salat beliau membaca:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إلَهَ غَيْرُكَ وَجَّهْتُ وَجْهِي لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ إنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Subhanakallahumma wabihamdka watabarokasmuka wataala jadduka wala ilaha ghoiruka. Wajjahtu wajhiya lilladzi fatoros samawatiwal ardh, hanifan wama ana minal musyrikin, inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi robbil ‘alamin” Artinya: Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Aku hadapkan wajahku kepada Allah Yang menciptakan langit dan bumi, dengan lurus dan berserah diri dan aku bukan bagian dari orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam.Tiada sekutu baginya dan dengan itulah aku diperintahkan. Dan aku termasuk bagian dari orang-orang muslim. (HR. Al-Baihaqi).
Baca juga: Selain Al-Ikhlas, Ajarkan 8 Surat Pendek Ini untuk Si Kecil Salat
Doa iftitah keempat:
Dari Anas ra, ada seseorang yang masuk shaf shalat lalu dia membaca:
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ
Alhamdulillahi hamdan katsiron mubarokan fihiArtinya: Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, yang baik, lagi diberkahi di dalamnya.
Lalu setelah Rasulullah saw selesai dari shalatnya, beliau bertanya siapakah tadi membaca kalimat doa seperti itu? Jamaah diam sejenak. Rasulullah saw melanjutkan: “Siapa saja diantara kalian yang membaca doa tersebut maka sungguh dia tidaklah berkata yang sia-sia” …hingga akhir hadits. (HR. Muslim).
Baca juga: Selain Suci, Berikut Syarat Sah Salat Menurut Para Ulama
Doa iftitah kelima:
Dari Ibnu Umar ra berkata: “Ketika kami tengah melaksanakan shalat bersama Rasulullah
shallahu alaihi wasallam tiba-tiba ada salah seorang diantara kami berkata:
الله اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ ِكَثِيْرًا وَ سُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Allahu akbaru kabiro, walhamdu lillahi katsiro wa subhanllahi bukrotan wa ashila”Artinya: Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari."
Lalu Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam berkata (setelah selesai shalat): Siapakah tadi yang membaca ini dan itu?”. Salah seorang dari jamaah berkata: “Saya, wahai Rasulullah”.
Baca juga: Hukum Baca Amin Usai Surah Al-Fatihah Saat Salat, Ustaz: DianjurkanRasul bersabda: “Saya ta’jub dengan doa itu, itu adalah doa yang dengannya pintu-pintu langit bisa terbuka”.
Ibnu Umar berkata: “Saya tidak pernah meninggalkan doa itu semenjak saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengatakan tentang (keutamaan) doa tersebut”. (HR. Muslim).
(est)