LANGIT7.ID - - Salah satu tanda
akhir zaman adalah hancurnya
Ka’bah, situs suci utama umat Islam yang berada di Masjidil Haram, Mekkah. Ka’bah tidak hancur begitu saja, tapi ada seseorang yang sengaja menghancurkannya.
Penghancuran Ka’bah akan didahului dengan sejumlah tanda-tanda kiamat yang telah terjadi. Peristiwa ini terjadi setelah Islam usang, Al-Qur'an diangkat, dan Masjidil Haram tidak Iagi dipakai untuk
ibadah haji.
Baca juga: MBS Berambisi Bangun 'Kakbah Tandingan' di Kota Modern Baru Arab SaudiAbu Said Al-Khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, "Hari kiamat tidak akan terjadi hingga rumah ini (Masjidil Haram) tidak lagi dipakai untuk ibadah haji." (HR Hakim dan Abu Ya’la).
Abu Hurairah berkata, "Rasulullah bersabda: "Ka'bah akan dihancurkan oleh Dzu-Suwaiqatain dari Habasyah”. (HR Bukhari dan Muslim).
Dalam riwayat lain, Abdullah bin Amru berkata, "Rasulullah bersabda: Ka'bah akan dihancurkan Dzu-Suwaiqatain dari Habasyah (Ethiopia). Ia akan merampas perhiasannya dan melepas kiswahnya. Aku melihat ia adalah seorang laki-laki botak dan kakinya bengkok. la memukulnya dengan sekop dan cangkulnya”. (HR Ahmad).
Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shufi dalam Buku Ensiklopedi Kiamat I menerangkan, dari sejumlah hadits tadi, diketahui bahwa yang akan menghancurkan Ka'bah adalah seorang laki-laki dari Ethiopia.
Baca juga: Arab Saudi Ganti Kiswah Robek, Jaga Penampilan Kakbah Tetap SuciRasulullah menyebutnya dengan julukan "Dzu-Suwaiqatain" kepadanya. Disebut Dzu-Suwaiqatain karena laki-laki itu betisnya kecil. Tidak hanya menghancurkannya, bahkan ia akan menguasai simpanan (kekayaan) dan perhiasannya.
Syaikh menjelaskan bahwa Ka'bah diletakkan Allah untuk kaum muslim dan mukmin. Namun, ketika Islam usang dan tidak ada lagi yang berhaji ke sana, keamanan dan keharaman tidak ada lagi bagi siapa pun.
Ini adalah sunnatullah yang umum bagi setiap peristiwa. Di sisi lain, ketika kiamat terjadi, semua yang berada di bumi akan dihancurkan untuk menghilangkan sebab wujudnya.
Sementara, Ka'bah adalah bangunan dari batu yang tidak memberikan bahaya dan manfaat. Demikian juga Hajar Aswad yang berada di dalamnya sekalipun, yang manusia rela berbaris panjang untuk menciumnya.
Baca juga: Siapakah yang Pertama Kali Membangun Kakbah? Ini Jawaban UlamaIa hanyalah batu yang tidak memberi bahaya dan manfaat. Terkait hal ini, Umar bin Al-Khaththab, pernah berkata kepadanya, "Demi Allah, engkau hanyalah batu yang tidak memberi bahaya dan manfaat. Andai saya tidak melihat Rasulullah menciummu, saya tidak akan menciummu!"
(est)