LANGIT7.ID, Jakarta - Presiden
Indonesia Islamic Center-Masjid Utsman bin Affan di Auckland- New Zealand, Indra Rahman, mengungkap sulitnya membangun atau mendirikan masjid di negara minoritas muslim.
Indra menuturkan, untuk membangun sebuah masjid di luar negeri, umat Islam harus mengikuti beberapa aturan dari negara atau wilayah tempat muslim tinggal. Selain itu, keberadaan masjid itu juga tidak memboleh mengganggu masyarakat sekitar.
“Harus memiliki area parkir yang memadai, sehingga tidak menggangu fasilitas umum,” kata Indra, dikutip dari laman resmi
Jakarta Islamic Center, Senin (27/2/2023).
Baca Juga: Sambut Ramadhan, DMI Keluarkan 3 Imbauan Beribadah di MasjidArea memadai di kawasan masjid itu sangat penting, karena pada moment tertentu seperti pengajian, salat Jumat, Ramadan, dan hari raya jumlah jamaah muslim lebih banyak.
Dengan adanya kawasan memadai itu kegiatan keagamaan tidak akan mengganggu masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar bisa mengeluhkan jumlah jamaah yang berkumpul di masjid.
Selanjutnya, pemilihan tempat yang akan dijadikan masjid juga harus berada di lokasi yang diizinkan. Selain itu, keberadaan masjid juga nantinya bisa berkontribusi kepada komunitas di sekitar.
Baca Juga: Masjid Sancaklar Turki Terinspirasi dari Gua Hira“Properti mesti berada di lokasi (
zone) yang diizinkan untuk kegiatan bersifat komunitas atau memberikan kontribusi pada komunitas,” ucap Indra.
Komunitas Muslim Indonesia di Auckland New Zealand, pada 2015 lalu telah berhasil membeli gedung. Gedung itu kemudian dijadikan pusat kegiatan
Indonesia Islamic Center, Masjid Utsman bin Affan.
Bahkan saat ini, komunitas muslim Auckland berencana mendirikan
Islamic Centre yang terintegrasi dengan
Marketplace. Tujuannya untuk menjadi
Islamic Centre Complex dan basis perdagangan bagi komunitas muslim, khususnya di kota Auckland.
Baca Juga: Keren, Kini Masjid Istiqlal Hadir di MetaverseSelain itu, Masjid
Islamic Centre itu juga ke depan diharapkan bisa menjadi tuan rumah bagi muktamar organisasi Islam Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Maka itu, komunitas muslim Auckland juga mengajak investor untuk bergabung.
“Investor akan mendapatkan keuntungan dari hasil sewa pertokoan seumur hidup,” ungkap Indra.
(jqf)