Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 24 April 2024
home edukasi & pesantren detail berita

Tradisi Keilmuan dalam Persahabatan Pendiri Muhammadiyah dan NU

Muhajirin Senin, 27 Februari 2023 - 14:40 WIB
Tradisi Keilmuan dalam Persahabatan Pendiri Muhammadiyah dan NU
Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asyari dan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan (Foto: Istimewa)
skyscraper (Desktop - langit7.id)
LANGIT7.ID, Jakarta - Dirjen Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Hilman Latief, mengungkapkan, KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari sama-sama pernah belajar dan menuntut ilmu di Mekkah. Namun, kedua tokoh besar Tanah Air ini tidak pernah bertemu di sana.

Kendati tidak pernah bertemu, tetapi kedua tokoh tersebut berhasil menjadi tokoh yang mengubah tradisi belajar di masjid menjadi gerakan yang kuat. Tradisi belajar umat Islam di Indonesia berhasil diubah menjadi gerakan dalam wadah Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Relasi yang dibangun antara Muhammadiyah dengan NU tidak berhenti kepada para pendiri saja, tetapi relasi itu disambung oleh generasi-generasi selanjutnya.

Baca Juga: The Living Quran KH Ahmad Dahlan, Sang Pendiri Muhammadiyah

Hal tersebut bisa dilihat dari sosok KH Mas Mansur dan KH Abdul Wahab Hasbullah, serta Syeikh Bagir bin Muhammad Nur al-Jukjawi. Mereka adalah sepupu KH Ahmad Dahlan yang memiliki hubungan sahabat.

“Ternyata kelekatan pertemanan itu sangat produktif sekali secara keilmuan,” kata Hilman dalam acara Simposium Nasional Satu Abad NU yang diadakan oleh PAN di Surabaya, dikutip Senin (27/2/2023).

Hingga pada akhirnya Mas Mansur dengan Wahab Hasbullah mendirikan Tasywirul Afkar. Wadah tersebut menjadi tempat mereka berdiskusi sebelum keduanya berafiliasi ke organisasi Muhammadiyah dan NU.

Baca Juga: Ahmad Dahlan Pernah Dijuluki Kiai Wal Ashri karena Kajiannya

Hilman menemukan, relasi atau pertemanan yang dijalin tokoh-tokoh Muhammadiyah dan NU sebenarnya sudah terjadi sebelum tergabung ke dua organisasi itu.

Bendahara Umum PP Muhammadiyah ini mengatakan, pertemanan yang dijalin juga terus berkembang pada pendirian Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI). Tokoh-tokoh dari kalangan Muhammadiyah dan NU tersebut menjadi tokoh kunci di MIAI dan saling mengisi.

“Kesimpulannya adalah pertemanan yang terjalin di kalangan tokoh-tokoh ilmuwan waktu itu, yang kemudian dibentuklah MIAI dan setelah MIAI dibubarkan oleh Jepang dan dibentuklah Masyumi, di situlah mulai gerakan Islam di Indonesia mulai kuat,” ucap Hilman.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 24 April 2024
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan