Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 17 April 2024
home wirausaha syariah detail berita

Pondasi Bisnis Syariah, Materi Bukan Ukuran Sukses

Muhajirin Rabu, 15 Maret 2023 - 20:20 WIB
Pondasi Bisnis Syariah, Materi Bukan Ukuran Sukses
Ilustrasi bisnis syariah (Foto: Istock/Langit7)
skyscraper (Desktop - langit7.id)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pondasi bisnis yang kaut dan berlandaskan prinsip syariah menjadi hal yang sangat penting dalam menjalankan sebuah usaha. Bagi pelaku bisnis syariah, sukses tidak hanya diukur dari segi materi semata, tetapi juga mendapatkan berkah dan rida Allah Ta’ala.

Hal tersebut sesuai dengan pandangan Pakar Ekonomi Islam, Dwi Condro Triono. Visi dalam bisnis harus diarahkan pada tujuan hidup manusia di dunia. Hanya saja, ada perbedaan visi dunia bagi umat islam, yaitu tempat untuk menanam, sedangkan akhirat merupakan tempat memanen.

Berdasarkan hal itu, berikut dua pondasi seorang muslim dalam menjalankan bisnis syariah:

Baca Juga: 31 Lembaga Dirikan Asosiasi Lembaga Pemeriksa Halal Indonesia

Pondasi yang Kuat

Dalam dunia bisnis, sukses secara materi bukan tujuan utama. Berbisnis dalam sudut pandang Islam harus dilandasi akidah yang kuat dan tidak sekadar mengedepan ikhtiar. Pebisnis muslim harus melihat dunia sebagai tempat untuk menanam, bukan untuk memetik hasil.

Keyakinan tersebut merupakan salah satu cabang dari akidah tauhid. Itu yang akan menjadi pijakan kuat dalam membangun bisnis.

“Tujuan hidup yang sebenarnya (dalam Islam), itu apa yang harus menjadi visi bisnis kita. (Dunia) itu hanya sebagai tempat untuk menanam, dan kapan kita panen (yaitu di akhirat),” kata Dwi Condro dalam salah satu webinar, dikutip Rabu (15/3/2023).

Baca Juga: AI Diklaim Mampu Tekan Biaya Produksi dan Perkuat Efisiensi Industri

Dwi Condro menegaskan, untuk bisa mencapai tujuan hidup yang benar, dibutuhkan pondasi bisnis yang kuat. Dia mengibaratkan seperti membangun sebuah bangunan dengan pondasi sebagai kunci.

Jika pondasi bisnis rapuh atau miring, maka seluruh bisnis yang dibangun di atasnya akan mengalami masalah, bahkan bisa runtuh. Pondasi itu harus diperkuat dengan landasan keislaman agar tidak sia-sia di akhirat kelak.

“Bagaimana kita bisa membangun pondasi bisnis itu? dengan pondasi bisnis yang kuat, membangun bisnis yang dalam, dan membangun bisnis yang benar, agar bisnis kita itu membawa berkah di dunia dan di akhirat,” tutur Dwi Condro.

Baca Juga: 5 Tips Jualan di Bulan Puasa, Bisa Untung Maksimal

Pemahaman tentang Rezeki

Dalam konteks bisnis, pemahaman tentang rezeki juga sangat penting. Rezeki berasal dari Allah, tetapi usaha manusia juga memiliki peran dalam memperolehnya. Oleh karena itu, pemahaman yang salah tentang rezeki bisa berimplikasi pada perbuatan yang salah.

Jika seseorang menganggap semua rezeki sudah dijatahkan dan tidak perlu berusaha, hal itu bisa berakibat pada hukum. Demikian pula jika menganggap rezeki berasal dari usaha sendiri, bisa melahirkan sikap sombong.

“Siapa yang mau berusaha, Allah akan ngasih banyak. Siapa yang malas-malasan, kasih sedikit. (pemahaman) ini bahaya juga, karena merasa yang didapatkan hasil usahanya, menimbulkan kesombongan. Kalau tidak mau terikat kepada Allah, akhirnya diingatkan dengan hukuman,” ujar Dwi Condro.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 17 April 2024
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan