Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 25 Februari 2024
home masjid detail berita

Banyak Keutamaan, Yuk Semangat Sambut 10 Hari Terakhir Ramadhan

Muhajirin Senin, 10 April 2023 - 13:54 WIB
Banyak Keutamaan, Yuk Semangat Sambut 10 Hari Terakhir Ramadhan
Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf.
LANGIT7.ID, Jakarta- - Menjelang datangnya 10 malam terakhir Ramadhan, umat Islam diminta untuk meningkatkan semangat dalam menjalankan ibadah. Meski mungkin merasa lelah dan kelelahan, namun banyak keutamaan yang bisa diraih pada 10 malam terakhir Ramadhan.

Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf menjelaskan, dalam menghadapi 10 hari terakhir Ramadhan, biasanya banyak orang yang mulai merasa lelah dan loyo dalam menjalankan ibadah.

“Oleh karena itu, Allah SWT melalui Rasul Muhammad SAW memotivasi kita dengan mengatakan bahwa di akhir Ramadhan, ada pembebasan dari api neraka. Jangan merasa lelah, karena bahkan Rasulullah SAW semakin semangat di 10 hari terakhir," ujar Habib Syech saat menyampaikan tausiah Ramadhan secara daring, dikutip Senin (10/4/2023).

Dalam 10 hari terakhir Ramadhan, Allah SWT memberikan kesempatan kepada manusia untuk mendapatkan pengampunan dan pembebasan dari api neraka. Oleh karena itu, Habib Syech menyarankan agar kita harus lebih semangat dalam menjalankan tugas ibadah sampai akhir Ramadhan.

Baca juga:Viral Penipuan Qris di Masjid, Begini Ancaman Bagi Pelaku Rencana Jahat

"Mari kita tingkatkan ibadah kita dengan membaca Al-Quran, beribadah di masjid, dan melakukan amal kebajikan lainnya. Dengan amalan-amalan ini, Insyaallah semangat kita dalam menjalankan ibadah akan semakin meningkat dan Allah akan memudahkan kita untuk selalu semangat dalam ibadah di bulan Ramadhan ini," ujarnya.

Amalan Terbaik 10 Terakhir Ramadhan

10 malam terakhir Ramadhan menjadi momen krusial bagi umat Islam. Salah satu amalan yang sangat ditunggu-tunggu adalah melakukan amalan pada malam Lailatul Qadr. Rasulullah menjelaskan, keutamaan beribadah pada malam lailatul qadr sama beribadah selama seribu bulan.

Namun, Rasulullah SAW menekankan untuk tidak hanya fokus mencari malam lailatul qadr. Tetapi, harus memaksimalkan amalan pada 10 malam terakhir Ramadhan. Pada 10 malam terkahir Ramadhan, Rasulullah menyingsingkan lengan baju untuk menggelorakan ibadah kepada Allah.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya) menjelaskan, Rasulullah pada momen tersebut mengajak para sajabat, istri, dan anak-anaknya untuk meningkatkan ibadah.

“Siapa saja yang berniat untuk menghidupan 10 malam terakhir Ramadhan dengan amalan-amalan shaleh, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu oleh Allah,” kata Buya Yahya saat menyampaikan tausiah Ramadhan di Al-Bahjah TV.

Menurut Buya Yahya, ada dua amalan yang paling utama pada 10 terakhir Ramadhan, yaitu:
1. I’tikaf
I’tikaf merupakan amalan sunnah yang ditekankan oleh Rasulullah kepada para sahabat. Umat Islam diminta tidak hanya mencari lailatul qadr pada tanggal-tanggal ganjil di 10 terakhir Ramadhan.

“Harusnya fokus pada semua tanggal di 10 malam terakhir dengan amalan-amalan shalih yang salah satunya adalah I’tikaf,” ujar Buya Yahya.

2. Perbanyak Amal Shalih pada Malam Lailatul Qadr
Waktu terjadinya lailatul qadr adalah rahasia yang disembunyikan oleh Allah. Itu agar umat Islam giat mencari malam kemuliaan tersebut dengan amalan-amalan shalih. Itu karena jika seseorang beribadah pada malam tersebut, sama dengan beramal shalih selama seribu bulan lamanya.

“Orang-orang yang telah mendapatkan keutamaan lailatul qadr, hatinya akan tentram, lebih damai dan membuat hidupnya akan lebih baik ke depan, lebih meningkatkan amalan shalih di luar bulan suci Ramadhan,” ujar Buya Yahya.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 25 Februari 2024
Imsak
04:32
Shubuh
04:42
Dhuhur
12:09
Ashar
15:16
Maghrib
18:16
Isya
19:26
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan