Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 22 Februari 2024
home masjid detail berita

Tips Pernikahan Awet dan Dapat Limpahan Berkah dari Allah

Muhajirin Selasa, 11 April 2023 - 14:00 WIB
Tips Pernikahan Awet dan Dapat Limpahan Berkah dari Allah
Pernikahan terbaik adalah pernikahan yang bisa meningkatkan keimanan.Foto/ilustrasi
LANGIT7.ID, Jakarta- - Pernikahan terbaik adalah pernikahan yang bisa meningkatkan keimanan. Makna cinta yang sesungguhnya ketika cinta yang tidak hanya dicintai tapi juga mencintai sang Pemilik Cinta.

Wasekjen II Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, Ustadzah Dewi Nur Aisyah menjelaskan, velue dari pernikahan yang baik bukan menghabiskan biaya yang besar dihadiri oleh pejabat ataupun mengundang banyak orang.

“Pernikahan terbaik yaitu pernikahan yang bisa meningkatkan keimanan kita,” kata Ustadz Dewi dalam Webinar Edufic dengan topik Menggapai Mimpi Bersama Pasangan Hidup yang diikuti Langit7.id, dikutip Selasa (11/4/2023).

Pada hakikatnya pernikahan adalah mencari teman hidup untuk bisa produktif dan memperkaya velue diri menjadi lebih baik. Hal itu untuk mendapatkan surga Allah. Cinta tidak sebatas materi, namun juga bisa memberikan manfaat seperti amalan-amalan yang membawa kebaikan untuk akhirat.

“Bagaimana kita bisa menyelaraskan antara cita dengan cinta? Terkadang kita harus memilih untuk melakukan salah satu pekerjaan. Padahal belum tentu itu masalah sebenarnya. Setiap dari kita paling mengetahui batas maksimal usaha kita,” ujar Ustadz Dewi.

Baca juga:Hukum Konsumsi Pil Antihaid Agar Puasa Bisa Sempurna

Ustadzah Dewi menjelaskan, terdapat beberapa catatan untuk menyeimbangkan cita dan cinta. Di antaranya:
1. Mengangkasa Berdua
Pernikahan bukan membangun satu menara, tapi mampu melejitkan potensi bersama. Sebagai seorang ibu rumah tangga bisa memberikan kebermanfaatan untuk pengabdian masyarakat. Intinya kita memiliki semangat untuk bisa berbagi kebaikan kepada semesta.

“Dalam pernikahan saling mendukung mensupport untuk mengasa potensi yang dimiliki sehingga bisa mengangkasa berdua,” tutur Ustadzah Dewi.

2. Dia Tidak Sempurna
Perlu diingat bahwa setiap manusia tidaklah sempurna, sehingga bisa saling mengisi dan melengkapi satu sama lain. Saat sudah menikah prinsip utamanya adalah bersyukur, atas setiap kelebihan dan kelemahan.

“Juga bersabar atas setiap kekurangan. Dengan demikian mintalah kepada Allah pasangan yang dapat membantu menyemai iman, merenda taqwa, menghimpun tangan berdo’a dan berada dalam ketaatan,” ungkap Ustadzah Dewi.

3. Fastabiqul Khairat dalam Pernikahan
Dalam hal ini saling membantu dalam pekerjaan atau urusan rumah tangga. Pernikahan dengan prinsip fastabiqul khairat akan terasa indah dengan meletakkan orang lain sebelum diri kita.

“Seperti kita yang ingin memberikan kepada orang orang lain tentu ingin memberikan yang terbaik. Apalagi kepada pasangan hidup kita yang adalah orang terdekat dengan kita,” tutur Ustadzah Dewi.

4. Kerja Sama
Kerja sama ibarat seekor burung yang memiliki sayap kanan dengan kiri. Apabila sayap kanan kirinya tidak sinkron maka tidak akan bisa terbang. Sama dengan pasangan suami istri yang memiliki frekuensi yang sama agar dapat mengangkasa bersama.

“Kuncinya di sini adalah komunikasi, ataupun bisa melakukan deep talk dengan psangan hidup,” ucap Ustadzah Dewi.

5. Gas dan Rem
Ketika Allah menciptakan manusia dengan pasangan, artinya dihadirkan untuk saling melengkapi kekurangan masing-masing. Pasangan yang hadir biasanya ditakdirkan untuk bisa mengampu karakteristik atau saling melengkapi kekuarangan dan kelebihhan.

“Allah ciptakan pasangan suami dan istri bukan untuk pertandingan siapa yang terbaik melainkan saling mengingatkan dan melengkapi. Gas dan Rem merupakan dua karakteristik yang saling melengkapi,” tutur Ustadzah Dewi.

6. Menjadi Teladan Generasi
Ada pepatah arab yang mengatakan, bayangan itu lurus sementara bendanya bengkok. Kalimat ini merupkan sindiran bagi para orang tua yang menginginkan anak-anak nya menjadi shalih-shalihahn namun tiak dimulai dari diri sendiri.

“Apabila kita ingin memiliki anak-anak yang shalih dan shalihah, mulailah dari diri kita menjadi diri yang shilih dan shalihah,” ujar Ustadzah Dewi.

Lalu, apa kunci dari membangun keluarga? selalu melibatkan Allah dalam setiap perkara, berfastabiqul khairat, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, pun kerja sama yang baik antar pemerannya.

“Tidak hanya suami dan istri, namun juga melibatkan anak-anak dalam membangun kebermanfaatan membangun semesta alam,” ungkap Ustadza Dewi.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 22 Februari 2024
Imsak
04:32
Shubuh
04:42
Dhuhur
12:10
Ashar
15:18
Maghrib
18:17
Isya
19:27
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan