Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Nihil Kader NU di Pilpres 2024, Nusa Bangsa Gelisah

tim langit 7 Kamis, 04 Mei 2023 - 09:55 WIB
Nihil Kader NU di Pilpres 2024, Nusa Bangsa Gelisah
Komunitas Nusa Bangsa (NU Bersuara untuk Bangsa) akan mendatangi kantor PWNU Jatim, Kamis (4/5/2023) menyampaikan aspirasi karena tidak ada kader NU dalam Pilpres 2024.
LANGIT&.ID-, Surabaya- - Ribuan pemuda, santri dan warga NU yang tergabung dalam komunitas Nusa Bangsa (NU Bersuara untuk Bangsa) akan mendatangi kantor PWNU Jatim, Kamis (4/5/2023) hari ini.

Mereka membawa aspirasi agar calon presiden (capres) yang sekarang muncul menjadikan tokoh-tokoh NU sebagai bakal cawapres seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun 2004, siapa pun capres-nya, maka cawapres-nya dari tokoh NU. Kami ingin mengulang apa yang terjadi pada 2004 itu terjadi lagi pada 2024, karena saat ini hampir tidak ada tokoh NU yang masuk bursa cawapres dari lembaga survei mana pun,” kata koordinator ‘Nusa Bangsa’ HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, di Surabaya, Rabu malam.

Baca juga:Ketua Umum ISNU Ali Masykur Musa Didoakan Jadi Wakil Presiden

Dalam rilis yang diterima Langit7.id, belum adanya kader NU menjelang perhelatan Pilpres 2024 mengindikasikan gerbong NU bakal ‘terlempar’. Tanda itu bukan hanya mencuatnya sejumlah nama non-NU, lebih dari itu pimpinan NU sendiri justru mendorong orang ‘luar’ untuk menduduki posisi strategis tersebut.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, misalnya, mengatakan banyak warga NU menginginkan Erick Thohir menjadi calon wakil presiden (Cawapres) mendampingi Capres PDI-Perjuangan Ganjar Pranowo. Pernyataan ini menyakitkan komunitas ‘Nusa Bangsa’

Nihil Kader NU di Pilpres 2024, Nusa Bangsa Gelisah
Komunitas Nusa Bangsa akan mendatangi PWNU Jatim hari ini

Khalilur menyontohkan, ketika Megawati Soekarnoputri mencalonkan diri, maka cawapresnya adalah KH Hasyim Muzadi, ketika Wiranto mencalonkan, maka cawapres-nya adalah KH. Sholahuddin Wahid, dan ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencalonkan, cawapresnya Jusuf Kalla (Mustasyar PBNU).

“Karena itu, kami dari para pemuda NU dan 2.000 warga NU Jawa Timur akan bersilaturahmi ke PWNU Jawa Timur. Ini penting guna menyampaikan aspirasi dan kegundahan kami itu, sebab jamaah NU itu melebihi 110 juta orang, masak tidak menjadi pertimbangan lembaga survei,” ucapnya.

Menurut dia, tokoh NU yang diusung saat ini justru orang-orang non-NU yang di-NU-kan sebagai representasi NU, padahal bukan kader NU, atau ibarat NU naturalisasi, sedangkan kader NU dalam survei hanya diberi elektabilitas 1-2 persen, bahkan ada yang nol koma.

Baca juga:Cholil Nafis: Penembak Kantor MUI Mengaku Nabi, Sudah Kirim Surat Sejak 2014

“Kami tidak ingin mengusung siapa pun. Kami adalah Warga NU ingin ada tokoh NU yang menjadi representasi warga NU sebagai calon pemimpin nasional. Ada Bu Khofifah Indar Parawansa, Prof Mahfud MD, Ning Yenny Wahid, Muhaimin Iskandar, dan Prof M Nuh,” tuturnya.

Nama tokoh NU lainnya yang layak menjadi calon pemimpin nasional adalah Prof. Said Aqil Siradj, KH Yahya Staquf, Saifullah Yusuf, Gus Yaqut Cholil Qoumas, KH. As’ad Ali, KH Miftahul Akhyar, Habib Luthfi bin Yahya, Dr Ali Masykur Musa, KH. Marzuki Mustamar, dan tokoh NU lainnya.

“Kami para pemuda dan warga NU gelisah jika pada kontestasi Pilpres 2024 tidak ada representasi NU. Karena itu akan menyuarakan ini sampai empat bulan ke depan ketika KPU menetapkan calon untuk Pilpres 2024,” katanya.

Dalam aksi kali ini, Nabrak (Nahdliyin Bergerak) yang suratnya sudah beredar viral di media sosial, memilih mundur dari aksi.

Tanggapan Nabrak
Nabrak menarik diri dalam rencana aksi damai di depan kantor PWNU Jatim yang semula bakal digelar, Kamis (4/5/2023). Aksi ini direncanakan akan diisi doa bareng serta penyampaian aspirasi berbagai isu terkini diantaranya juga soal kontestasi mendatang.

"Kami batalkan kegiatan tersebut dan menyerukan anggota Nabrak yang menuju ke Kota Surabaya untuk kembali ke daerahnya masing-masing," kata Panglima Nabrak Firmansyah Ali di Surabaya, Rabu (3/5/2023) malam.

Cak Firman mengungkapkan, ada sejumlah alasan mengapa akhirnya Nabrak batal dalam rencana kegiatan tersebut. Salah satunya disebut karena besarnya animo anggota Nabrak dari berbagai daerah.

Jika tidak dibendung, Cak Firman mengklaim bisa ribuan orang yang datang. "Saya tidak ingin ada hal-hal yang tidak diinginkan bersama kalau sampai lebih dari 2 ribu orang," ungkapnya.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)