Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 20 Juni 2024
home masjid detail berita

Selain Al-Qur'an dan As-Sunnah, Fitrah Bagian dari Sumber Pengetahuan

Muhajirin Selasa, 30 Mei 2023 - 11:00 WIB
Selain Al-Qur'an dan As-Sunnah, Fitrah Bagian dari Sumber Pengetahuan
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Muhammad Rifoq Muzakkir, menjelaskan, dalam Islam, sumber pengetahuan terdapat enam macam. Di antaranya fitrah, nash (wahyu), nalar, kosmos, pengalaman kemanusiaan-kesejarahan, dan ispirasi ilahi.

"Fitrah sebagai sumber pengetahuan telah menjadi pembahasan para filsuf Islam. Salah satu filsuf Islam yang sangat ekstensif membincangkan konsep fitrah sebagai sumber pengetahuan ialah Ibnu Taimiyah," kata Rofiq dalam kajian Center for Integrative Science and Islamic Civilization Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (CISIC UMY), dikutip Selasa (30/5/2023).

Rofiq mengatakan, fitrah merupakan kemampuan orisinil atau kecenderungan dasar dalam diri setiap manusia yang diberikan oleh Allah SWT. Salah satu fitrah paling dasar adalah pengakuan adanya eksistensi Tuhan.

Artinya, sejak manusia lahir sudah dikaruniahi fitrah. Maka itu, konsep fitrah tidak bisa disamakan dengan teori tabularasa bahwa manusia lahir dalam keadaan netral tidak memiliki potensi apa-apa.

Baca juga:Varian Kristen Muhammadiyah, Abdul Muti Tegaskan Bukan Penggabungan Aqidah

Fitrah juga tidak dapat pula disamakan dengan konsep knowledge is power dari Michel Foucault karena sifat ini tidak dikonstruksi oleh kekuasaan apapun. Fitrah itu seperti bedan chips yang ditempelkan dalam fisik manusia.

"Sifat fitrah itu bawaa (innate), jadi tidak perlu didik, diajarkan, karena sudah ada sejak lahir. Semua manusia sejak lahir dari kecenderungan mengakui keberadaab Tuhan dan sistem nilai yang universal," ungkap Rofiq.

Tanpa perlu diajarkan, fitrah untuk mencintai nilai-nilai universal ini telah menjadi pengetahuan intristik yang ada dalam setiap jiwa manusia sejak lahir. Sebab, setiap manusia sejak ia lahir secara inheren mencintai nilai-nilai universal seperti kejujuran, keadilan, kenyamanan, cinta dan kasih sayang.

Konsekuensinya, seluruh manusia baik yang terdidik maupun tidak pasti membenci kejahatan, penderitaan, kecurangan, tipu daya, dan lain sebagainya.

"Manusia tinggal di manapun, berkebangsaan apapun, warna kulit apapun, mengakui bahwa nilai keadilan adalah nilai utama. Mereka suka dengan praktek keadilan, mereka benci dengan kecurangan. Secara intrinsik, manusia juga suka dengan kasih sayang," ungkap Rofiq.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 20 Juni 2024
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:58
Ashar
15:19
Maghrib
17:51
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan