Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 22 Februari 2024
home masjid detail berita

Adab Kelola Kas Masjid, Tidak Boleh Asal Dipakai

Muhajirin Selasa, 06 Juni 2023 - 17:55 WIB
Adab Kelola Kas Masjid, Tidak Boleh Asal Dipakai
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha.
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kas masjid memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan keberlangsungan aktivitas dan pemeliharaan masjid. Namun, terkadang penggunaan kas masjid dilakukan tanpa mempertimbangkan adab dan prinsip-prinsip yang seharusnya mengawalnya.

Penting bagi umat muslim untuk memahami bahwa kelola kas masjid harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan pertimbangan bijaksana. Salah satu prinsip utama dalam mengelola kas masjid adalah adanya transparansi dan akuntabilitas.

Umat muslim harus memiliki akses yang jelas dan mudah untuk mengetahui bagaimana dana kas masjid digunakan. Hal ini dapat dicapai melalui pembuatan laporan keuangan yang jelas dan teratur, serta disampaikannya informasi kepada jamaah mengenai pengeluaran yang dilakukan. Dengan demikian, setiap penggunaan dana kas masjid akan terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga:10 Tips Hidup Sehat dan Bugar ala Rasulullah SAW

Ulama asal Rembang, KH Bahauddin Nursalim (Gus Baha), menjelaskan, salah satu sumber dana kas masjid adalah sedekah dan infak. Biasanya, pengurus masjid membuat kotak amaldengan menuliskan penggunaan masing-masing dengan jelas.

Misalnya untuk pembangunan masjid, untuk kegiatan sosial, untuk yatim piatu, untuk pemberdayaan ekonomi umat, dan lain sebagainya. Tapi, ada pula kotak amal yang dibiarkan tanpa keterangan. Padahal, niat orang berinfak berbeda-beda.

Menurut Gus Baha, penggunaan uang kas masjid yang diperoleh dari kotak amal atau dengan cara lain mesti disesuaikan dengan peruntukannya. Ada aturan dan adab-adab yang harus diperhatikan agar tidak salah.

Gus Baha mencontohkan, terdapat jamaah yang menyumbang untuk keperluan renovasi masjid. Dana semacam itu tidak boleh digunakan untuk keperluan lain. Penggunaan kas harus sesuai dengan peruntukannya.

“Misalnya untuk keramik, peralatan dan keperluan dalam berwudhu, atau untuk peningkatan dan pemeliharaan bangunan. Ada dalam Bab Waqaf (fikih), dijelaskan bahwa niat yang diucapkan oleh waqif setingkat dengan teks syar’i, dan teks syar’i tidak boleh diubah,” ujar Gus Baha, dikutip kanal Santri Gayeng, Selasa (6/6/2023).

Gus Baha menjelaskan, selama ini banyak uang masjid yang digunakan hal-hal lain yang tidak digunakan semestinya. Misalnya santunan yatim dan pembangunan masjid untuk kepentingan bersama yang bisa dimanfaatkan secara maksimal.

“Jika ada uang masjid yang sudah lewat, usahakan jangan dipakai untuk transaksi. Kalau ada pengajian dibikin iuran, karena yang lalu sudah diniatkan untuk fungsinya,” ungkap Gus Baha.

Mengutip NU Online, dalam fikih, alokasi keuangan/infak masjid wajib diarahkan kepada imarah yakni kebutuhan fisik bangunan masjid, seperti renovasi atau pelestarian bangunan dan mashalih seperti gaji takmir, khatib, muadzin, dan kegiatan lain seperti dana bantuan kepada anak yatum, bencana alam dan lain sebagainya.

Selain transparansi, menghormati sumber pendapatan kas masjid juga merupakan aspek penting dalam adab kelola kas masjid. Kas masjid biasanya terbentuk dari sumbangan sukarela jamaah dan pendapatan lainnya yang berasal dari amal dan infaq.

Baca juga:Bolehkah Berkurban dengan Cara Berutang?

Oleh karena itu, penting untuk tidak menggunakan dana tersebut secara sembarangan atau untuk kepentingan pribadi. Sebaliknya, dana kas masjid seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan masjid, seperti perawatan, renovasi, pembangunan, dan program sosial yang bermanfaat bagi umat Muslim dan masyarakat sekitar.

Selain memperhatikan sumber dan penggunaan dana, adab kelola kas masjid juga mencakup pengelolaan yang efisien dan berkelanjutan. Umat Muslim harus memastikan bahwa dana kas masjid dikelola dengan baik, termasuk menyusun anggaran yang jelas, menghindari pemborosan, dan mengutamakan kebutuhan yang paling mendesak.

Penggunaan kas masjid yang cerdas dan efektif akan memastikan bahwa dana yang terbatas dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi umat Muslim dan masjid itu sendiri.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 22 Februari 2024
Imsak
04:32
Shubuh
04:42
Dhuhur
12:10
Ashar
15:18
Maghrib
18:17
Isya
19:27
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan