Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 20 Juni 2024
home masjid detail berita

Sambut Idul Adha 2023, Jangan Lupa Lakukan Amalan Ini

Muhajirin Selasa, 27 Juni 2023 - 15:05 WIB
Sambut Idul Adha 2023, Jangan Lupa Lakukan Amalan Ini
Sambut Idul Adha, jangan lupa melakukan amalan naik seperti takbir dan amal ibadah lain.
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Idul Adha merupakan salah satu dari dua hari raya umat Islam. Pada hari raya ini umat Islam menyembelih hewan kurban sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selain kurban, ada beberapa amalan lain sesuai petunjuk Nabi SAW. Mengutip karya Syekh Wahbah Zuhaili dalam kitab al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, setidaknya ada lima amalan yang bisa dilakukan seorang muslim saat Idul Adha.

1. Menghidupkan Malam Takbiran dengan Dzikir
Pada malam takbiran, umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir, bukan menghabiskan malam dengan hal sia-sia. Syekh Wahbah Zuhaili menyebut umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir pada malam Hari Raya Idul Adha. Tak lupa pula memperbanyak shalat tahajud untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Apalagi, pada malam tersebut besar kemungkinan doa-doa seorang muslim akan dikabulkan oleh Allah SWT. Maka, momen tersebut merupakan waktu yang sangat tepat untuk memperbanyak dzikir dan shalat lail.

Baca juga:Puasa Arafah 2023 Ikut Waktu Indonesia atau Arab Saudi? Begini Kata Ulama

2. Mandi, Pakai Parfum, dan Mengenakan Pakaian Terbaik
Mandi, memakai parfum, dan memakai pakaian terbaik merupakan sunnah dari Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW sering mengingatkan jika seorang muslim ingin beribadah berjamaah untuk mandi terlebih dahulu.

Pakai juga wewangian agar selain membuat diri sendiri segar, juga agar orang lain tidak terganggu dengan aroma tidak sedap dari tubuh kita. Jangan lupa kenakan pakaian terbaik yang kamu miliki, karena ini dianjurkan dan diamalkan oleh para Sahabat Nabi SAW.

3. Berangkat ke Tempat Shalat dengan Berjalan Kaki
Amalan lain saat Idul Adha adalah berjalan kaki saat pergi ke tempat shalat Ied. Hal ini tentu saja berdasarkan kebiasaan atau sunnah Nabi. Rasulullah tidak pernah menunggang kuda ketika pergi ke tempat shalat ied. Maka biasanya antara jalan pulang dan pergi, Rasulullah mengambil jalan yang berbeda.

Dari sahabat Jabir bin Abdullah RA, dia berkata:

كَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

“Nabi SAW saat shalat Idul Fitri menggunakan jalur yang berbeda saat berangkat dan pulang.” (HR. Bukhari no.986)

Kemudian sahabat Ibnu Umar RA. juga berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَخْرُجُ إِلَى الِْيدِ مَاشِيًا وَيَرْجِعُ مَاشِيًا

“Rasulullah SAW biasa pergi ke shalat Idul Fitri dengan berjalan kaki, dan dia juga berjalan ketika pulang ke rumah.” (HR.Ibnu Majah no.1295)

4. Tidak Makan Terlebih Dahulu Sebelum Shalat Sunnah Idul Adha
Berbeda dengan Idul Fitri, saat Idul Adha kita disarankan untuk tidak terburu-buru sarapan. Sebaiknya makan setelah shalat. Padahal, kalau bisa, kita baru makan setelah daging kurban siap disantap.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

"Rasulullah SAW biasa berangkat shalat ied pada hari Idul Fitri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ied baru beliau menyantap hasil kurbannya." (HR Ahmad. Syaikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan bawa hadits ini hasan)

5. Menunjukkan Keceriaan dan Pererat Silaturahmi
Dua hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha merupakan hari-hari kegembiraan bagi umat Islam. Oleh karena itu, pada saat lebaran, kita dianjurkan untuk menunjukkan keceriaan kita. Tak lupa, pererat silaturahmi dengan mengunjungi kerabat di hari bahagia ini.

Silaturahmi merupakan tanda orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir-Nya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

مَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ واليَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، ومَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ واليَومِ الآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ، ومَن كانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ واليَومِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أوْ لِيَصْمُتْ

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah memuliakan tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia menghubungkan tali silaturahmi. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR Bukhari dan Muslim).



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 20 Juni 2024
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:58
Ashar
15:19
Maghrib
17:51
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan