Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 24 April 2024
home global news detail berita

Operasi Bukan Satu-satunya Jalan Atasi Kasus Saraf Terjepit

ahmad zuhdi Senin, 30 Agustus 2021 - 06:23 WIB
Operasi Bukan Satu-satunya Jalan Atasi Kasus Saraf Terjepit
Ilustrasi sakit pinggang dan potensi saraf terjepit. Foto: Langit7.id/iStock
skyscraper (Desktop - langit7.id)
LANGIT7.ID, Jakarta - Tidak semua penderita diagnosis saraf terjepit harus menjalani operasi atau pembedahan. Hal tersebut disampaikan langsung Dokter spesialis orthopedi dan traumatologi dari Universitas Indonesia (UI) dr Asrafi Rizki Gatam Sp.OT (K-Spine) dan dr Omar Lutfi Sp.OT.

Ada sejumlah prosedur yang biasanya akan dilalui pasien, antara lain mengatasi rasa nyeri melalui obat-obatan seperti penghilang rasa sakit (pain killer), anti-inflamasi, relaksan otot dan vitamin neurotropik untuk memberikan nutrisi pada saraf. Selain itu, ada juga program rehabilitasi yang diberikan dokter spesialis rehab medik untuk meredakan sakit sekaligus memperkuat otot-otot punggung.

Baca Juga: Asyik dan Stylish, Gaya Selebritas Berhijab Saat Gowes

"Dilihat pasien per pasien, karena tidak semua perlu operasi," kata Asrafi dalam sebuah webinar kesehatan mengenai tulang belakang, Ahad (30/8/2021).

Sementara, menurut dr Omar terkadang kedua upaya tersebut tidak selalu menyelesaikan masalah. Sehingga diperlukan tindakan manajemen intervensi nyeri (IPM) yang minimal invasif atau meminimalkan luka sayatan seperti radiofrekuensi ablasi (RFA) dan memberikan laser pada bantalan sendi yang mengalami kerusakan.

"Ini kelanjutan program yang lebih advance dari pemberian obat-obatan dan rehabilitasi, meskipun semua itu sebetulnya suatu kesatuan yang memang harus dikerjakan pada pasien," tutur Omar.

Saraf terjepit atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP) tak terjadi secara instan. Melainkan melalui proses perlahan yang umumnya diawali sakit pinggang akibat robekan di ligamen atau bantalan tulang belakang. Lambat laun ada komponen bantalan yang keluar dari posisinya sehingga menjepit bantalan.

Baca Juga: dr Reisa Paparkan Kriteria Ibu Hamil Bisa Ikuti Vaksinasi Covid-19

Selain itu, bisa juga karena proses degenerasi menyebabkan penebalan pada ligamen-ligamen di sekitar tulang belakang sehingga menjepit saraf yang ada di tulang belakang itu. Nyeri saraf terjepit biasanya terasa di tungkai, paha, betis atau leher yang menjalar sampai ke tangan dan lengan.

Nyeri yang dialami umumnya sangat hebat. Terutama yang menjalar ke kaki dan obat penghilang rasa sakit tak lagi ampuh mengatasinya. (Sumber: Antaranews)

Baca Juga:

Lansia Makin Sehat Jika Suka Memberi dan Berkarya

Rahasia Mendidik Anak Agar Taat Kepada Orang Tua


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 24 April 2024
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan