LANGIT7.ID-, Surabaya- - Produk dari
pondok pesantren tak kalah bersaing dengan pabrik. Satu bukti, kopi kaleng yang diproduksi Koperasi Ponpes An Nur 2 Al Murtadlo Malang berkolaborasi dengan CV Kapiten Nusantara ekspor perdana ke Malaysia.
Total barang yang diekspor setahun 504.000 pcs dengan nilai kontrak Rp10,08 miliar. Pengirimannya akan dilakukan secara bertahap.
"Alhamdulillah kita melepas produk kopi hasil program OPOP (One Pesantren One Product). Semoga produk OPOP yang kita lepas ekspor ini bisa diikuti pesantren lain di Jatim," kata Gubernur Jatim Khofifah saat melepas ekspor perdana produk kopi di Surabaya, Selasa (1/8/2023) malam.
Orang nomor satu di Jatim itu juga mengapresiasi proses hilirisasi menuju ekspor produk olahan kopi ini. "Sebab, seluruh proses dilakukan dengan baik mulai dari membeli biji kopi hingga pada pengolahan dan menjadi minuman siap minum," terangnya.
Baca juga:
Semester Pertama 2023, SIG Catatkan Laba Rp866 MiliarKhofifah juga meluncurkan program OPOP Academy Go Nusantara. Melalui program ini, dia optimistis UMKM Jatim di lingkungan pesantren akan semakin berkualitas. Baik ketrampilan maupun produknya sehingga mampu naik kelas dan menuju pasar global yang lebih luas.
"Melalui program pelatihan ini kita akan dibantu dalam proses pendampingan dan penguatan, bagaimana proses kewirarusahaan dapat dilakukan dengan baik, efektif, dan lompatan stretegis. Ini adalah bagian dari semangat dakwah bil mal," jelas Khofifah.
Terkait pengembangan OPOP sendiri, Khofifah menekankan pentingnya skill untuk memasarkan produk secara digital. Karena itu, melalui program ini para pelaku UMKM yang tergabung dalam OPOP akan mendapatkan penguatan secara intensif.

(ori)