Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 25 April 2024
home sosok muslim detail berita

Cerita Shofia, Pelajar Muslim Surabaya Siasati Larangan Berhijab Selama Belajar di Belgia

tim langit 7 Selasa, 22 Agustus 2023 - 12:00 WIB
Cerita Shofia, Pelajar Muslim Surabaya Siasati Larangan Berhijab Selama Belajar di Belgia
Shofia Annyunari saat setahun belajar di Belgia (Dokumentasi/PWMU.CO
skyscraper (Desktop - langit7.id)
LANGIT7.ID-, Surabaya- - Siswi SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya, Shofia Annyunari punya pengalaman menarik selama setahun belajar di Belgia. Remaja ini belajar di sana dalam Program Rotary Youth Exchange 2022.

Saat acara Welcome Party Rotary Youth Exchange 2023, Shofi, sapaan akrabnya, menceritakan pengalamannya. “Saya tinggal di Belgia kurang lebih satu tahun, tepatnya 10 bulan,” ungkapnya dikutip dari laman PWMU, Selasa (22/8/2023)

Shofia tinggal di sebuah keluarga kecil di kota kecil sekitar Tournai yang bernama Kain. Ia tinggal dengan keluarga Bernard, ayahnya bernama Cyril Bernard dan ibunya Marie-amélie Bernadette

Selama di Belgia ia bersekolah di College Notre, Dame de La Tombe, Kain. Sekolahnya tidak terlalu jauh dari rumah. Ia hanya perlu waktu lima menit ke sekolah dengan mobil.

Baca juga:Kisah Jennie Nabilah: Yatim Sejak Kecil dan Nyaris Putus Sekolah, Kini Kuliah di Amerika

Berikut empat hal menarik saat dia di Belgia.

1. Kesan di Sekolah
Hal yang sangat berkesan di sekolah adalah ketika ia mengikuti acara tahunan yaitu “100 Jours”. Yaitu acara yang melambangkan 200 hari terakhir sebelum libur sekolah. Di sekolah itu ada kegiatan painting face yang dilakukan kakak kelas tingkat tertinggi terhadap adik kelasnya yang ingin di cat di pagi hari. Siang harinya juga ada parodi dan games seru yang sudah disiapkan.

Hal paling berkesan adalah saat pembelajaran. “Secara materi pelajaran tidak terlalu jauh dibandingkan dengan di Smamda. Tetapi jika dilihat dari cara mengajarnya cenderung ke arah berpikir kritis,” cerita dia.

Gadis berhobi fotografi ini menjelaskan saat ia mendapat tugas bahasa Prancis tentang lukisan, maka siswa diminta untuk menganalisis berbagai macam teknik, genre bahkan author lain yang terkait dengan lukisan yang dibahas tersebut

2. Tantangan Tidak Boleh Berhijab
Selama di Belgia gadis yang bercita-cita dokter ini tidak diperbolehkan memakai hijab. “Tidak ada alasan bagi saya untuk tidak memakai hijab,” tegasnya.

Ia menyiasati dengan memakai daleman ciput yang pas di kepala kemudian memakai wig di atasnya.

Terkait ibadah shalat fardhu, ia lebih memilih untuk shalat di rumah sepulang sekolah, karena aturan untuk shalat yang diterapkan di sekolahnya ribet.

“Alhamdulillah saya tidak pernah meninggalkan shalat selama di Belgia,” ungkapnya. Di rumahnya keluarganya juga sudah memahami tata cara peribadatan, sehingga Ia bisa menjalankan ibadah di rumah dengan tenang.

3. Puasa Ramadan 17 Jam
Saat bulan Ramadhan, ia juga bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar. “Alhamdulillah host family saya sangat pengertian,” kenangnya. “Mereka menyiapkan dan menemani saya saat sahur dan buka.”

Puasa Ramadhan di negara Belgia sangat berat dibandingkan di Indonesia karena harus 17 jam berpuasa. Ketika berbuka menunggu sebentar sudah langsung makan sahur.

“Saya sangat bersyukur mempunyai host family yang baik, sudah saya anggap sebagai keluarga sendiri, urainya.

Baca juga:Masya Allah! Marbot Masjid Raih Beasiswa Kuliah Teknologi di Amerika Serikat

4. Pengalaman Tak Terlupakan
Banyak hal yang tak terlupakan dilakukan bersama keluarga Bernard. Sepakan sekali putri pasangan Susilo Pambudi dan Martah Kurnia Kusumawardani ini mendapat tugas memasak jika tidak ada tugas atau kesibukan sari sekolah.

“Saya masak nasi goreng, pecel dan beberapa masakan Belgia, tentunya juga didampingi,” ujanrya. Selain itu saat Lebaran mereka juga membuat kue kastengel bersama.

Ia juga mempunyai pengetahuan dan pengalaman baru terkait even tahunan seperti Chirstmas dan Easter. Ia juga berkesempatan melihat carnaval di berbagai kota di Belgia selama 1-2 pekan.

Selain itu ia juga diajak jalan-jalan ke negara lain hingga Paris dan Prague.

Sebelum kembali ke Tanah Air, ia mendapat penghargaan gelar diploma dari Pemerintah Belgia karena sudah berpartisipasi aktif selama menjadi inbound student di Belgia.

Dari pengalaman belajar di Belgia ini ia bisa mendapatkan banyak hal di antara kemampuan bahasa Inggris yang terasah, kemandirian, menjadi Muslimah sejati yang tahan banting, teman mancanegara, kultur dan kebiasaan baik orang orang di sana.

Juga mampu mengadaptasikan diri di segala situasi, menghormati perbedaan yang ada, mencari solusi dengan cepat. “Itulah beberapa hal yang saya alami sendiri, dan akan saya jadikan pelajaran untuk kehidupan saya ke depan,” ujarnya.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 25 April 2024
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:51
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan