Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 24 April 2024
home edukasi & pesantren detail berita

Yogyakarta Penyedia Perguruan Tinggi Berkualitas Mulai Runtuh?

Muhajirin Selasa, 22 Agustus 2023 - 18:00 WIB
Yogyakarta Penyedia Perguruan Tinggi Berkualitas Mulai Runtuh?
ilustrasi
skyscraper (Desktop - langit7.id)
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid, menilai sektor pendidikan tinggi swasta (PTS) di DI Yogyakarta perlu mendapat perhatian seperti sektor pariwisata. Para mahasiswa sejatinya merupakan wisatawan dengan kunjungan lama, bisa sampai empat tahun.

"Kontribusi PTS melalui beragam aktivitas dan mahasiswa dalam menggerakkan ekonomi lokal sangat signifikan," kata Fathul melalui laman UII, dikutip Selasa (22/8/2023).

Berdasarkan Susenas 2021, setiap mahasiswa di Yogyakarta membelanjakan Rp1,70 juta per bulan. Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan hasil survei Bank Indonesia pada 2020, yakni rata-rata pengeluaran mahasiswa pendatang Rp3,03 juta per bulan.

Pengeluaran tersebut beragam kebutuhan, termasuk akomodasi, transportasi, komunikasi, kesehatan, dan hiburan. Pada 2022, mahasiswa PTS di Yogyakarta berjumlah 290.621. Angka tersebut belum termasuk mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Jika sebanyak 70% dari mahasiswa PTS adalah pendatang, maka jumlah pengeluaran mereka, menggunakan basis Susenas, adalah Rp345,84 miliar per bulan alias Rp11,53 miliar per hari. Hal tersebut memiliki pengaruh dalam menggerakkan roda ekonomi di Yogyakarta.

Menurut Fathul, dampak PTS sangat jelas. Survei pada Desember 2020 ketika pandemi Covid-19 menyerang, hanya 27% PTS di Yogyakarta yang tidak mempunyai masalah keuangan. Sisanya berjuang dengan berbagai cara, termasuk meminta bantuan kepada badan penyelenggara (yayasan) dan menggunakan tabungan.

"Potret tidak berubah signifikan meski setelah berjalan dua tahun, ketika pandemi mulai mereda. Survei pada Oktober 2022 menunjukkan hanya 29% PTS yang tidak mempunyai masalah keuangan," ujar Fathul.

Pada awal 2023, beragam informasi terserak yang masuk kepada Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta se-Indonesia (Aptisi) juga tidak menggembirakan. Ada PTS yang akan merumahkan pegawai. Ada PTS yang berpikir untuk melakukan alih kelola. Banyak PTS yang masih berjuang untuk menyehatkan diri.

Salah satu keluhan yang sering masuk ke radar Aptisi adalah soal cacah mahasiswa baru yang menurun. Namun, data tidak memberi dukungan. Jumlah mahasiswa baru di PTS di Yogyakarta memang sempat turun pada 2021 menjadi 59.325 dari tahun sebelumnya berjumlah 62.355.

"Namun pada 2022, naik lagi menjadi 60.332. Namun, demikian jumlah agregat mahasiswa PTS tidak pernah turun dari 2018," tutur Fathul.

Lalu, kenapa ada keluhan dari banyak PTS? Menurut Fathul, terdapat beberapa kandidat penjelas, baik yang berdukungan data maupun dugaan yang memerlukan verifikasi lanjutan.

Pertama, analisis lebih lanjut menemukan ada ketimpangan distribusi mahasiswa. Data 2022 menunjukkan sebanyak 81,21% (mendekati 47.000) mahasiswa baru berada di PTS berbentuk universitas yang berjumlah 25.

Itupun sangat variatif, mulai dari PTS yang menerima lebih dari 7.000 sampai dengan yang kurang 400 mahasiswa baru. Sebanyak 18,79% tersebar di 75 PTS lainnya: insititut, sekolah tinggi, politeknik, akademi, dan akademi komunitas.

Ketimpangan tersebut dapat dijuga dengan melihat ukuran PTS berdasar jumlah mahasiswa aktifnya. Dari 100 PTS, sebanyak 36 yang mempunyai mahasiswa di atas 1.000. Sebanyak 20 PTS yang memiliki mahasiwa 2.000 atau lebih.

"Dari sejumlah itu, sebanyak 10 PTS yang memberikan pendidikan ke 5.000 atau lebih mahasiswa. Jika dinaikkan angkanya, hanya enam PTS yang mempunyai mahasiswa di atas 10.000," ungkap Fathul.

Kedua, penurunan animo pendaftar ke PTS di DIY. Data komprehensif untuk semua PTS di DIY tidak tersedia. Meskipun setiap PTS bisa menganalisis datanya masing-masing. Jika betul terjadi penurunan, sulit untuk memastikan apakah ini karena prioritas pengeluaran keluarga yang berubah, daya beli publik untuk layanan pendidikan yang menurun, animo ke PTS lokal di luar DIY atau PTN yang menaik, atau kumulasi dari semuanya.

"Tidak tersedia data yang bisa diakses untuk verifikasi," ujar Fathul.

Ketiga, ekspektasi yang kurang rasional. Pada 2022, sebanyak 100 PTS berekspektasi mendapatkan sebanyak 183.034 mahasiswa baru semua jenjang. Kenyataannya, cacah mahasiswa baru hanya 60.332 . Dengan demikian, keterisian kuota hanya sekitar 33%.

"Penurunan keterisian ini sudah menurun bahkan sejak sebelum pandemi Covid-19," ungkap Fathul.

Meskipun cacah program studi terus meningkat di kalangan PTS, tetapi cacah mahasiswa baru berkisar di angka 60.000an. Ini bisa jadi juga merupakan indikasi adanya “kanibalisasi” antarprogram studi, baik di dalam satu PTS maupun antarPTS, bahkan oleh PTN.

"Atau, apakah ini juga indikasi bahwa PTS di DIY sudah jenuh? Jika ini kasusnya, maka pekerjaan rumahnya menjadi lebih rumit dan memerlukan banyak kejutan. Selain semua PTS terus meningkatkan kualitasnya, pemerintah juga perlu memberikan fasilitasi, dan warga harus memberikan sambutan hangat kepada mahasiswa. Tanpanya, magnet DIY sebagai penyedia pendidikan tinggi berkualitas dengan suasana yang nyaman, akan luntur perlahan. Tentu, bukan ini yang kita harapkan," ujar Fathul.



(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 24 April 2024
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan