Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 20 Juni 2024
home global news detail berita

Pentingnya Jaga Ketahanan Keluarga, Jadi Basis Kemajuan Umat dan Bangsa

Muhajirin Senin, 11 September 2023 - 15:00 WIB
Pentingnya Jaga Ketahanan Keluarga, Jadi Basis Kemajuan Umat dan Bangsa
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, menegaskan, ketahanan keluarga merupakan basis kemajuan umat dan bangsa. Salah satu masalah yang dihadapi masyarakat modern adalah ketahanan dan keharmonisan keluarga. Di banyak negara keluarga mengalami pelemahan.

"Angka broken home sangat tinggi. Angka perceraian di atas 25 persen. Di banyak negara maju, sebagian masyarakat, khususnya kalangan muda memilih tidak berkeluarga. Banyak yang berkeluarga memilih tidak memiliki keturunan (child free). Sebagian karena alasan ekonomi, karir, dan falsafah hidup," kata Mu'ti saat menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Senin (11/9/2023).

Kecenderungan sosial tersebut menimbulkan masalah serius, yaitu keterputusan generasi (degeneration), bahkan hilangnya generasi (lost generation). Banyak negara yang kekurangan jumlah penduduk atau degenerasi nasabiah. Banyak juga bangsa-bangsa yang kehilangan jatidiri atau degenerasi diniyyah.

Islam mengajarkan tentang pentingnya berkeluarga dan lembaga keluarga agar manusia hidup bahagia, aman, tenang, dan damai. Penelitian menunjukkan, sebagian besar orang yang berkeluarga hidupnya lebih bahagia dibandingkan dengan mereka yang tidak berkeluarga.

"Allah menciptakan manusia hidup berpasangan dengan ikatan pernikahan agar mereka hidup tenang, bahagia, dan sejahtera," ujar Mu'ti.

"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (QS Ar-Rum: 30)

Mu'ti menjelaskan, berkeluarga merupakan sarana untuk membangun umat, masyarakat, dan bangsa yang kuat. Keluarga yang bahagia akan melahirkan generasi yang sejahtera. Berkeluarga merupakan sarana yang memungkinkan terjadinya proses regenerasi, lahirnya generasi yang melanjutkan perjuangan keluarga dan peradaban yang utama.

Regenerasi bukan sebatas reproduksi, yakni keluarga memiliki keturunan, anak, dan cucu. Regenerasi mengandung pesan anak dan cucu yabg berkualitas. Nabi Zakaria berdoa agar diberikan anugerah: dzurriyatan thayyibah.

"Dalam beberapa kitab tafsir dijelaskan yang dimaksud dengan 'dzurriyatan thayyibah' adalah anak yang baik, salih, berkeadaban, berakhlak mulia, dan diberkati," tutur Mu'ti.

Dzurriyatan thayyibah dapat juga ditafsirkan sebagai "qurrata a'yun" sebagaimana disebutkan di dalam Qur'an Surat Al-Furqan ayat 74. Qurrata 'ayun merupakan anak-anak yang menyenangkan hati karena taat kepada Allah, berbakti kepada orang tua, dan menghormati orang tua dengan penuh rasa cinta.

Dalam Islam, kata Mu'ti, keluarga merupakan lembaga yang memiliki lima fungsi. Fungsi pendidikan, kebudayaan, keagamaan, sosial, dan ekonomi. Keluarga merupakan rumah dimana semua anggota keluarga berkumpul, berinteraksi, dan hidup bersama.

"Keluarga adalah tempat dimana anak-anak mengenal nilai-nilai utama, budaya, tata krama, adat istiadat, adab yang luhur, dan dasar-dasar agama dari orang tua, ayah, ibu, dan anggota keluarga yang dewasa," tutur Mu'ti.

Maka itu, agar memiliki keluarga yang bahagia dan keturunan yang salih dan berkualitas, Al-Qur'an mengingatkan untuk menjaga dan mendidik anak-anak dengan ilmu, kesadaran, dan keteladanan. Allah berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS At-Tahrim: 6)

Rumah merupakan keluarga dapat menjadi basis utama pendidikan dan penanaman nilai-nilai apabila dihiasi dengan cahaya ibadah shalat dan bacaan shalat. Diriwayatkan dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sinarilah rumah-rumah kajian dengan shalat dan bacaan Al-Qur'an”.

Selain itu, rumah tangga dan keluarga akan bahagia dan selamat dunia dan akhirat apabila mengikuti, mengamalkan, dan mewujudkan ajaran dan nilai-nilai Al-Qur'an. Ketahanan keluarga adalah kunci kekuatan umat dan bangsa.

"Kembali kepada firman Allah di dalam Qur'an Surat at-Tahrim ayat 6, yang dimaksud dengan "ahli" tidak hanya terbatas keluarga yang memiliki hubungan nasab, silsilah keluarga, dan kerabat tetapi ahli adalah komunitas, masyarakat, bahkan bangsa. Keselamatan bangsa ditentukan oleh kebahagiaan dan ketahanan keluarga," ungkap Mu'ti.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 20 Juni 2024
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:58
Ashar
15:19
Maghrib
17:51
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan