Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 25 Mei 2024
home sosok muslim detail berita

Muhammad, Manusia Paling Sederhana dan Rendah Hati

Muhajirin Jum'at, 22 September 2023 - 20:00 WIB
Muhammad, Manusia Paling Sederhana dan Rendah Hati
Nabi Muhammad SAW memiliki sifat kesederhanaan dan kerendahan hati yang sempurna.
skyscraper (Desktop - langit7.id)
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Nabi Muhammad SAW memiliki sifat kesederhanaan dan kerendahan hati yang sempurna. Dari sifat tersebut, umat manusia bisa belajar banyak dan meningkatkan gaya hidup secara signifikan jika mengikuti sunnahnya.

Manusia memiliki sifat dasar menganggap diri sendiri lebih unggul dari orang lain. Hal itu pada akhirnya memunculkan ego yang mendorong perasaan negatif satu sama lain. Berbeda dengan Nabi Muhammad SAW. Meski punya banyak pengikuti, namun dia tetap rendah hati dan tidak pernah menganggap dirinya lebih unggul dari para sahabat dan manusia lainnya.

Dalam banyak riwayat, Nabi Muhammad tidak suka diperlakukan seperti orang yang memiliki kekuatan besar atau pengikut yang mirip dengan raja atau penguasa. Beliau melarang orang berdiri di hadapannya atau berlutut untuk memberikan simbol-simbol penghormatan. Beliau tinggal di rumah sederhana dan makan makanan yang sederhana.

Meskipun beliau adalah seorang Nabi dan memiliki banyak pengikut, beliau tidak pernah menggunakan pengaruhnya untuk hidup bermewah-mewahan. Beliau menjalani kehidupan yang tidak bergelimang harta, melainkan hidup dalam kerendahan hati dan kesederhanaan.

Baca juga:4 Cara Tumbuhkan Cinta kepada Rasulullah SAW

Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bepergian dengan para sahabatnya. Ketika tiba waktunya untuk menyiapkan makanan, beliau meminta mereka untuk menyembelih seekor domba. Seorang pria berkata, “Saya akan menyembelihnya”. Kata yang lain, “Saya akan mengulitinya.” Yang ketiga berkata, “Aku akan memasaknya.”

Maka Rasulullah bersabda, “Aku akan mengumpulkan kayu untuk api.” Mereka berkata: "Tidak, kami akan mencukupkanmu dengan pekerjaan itu."

“Aku tahu bahwa kalian dapat melakukannya untukku, tetapi aku benci diistimewakan. Allah tidak suka melihat seorang hamba-Nya diistimewakan oleh orang lain.” Maka dia pun pergi dan mengumpulkan kayu bakar. (Khulasa As- Siyar hal.22)

Nabi Muhammad (SAW) adalah seorang suami dan ayah yang patut dicontoh. Meskipun memiliki banyak istri, beliau memberikan hak-hak mereka, memperlakukan mereka dengan setara.

Selain itu, beliau juga membantu pekerjaan rumah tangga. Beliau memperbaiki sepatu dan pakaiannya sendiri. Selain menjadi suami dan ayah yang baik, dia juga seorang yang baik. Dia memperlakukan semua wanita dengan hormat.

Abu Sa'id Al-Khudri berkata, “Beliau lebih cantik dari seorang perawan di kamar kerjanya. Ketika beliau membenci sesuatu, kami membacanya di wajahnya. Beliau tidak menatap wajah siapa pun, beliau selalu menundukkan pandangannya. Dia lebih banyak melihat ke tanah daripada melihat ke langit. Pandangan beliau yang paling banyak kepada manusia adalah pandangan mata. (HR. Bukhari, no. 504)

Berbuat Baik kepada Orang Miskin
Nabi Muhammad SAW selalu berbuat baik kepada orang miskin dan membutuhkan. Beliau tidak pernah memperlakukan para pelayan/budak dengan buruk. Beliau memperlakukan mereka secara setara.

Bahkan, saat dihadiahi seorang budak bernama Zayd bin Haritsah oleh Sitti Khadijah, Nabi Muhammad memperlakukan seperti anak angkat. Zayd kemudian menjadi salah satu sahabat terdekat Muhammad SAW.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi (SAW) bersabda, “Orang yang menjaga dan bekerja untuk seorang janda dan orang miskin, adalah seperti seorang pejuang yang berjuang di jalan Allah atau seperti orang yang berpuasa di siang hari dan berdoa sepanjang malam. (HR. Bukhari no. 6006)

Karakter Nabi adalah sedemikian rupa sehingga orang-orang cenderung menerima Islam. Beliau sadar akan singkatnya dunia ini dan tahu bahwa tempat tinggal manusia yang sebenarnya adalah di akhirat. Maka itu, sudah sepatutnya seorang muslim mengikuti jejak beliau agar nonmuslim melihat keindahan akhlak masyarakat muslim.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 25 Mei 2024
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan