Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 26 Mei 2024
home lifestyle muslim detail berita

Peran Anggota Keluarga dalam Islam, Ibu Sebagai Tiang Negara

Muhajirin Senin, 02 Oktober 2023 - 18:00 WIB
Peran Anggota Keluarga dalam Islam, Ibu Sebagai Tiang Negara
ilustrasi
skyscraper (Desktop - langit7.id)
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Mentor Sekolah Rumah Tangga, Ulum A Saif, menyampaikan, keluarga merupakan pondasi utama bagi tegaknya sebuah peradaan. Semua sepakat akan hal tersebut. Lebih dari itu, ibu menjadi sosok yang berperan sebagai tiang negara.

“Apabila kita melihat kembali pada teori-teori konspirasi, konon sudah banyak pihak yang ingin meruntuhkan peradaban umat islam secara keseluruan. Namun selalu gagal,” kata Ulum dalam kuliah Edufic yang diadakan secara daring, dikutip Senin (2/10/2023).

Kegagalan tersebut membuat musuh Islam menarget hal fundamental. Menurut Ulum, musuh Islam akhirnya melihat bahwa untuk menghancurkan Islam melalui pondasi utamanya yaitu keluarga. Maka yang menjadi sasaran mereka adalah perempuannya, kepada ibu, lalu kepada anak, kemudian bapak-bapak.

“Saya punya pendapat, akan sangat efektif sekali keluarga itu berubah apabila ayah atau suami bergerak,” ujar Ulum.

Baca juga:Dampak Serius Ketidakhadiran Ayah dalam Pendidikan Anak

Banyak ibu sudah belajar parenting dan kerumah tanggaan. Namun saat hendak dipraktikkan mentok, karena suami menggampangkan. Berbeda jika ayah atau suami sudah mendapatkan ilmu kerumah tanggaan, perubahan akan menjadi efektif sekali.

“Sebab, sesuai posisi sangat mudah sebagai pemimpin keluarga yang membuat arahan dan menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam keluarga, dan itu merupakan keistimewaan sebagai pemimpin keluarga,” ujar Ulum.

Dalam hal ini, suami dan istri saling mendukung untuk mengimplementasikan dalam keluarga kepada anak-anak. Menurut Parliament European, 2008 Populasi negara maju secara umum mengalami penurunan yang signifikan. Semakin maju sebuah negara, semakin tidak ingin berkeluarga.

“Semakin tidak ingin punya anak, dan semakin tidak ingin terikat. Sebab, doktrin maju bagi mereka adalah berkaitan dengan materi keberlimpahan harta, uang dan seterusnya. Tidak tentang maju itu keluarganya, kekuatan emosioanal dan ikatan jiwa antara keluarganya,” tutur Ulum.

Baru-baru ini beredar berita tentang evakuasi bocah yang menjadi korban penganiayaan oleh ayah kandung. Kejadian ini berada di Kota Cimahi, Jawa Barat. Seorang anak perempuan yang masih 10 tahun meninggal dunia, sementara kakak berusia 12 tahun mengalami luka lebam serius tak berdaya.

“Kronologi dari kasus ini setelah diusut lebih dalam, bahwa ayah merasa kesal karena diganggu oleh sang anak saat sang ayah sedang bermain game,” ungkap Ulum.

Setelah diusut lagi lebih dalam, ternyata sang ayah kesal karena harus mengasuh dan membesarkan anak sendirian tidak ada ibu. Artinya, dalam hal ini sangat diperlukan kehadiran ayah dan ibu bagi anak juga bagi masing-masing pasangan. Anak butuh orang tua, ayah butuh ibu, ibu juga butuh ayah.

“Maka dari itu saya memiliki keyakinan untuk memperbaiki relasi suami istri, karena itu akan memperbaiki generasi,” ucap Ulum.

Dengan begitu, orang tua akan memperbaiki generasi peradaban ke depan. Sehingga, anak akan tumbuh dengan mental yang kuat, siap menerjang badai zaman. Anak-anak yang kuat adalah anak-anak yang lahir dari orang tua yang mentalnya kuat, bukan yang konfliknya kuat.

Lalu, bagaimana dengan tokoh-tokoh yang tidak memiliki orang tua, yatim atau piatu? Itu dalam perjalanannya, anak-anak yang luar biasa hebat akan memiliki ayah-ayah pengganti tetap ada sosok ayah maupun ibu. Meski itu bukan ayah kandung atau ibu kandung.

Ayah dan Ibu kandung memiliki kecenderungan memberikan fasilitas dan kebutuhan anak. Untuk ayah dan ibu tidak kandung kecenderungannya memandirikan mereka. Salah satu contoh tokoh popular dalam islam yang memiliki sosok ayah dan ibu yaitu Muhammad Al-Fatih sang penahluk Konstatinopel.

“Dari Ayah dan lbu yang luar biasa, lahirlah seorang anak yang luar biasa,” ujar Ulum.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 26 Mei 2024
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan