Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 25 Februari 2024
home masjid detail berita

Harapan di Masa-Masa Sulit, Inspirasi dari Kehidupan Nabi Muhammad SAW

Muhajirin Selasa, 17 Oktober 2023 - 11:00 WIB
Harapan di Masa-Masa Sulit, Inspirasi dari Kehidupan Nabi Muhammad SAW
Warga Gaza menolak meninggalkan rumah dan lingkungan mereka.
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Keadaan seorang mukmin harus selalu berada di antara rasa takut (khauf) dan harapan (raja’). Seperti halnya seekor burung yang menggunakan kedua sayapnya untuk terbang ke tempat tujuan. Dua sayap seorang mukmin adalah rasa takut dan harapan, dan tujuannya adalah surga.

Tidak diragukan lagi bahwa kehidupan penuh dengan kesulitan. Cara yang tepat untuk mengatasi kesulita itu harus dilakukan sesuai dengan cara Nabi Muhammad SAW. Saat ini umat Islam di seluruh dunia menderita bahkan banyak kehilangan nyawa seperti yang terjadi di Palestina.

Panutan terbaik dalam menghadapi masa-masa sulit itu adalah meniru Rasulullah SAW. Sebelum Nabi Muhammad dilahirkan, ayahnya meninggal dunia. Ketika beliau masih berusia enam tahun, ibunya juga meninggal dunia. Beliau hanya memiliki kakek yang sangat menyayanginya.

Namun sayangnya, beliau juga meninggal dunia tak lama kemudian, ketika Nabi Muhammad berusia depalan tahun. Setelah itu, Nabi Muhammad diasuh oleh pamannya, Abu Thalib. Dari semua kesulitan yang bisa dialami seorang anak, beliau telah melalui semua.

Baca juga:Sains Buktikan Kebenaran Al-Quran Lewat Burung Gagak

Kesabaran dan Keikhlasan Nabi
Ummu Muadh, seorang penulis di About Islam, mengatakan, ketika Muhammad diutus sebagai nabi dan rasul, beliau menghadapi banyak sekali kesulitan yang berat. Pertama, beliau menjadi orang yang dibuang oleh kaumnya. Orang-orang yang dulu memuji kini menjauhinya.

“Bayangkan betapa sulitnya diabaikan oleh komunitas Anda sendiri, seolah-olah Anda bukan bagian dari mereka,” kata Muadh.

Namun, beliau menghadapi sikap mereka dengan kesabaran dan kebaikan. Kemudian ketika orang-orang mulai menerima pesannya, kaum Quraisy mulai menyiksa mereka. Ketika melihat orang yang Anda cintai diperlakukan dengan kasar, hati secara alamiah akan tergerak untuk membantu. Nabi Muhammad melihat dengan matanya sendiri bagaimana orang-orang yang dicintainya dan sahabat-sahabatnya disiksa secara brutal.

Alih-alih membalas dengan cara yang sama hinanya, Nabi Muhammad tetap teguh dalam kesabaran dan doa dengan perjuangan ini juga. Allah menerima doa Nabi SAW, dan membawa perubahan bagi orang-orang. Mereka harus pergi ke Abyssinia.

Kemudian beliau mengalami dua kehilangan yang sangat besar. Salah satunya adalah pamannya, Abu Thalib, dan yang kedua adalah istri tercintanya, Khadijah. Abu Thalib pemimpin Quraisy salah satu alasan mengapa kaum Quraisy tidak dapat menyakiti Nabi Muhammad SAW.

Khadijah membantu Nabi dalam memenuhi kebutuhan keuangan. Dua pilar penopang hidupnya runtuh. Hal itu cukup untuk membuat siapa pun kehilangan harapan dalam hidup dan jatuh ke dalam depresi. Namun, Nabi bekerja menuju masa depan yang lebih hebat. Allah memudahkan Nabi SAW karena beliau tulus dalam keimanannya.

Keputusan yang Mengubah Hidup
Ketika kehidupan Nabi SAW berada dalam bahaya, beliau harus berhijrah. Bayangkan meninggalkan kota Anda, komunitas, kenyamanan rumah sendiri. Nabi Muhammad SAW harus meninggalkan Mekah!

Kota yang memiliki rumah Allah (Kakbah). Kota yang di dalamnya Nabi Ibrahim agar Allah menaruh cinta di hati manusia terhadapnya. Ingatlah, ini adalah tugas yang sangat sulit yang harus dilakukan oleh Nabi SAW.

“Ketulusan Nabi SAW dalam semua tindakannya sangat jelas. Beliau tidak akan pergi sebelum semua orang yang berada di bawah tanggung jawabnya aman dan selamat. Semua pengungsi di seluruh dunia saat ini mengalami hal yang sama, sayangnya sifat ini telah hilang dari diri manusia saat ini,” tutur Muadh.

Begitu tiba di Madinah, Allah mengaruniai Nabi Muhammad dengan banyak karunia. Beliau memiliki rumah, keluarga, dan komunitas. Paling penting, beliau memiliki kebebasan beragama. Beliau mengalami banyak kesulitan dalam hidupnya, tetapi beliau tetap bertahan.

Untuk kualitas yang beliau dikenal, ditanamkan dalam diri beliau shadiq al amin, jujur dan dapat dipercaya. Beliau memiliki tujuan untuk bertahan dalam perjuangan hidup ini dengan cara yang diridhai Allah, yang akan menuntunnya kepada rahmat dan surga-Nya. Beliau berdiri teguh dan tulus di dalamnya sepanjang hidupnya.

“Selama masa sulit yang sedang kita saksikan ini, berjanjilah pada diri sendiri bahwa Anda akan mulai belajar lebih banyak tentang Nabi Muhammad. Berjanjilah pada diri sendiri dengan tulus dari lubuk hati yang paling dalam, bahwa apa pun keadaannya, Anda akan bersikap rasional dalam mengambil keputusan. Segala sesuatu dimulai dengan niat yang tulus,” tutur Muadh.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 25 Februari 2024
Imsak
04:32
Shubuh
04:42
Dhuhur
12:09
Ashar
15:16
Maghrib
18:16
Isya
19:26
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan