Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 03 Mei 2026
home masjid detail berita

Jangan Bentak dan Pukul, Ini 7 Cara Mendidik Anak Berakhlak, Penurut dan Rajin

Muhajirin Kamis, 26 Oktober 2023 - 07:00 WIB
Jangan Bentak dan Pukul, Ini 7 Cara Mendidik Anak Berakhlak, Penurut dan Rajin
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Setiap orang tua menginginkan anak-anaknya tumbuh menjadi individu yang berakhlak baik, penurut, dan rajin belajar. Namun, untuk mewujudkan impian tersebut, orang tua harus memahami bahwa pola pendidikan tertentu diperlukan.

Pendidikan bukan sekadar memasukkan anak ke sekolah dan membiarkan guru yang mengambil alih tugas tersebut. Orang tua berperan kunci dalam membentuk karakter anak-anak.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Prof Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya), membagikan tips agar anak menjadi baik, penurut, dan rajin belajar.

Pertama, Buya Yahya menyarankan agar orang tua wajib memohon kepada Allah SWT, karena Allah merupakan tempat memohon seorang hamba. Orang tua harus beroda Allah agar diberikan anak yang memiliki akhlak baik, pintar dan sebagainya.

"Pertama, memohon kepada Allah SWT," jawab Buya Yahya.

Baca juga:Bolehkah Shalat sambil Baca Mushaf Al-Quran?

Kedua, masukan anak ke dalam lingkungan dengan agama yang kental. Libatkan juga anak dalam hal-hal keagamaan seperti pengajian. Ayah juga bisa mengajak anak untuk rutin shalat berjamaah di masjid. Cara seperti ini akan melatih kedekatan anak pada ajaran Islam.

"Masukkan kepada lingkungan yang baik dan agamis seperti Majelis ta’lim dan acara-acara keagamaan" sambung Buya Yahya.

Ketiga, Buya Yahya menekankan agar orang tua bisa menjadi contoh bagi anaknya. Apa yang orang tua lakukan memiliki kemungkinan besar diduplikat oleh anak. Orang tua seharusnya bisa memilah mana saja tindakan yang pantas dilakukan di depan anak.

Bukan tidak mungkin perilaku kurang baik yang dilakukan oleh orang tua, suatu saat akan dilakukan oleh anak. Bahkan, bisa dikatakan anak adalah cermin orang tua yang sebenarnya.

"Menjadilah orang tua yang bisa jadi suri tauladan bagi anak karena seorang anak akan mudah meniru orang tua," ujar Buya Yahya.

Keempat, Buya Yahya menganjurkan agar orang tua sering melibatkan anak untuk selalu berkomunikasi dalam hal positif. "Sering ajak bicara dalam hal positif dengan cara yang menjadikan anak merasa dianggap,"ujarnya.

Kelima, hukumlah kesalahan anak dengan cara yang lebih lembut terlebih dahulu sebelum ada hukuman yang keras.

Keenam, ubahlah cara marah kepada anak. Mislanya, dari memukul membentak dengan memeluk mencium sambil membisikkan kesalahan di telinganya.

Setelah melakukan enam tips tersebut dengan maksimal, terakhir, Buya Yahya menyarakan agar orang tua berserah diri kepada Allah. "Ketujuh, serahkan kepada Allah yang maha kuasa setelah anda berusaha dengan maksimal, " ujar Buya Yahya.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 03 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)