Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 21 Februari 2024
home lifestyle muslim detail berita

5 Tips Membangun Keluarga ala Rasulullah SAW

Muhajirin Rabu, 29 November 2023 - 21:00 WIB
5 Tips Membangun Keluarga ala Rasulullah SAW
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Salah satu indikasi keberhasilan sebuah negara bangsa adalah kehidupan keluarga anggota masyarakat baik dan maslahah. Bangunan bangsa dan negara harus dimulai dari bangunan keluarga.

Jika bangunan keluarga baik, maka masyarakat akan baik. Bila masyarakat baik, bangsa dan negara akan baik. Maka, keluarga maslahah adalah modal utama dalam membangun bangsa.

Ketua PW-NU DKI Jakarta, KH Syamsul Ma’arif, memaparkan lima tips membangun keluarga ala Rasulullah SAW sebagai modal utama membangun keluar maslahah.

1. Pendidikan Praktikum Ibadah kepada Keluarga
Nabi Muhammad SAW selalu memberi contoh atau praktek tuntunan langsung dan mendidik keluarga baik kepada istri maupun cucunya, terutama dalam hal Ibadah. Hal tersebut terlihat dari bagaimana Nabi SAW membangunkan istri-istri beliau untuk shalat malam (witir) dan iktikaf (pada sepuluh hari terakhir Ramadan).

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Nabi SAW biasa melakukan shalat malam dengan posisi ‘Aisyah berbaring (melintang) di hadapan beliau. Maka, ketika tersisa witir, beliau membangunkannya, lalu ‘Aisyah melakukan witir” (HR. Muslim).

Demikian pula Nabi Muhammad SAW mengajak cucunya untuk beribadah. Banyak riwayat yang menceritakan kedekatan beliau dengan cucu-cucunya. Saat shalat berjemaah di masjid, Rasulullah menggendong salah satu cucu perempuannya yang bernama Umamah binti Zainab.

“Ketika beliau sujud, anak tersebut diletakkan di bawah. Namun ketika berdiri, digendong lagi,” kata Syamsul saat menyampaikan khutbah di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Rabu (29/11/2023).

2. Pendidikan yang Lemah Lembut dan Romatis
Aisyah RA pernah mengatakan, “Nabi SAW memegang tanganku, kemudian berisyarat menunjuk ke bulan, seraya berkata :

“Wahai Aisyah, mintalah perlindungan kepada Allah dari keburukan ini. Sesungguhnya ini adalah kejahatan malam jika telah gelap gulita” (HR. Ahmad).

Sebelum mengajari Aisyah, Nabi SAW memegang tangannya yang menunjukkan betapa baik dan lemah lembutnya dalam mendidik istri beliau.
Begitu pula tatkala bersama Shafiyah, beliau mengusap air mata Shafiyah dengan tangannya saat Shafiyah menangis. Dari Anas Bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata :

“Suatu ketika, Shafiyah bersaRasulullah SAW sedang dalam perjalanan. Hari itu adalah gilirannya (bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam). Namun Syafiyah sangat lamban. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menghadapnya sambil menangis dan berkata, ‘Kamu membawaku dengan unta yang lambat.’ Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyeka air mata Syafiyyah dengan kedua tangannya” (HR. An-Nasa'i Lihat As-Sunanul Kubra no. 9162).

3. Nabi SAW Selalu Menyederhanakan Urusan Keluarga dan Sederhana dalam Beribadah
Rasulullah SAW adalah sosok suami yang menginginkan kemudahan bagi istrinya. Ini adalah sifat beliau. Dari ‘Aisyah RA, dia berkata:

“Rasulullah tidak dihadapkan pada dua pilihan, melainkan dia memilih yang paling mudah di antara keduanya. Asalkan tidak berdosa…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, dia berkata:

Artinya: “Rasulullah SAW, memasuki masjid dan melihat seutas tali direntangkan di antara dua tiang. Dia bertanya, 'Tali apa ini?' Para sahabat menjawab, 'Ini adalah tali milik Zainab (istri Nabi) yang digunakannya untuk shalat. Jika dia lelah, dia mengikatkan talinya ke tiang.’ Maka dia berkata, ‘Lepaskan, lepaskan. Hendaknya kamu berdoa dalam keadaan (roh) yang kuat. Kalau capek sebaiknya duduk” (HR. Ibnu Majah).

Diriwayatkan dari istri Nabi Muhammad SAW, Juwairiyah binti Al-Harits, “Nabi keluar dari rumahku. Saat itu aku sedang berada di musala rumahku. Beliau kembali lagi pada siang hari, ketika saya masih berada di tempat itu (mengucapkan mantra). Dia berkata, ‘Kamu belum meninggalkan maskermu sejak aku pergi tadi?’ ‘Ya’, jawabku. Dia berkata:

“Sesungguhnya aku mengucapkan empat kalimat tiga kali. Jika ditimbang dengan dzikir yang anda ucapkan tadi tentu akan sama beratnya yaitu, 'subhaanallahi wa bihamdih, 'adada khalqih, wa ridha nafsih, wa zinata 'arsyih, wa midaada kalimaatih. (artinya: Maha Suci Allah. Aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sebanyak kehendak-Nya, sebanyak berat timbangan Arsy-Nya, dan sebanyak tinta kalimat-kalimat-Nya)” (HR. Muslim) ).

Dari riwayat di atas terlihat bahwa Nabi Muhammad SAW menginginkan kemudahan terutama dalam urusan ibadah.

4. Rasulullah Selalu Membahagiakan Keluarga dan Menyediakan Waktu untuk Mereka
Dari 'Aisyah RA meriwayatkan: “Saya pernah jalan-jalan bersama Rasulullah dan saat itu saya masih kurus. Ketika kami sudah sampai di suatu tempat, dia berkata kepada teman-temannya, 'Kamu pergi duluan!'

Lalu dia menantang saya untuk berlari, 'Kemarilah! Aku akan balapan denganmu!'. Lalu dia berkompetisi dengan saya. Namun pada akhirnya, saya memenangkan perlombaan.

Pada kesempatan lain, saya pergi jalan-jalan bersamanya lagi, dan pada saat itu tubuh saya bertambah besar. Ketika kami berada di suatu tempat, Rasulullah berkata kepada para sahabatnya, 'Kamu pergi dulu!' Lalu dia menantang saya untuk berlari, 'Kemarilah! Aku akan balapan denganmu!'. Kemudian dia berlomba dengan saya, tetapi pada akhirnya dia memenangkan perlombaan. Beliau mengatakan bahwa ini adalah balasan atas kekalahannya yang lalu sambil menepuk pundakku” (HR. Thabrani).

Diriwayatkan juga dari 'Abdullah bin 'Abbas radhiyallahu 'anhuma. Dia berkata:
Artinya : “(Pada suatu malam), aku menginap di rumah tanteku Maimunah (istri Rasulullah SAW). Rasulullah SAW, berbincang dengan istrinya (Maimunah) beberapa saat kemudian dia tidur” (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Nabi SAW Melayani Keluarga dan tidak Ingin Menyusahkan Istri dan anak-anaknya
Nabi tidak malu menjahit sendiri bajunya yang robek, memperbaiki sandalnya yang rusak dan mengerjakannya sendiri tanpa merepotkan istrinya. Bahkan, menurut sejarah, Nabi tidak segan-segan membantu kebutuhan istrinya.

Rasulullah SAW pernah mengalami kekurangan makanan di rumah beliau. Aisyah RA mengisahkan, “Rasullullah SAW bertanya kepadaku pada suatu hari, ‘wahai Aisyah, apakah engkau memiliki sesuatu (untuk dimakan pagi ini?), aku menjawab, ‘wahai Rasulullah, kita tidak memiliki sesuatu apapun (untuk dimakan). Beliau lalu bersabda, ‘kalau begitu aku akan puasa’.” (HR. Muslim).

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 21 Februari 2024
Imsak
04:32
Shubuh
04:42
Dhuhur
12:10
Ashar
15:19
Maghrib
18:18
Isya
19:27
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan