Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 17 April 2024
home lifestyle muslim detail berita

Jangan Asal, Ini 5 Tuntunan Rasulullah SAW untuk Orang Tua Saat Hadapi Anak

Muhajirin Selasa, 12 Desember 2023 - 05:00 WIB
Jangan Asal, Ini 5 Tuntunan Rasulullah SAW untuk Orang Tua Saat Hadapi Anak
ilustrasi
skyscraper (Desktop - langit7.id)
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Nabi Muhammad SAW merupakan ayah dan kakek yang sangat penyayang. Beliau menunjukkan kasih sayang kepada anak-anak di masyarakat dan tidak segan-segan membuat mereka merasa spesial dan dicintai.

Dikutip dari About Islam, berikut pesan yang sering dilakukan Rasulullah SAW ketika menghadapi anak-anak:

1. Iman yang sempurna adalah berbuat baik kepada keluarga.
Abu Hurairah meriwayatkan secara marf?', Rasulullah SAW bersabda, "Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya."

Dalam Islam, iman dan keluarga berjalan beriringan. Orang tua kita mempunyai hak atas kita, dan ketika kita sendiri menjadi orang tua, anak-anak kita juga mempunyai hak atas kita.

Tidak ada jalan pintas dalam hal memusatkan perhatian dan membesarkan keluarga yang saleh. Tapi ada panduan penting seperti semua aspek kehidupan Muslim lainnya, panduan itu adalah Nabi Muhammad SAW.

2. Ajak Anak Bermain
Dalam sebuah riwayat dijelaskan sebagai berikut:

“Mereka pergi bersama Nabi SAW, dan Husain sedang bermain di jalan. Nabi SAW datang ke hadapan orang-orang dan mengulurkan tangannya, dan anak itu mulai berlari kesana kemari. Nabi SAW membuatnya tertawa sampai beliau menangkapnya, lalu beliau meletakkan satu tangan di bawah dagunya dan tangan lainnya di kepalanya dan menciumnya, dan berkata:

“Husain adalah bagian dari diriku dan aku adalah bagian dari dia. Semoga Allah mencintai orang-orang yang mencintai Husain. Husain adalah suku di antara suku-suku.” (HR Ibnu Majah).

Ini adalah kisah indah tentang cara Nabi (saw) berinteraksi dengan cucunya , Husain. Ceria, asyik, dan penuh kasih sayang hanya sedikit dari kata-kata mengharukan yang terlintas di benak saat membaca narasi ini.

Melihat contoh Nabi SAW, orang tua Muslim juga mencoba memperlakukan anak-anak dalam kehidupan mereka dengan cara yang sama. Sulit membayangkan ada orang yang tidak menginginkan hubungan seperti ini.

Namun bagi seorang Muslim, pengalaman yang melekat pada diri manusia ini adalah pengalaman yang benar-benar dianjurkan Islam dan pengalaman yang dapat diberikan pahala kepada seseorang oleh Allah SWT.

Hal itu karena keimanan dan keluarga berjalan beriringan dalam Islam, seorang Muslim harus memastikan reputasinya yang kokoh di mata keluarganya agar juga memiliki kedudukan yang dihormati di sisi Yang Mahakuasa.

3. Jangan Cepat Memarahi
Anas bin Malik, seorang pelayan muda yang tinggal di rumah Nabi Muhammad (SAW), meriwayatkan: “Aku belum pernah melihat orang yang lebih baik terhadap keluarga selain Rasulullah SAW.” (HR Muslim)

Meskipun Anas bin Malik kadang-kadang tergelincir dalam tugasnya karena usianya yang masih muda, Nabi SAW tidak cepat memarahinya. Bahkan Anas bin Malik berkata:

“Saya melayani Nabi SAW di Madinah selama sepuluh tahun. Saya masih kecil. Setiap pekerjaan yang aku lakukan tidak sesuai dengan keinginan tuanku, tetapi dia tidak pernah berkata kepadaku: Uff, dan dia juga tidak berkata kepadaku: Mengapa kamu melakukan ini? atau Mengapa kamu tidak melakukan ini?” (HR Dawud)

4. Tunjukkan cintamu
“Beberapa orang Badui mendatangi Nabi SAW dan berkata, 'Apakah kamu mencium anak-anakmu?' Rasulullah SAW menjawab, ”Ya.” [Orang Badui] berkata, 'Tetapi kami, demi Allah, tidak pernah mencium (anak-anak kami).' Nabi SAW berkata, “Apa yang bisa aku lakukan jika Allah telah menghilangkan rahmat darimu?” (HR Ibnu Majah).

Nabi SAW adalah ayah dan kakek yang sangat penyayang. Ia menunjukkan kasih sayang kepada anak-anak di masyarakat dan tidak segan-segan membuat mereka merasa spesial dan dicintai. Hal ini sangat bertolak belakang dengan laki-laki pada masanya yang menganggap menunjukkan kelembutan terhadap keluarga dan anak bukanlah suatu sifat maskulin.

Orang badui dalam kisah di atas sebenarnya sesumbar karena tidak mencium anak-anak karena mereka sering dianggap sebagai komoditas belaka dan bertindak kasar terhadap anak-anak lebih sesuai dengan menjadi laki-laki.

Nabi SAW malah menekankan bahwa menunjukkan belas kasihan dan kasih sayang kepada anak-anak memang merupakan jalan yang lebih baik untuk diambil.

5. Dengarkan anak, dan jangan abaikan perasaannya
Pada suatu kesempatan, adik Anas bin Malik, Abu Umayr, kehilangan burung peliharaannya yang bernama Nughayr. Melihat kesusahan anak tersebut, Nabi SAW menghibur anak kecil tersebut dan bertanya tentang hewan peliharaannya. (HR Bukhari).

Di sini kita melihat contoh Nabi SAW yang mengambil tindakan yang sangat penuh perhatian untuk membantu seorang anak kecil, sedangkan banyak orang dewasa akan mengabaikan situasi yang tampaknya “sepele” tersebut. Hubungan seperti ini dapat membangun kepercayaan, komunikasi terbuka, dan validasi pada anak.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 17 April 2024
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan